Pencipta Pokemon Go Akhirnya Mendapatkan Dana Segar Senilai Rp 3,4 Triliun

Siapa sih yang gak kenal game Pokemon Go, game yang telah dirilis sejak tahun 2016 itu telah menyita perhatian masyarakat dunia. Hingga kini aja, para pemainnya udah mencapai lebih dari 140 juta orang di seluruh dunia.

Di Indonesia, popularitas Pokemon Go seakan meredup belakangan ini. Seakan tergerus dengan ketenaran Mobile Legends dan PUBG. Mungkin euforia yang terjadi di Indonesia hanya tahun pertama saat Pokemon Go diluncurkan.

Ternyata sepanjang tahun 2018, game Pokemon Go meraup keuntungan besar lho. Kehadiran fitu-fitur baru di dalam permainan tersebut justru semakin merangsang pendapatan bisnis ini lho.

Baca juga: Ini Fakta Brendan Greene Pendiri PUBG yang Sukses dan Banyak Uang!

Dikutip dari Liputan6.com, pembelian rata-rata para pemain di tahun 2018 mencapai US$ 2,2 juta per harinya atau Rp 31 miliar. Jumlah total keuntungan per tahun 2018, Pokemon Go mengantongi US$ 795 juta atau sekitar Rp 11 triliun.

Berkat perolehan keuntungan yang fantastis itu, pengembang Pokemon Go, Niantic baru-baru ini mendapatkan suntikan dana sebesar US$ 245 juta atau setara Rp 3,4 triliun.

Dapat suntikan dana US$ 245 juta atau setara Rp 3,4 triliun

Dapat suntikan dana US$ 245 juta atau setara Rp 3,4 triliun, (Ilustrasi/Shutterstock).

Niantic, sang pencipta dan pengembang Pokemon GO telah mendapatkan suntikan dana seri C sebesar US$ 245 juta atau sekitar Rp 3,4 triliun. Dana tersebut diberikan dari beberapa investor yang dipimpin oleh IVP, seperti Samsung Ventures, CRV, Causeway Media Partners, aXiomatic Gaming, dan Battery Ventures.

Berkat suntikan dana segar, nilai perusahaan pun meningkat menjadi US$ 4 miliar atau setara Rp 56 triliun.

Sebelumnya di tahun 2017 Niantic juga telah mendapatkan kucuran dana dari investor sebesar US$ 200 juta atau setara Rp 2,8 triliun. Saat itu nilai perusahaan naik menjadi US$ 2,7 miliar.

Baca juga: Mau Tahu 9 Game Online yang Bisa Ngehasilin Duit? Simak Di sini

Dengan suntikan dana tersebut Niantic ingin terus meningkatkan infrastruktur dan inovasi-inovasi produk yang akan mereka kembangkan selanjutnya.

Mereka juga tengah mempersiapkan perusahaan buat IPO, namun gak dalam jangka waktu dekat. “Membangun perusahaan yang akan siap untuk itu suatu hari nanti,” kata John Hanke, CEO Niantic dikutip dari Fortune.

“Kami memiliki beberapa hal untuk kami yang berarti kami tidak perlu (mengejar itu) dalam jangka waktu yang pendek. Kami punya banyak modal di bank melalui investasi, tetapi kami juga mendapatkannya. Dan investor kami belakangan, mereka bersedia untuk bersabar dengan kami. Mereka tidak ingin membalikkan investasi mereka,” lanjutnya.

Dana segar buat mengembangkan game Harry Potter?

Mendapatkan dana segar buat mengembangkan game Harry Potter, (Ilustrasi/Shutterstock).

Di tengah suntikan dana ini, Niantic ternyata kini tengah mempersiapkan game augmented-reality baru selain Pokemon Go. Game itu adalah Harry Potter: Wizard Unite.

Game ini diharapkan mampu menyamai ketenaran Pokemon Go dan memperluas ketenaran Niantic dalam memberikan pengalaman baru game di ponsel pintar. Warner Bross dan Niantic sendiri telah merilis trailer tentang game ini di youtube. Tapi, masih belum ada bocoran nih seperti apa cara memainkannya.

Baca juga: Lewat Mitra Tokopedia, Kini Kamu Bisa Jual Listrik Hingga Voucher Game

Rumornya sih game ini bakalan diluncurkan pada akhir tahun 2019, masih lama ya? Sabar dong, penantianmu nanti pasti bakal terbayarkan dengan kerennya game ini deh.

Yang jelas, game ini sepertinya bakalan seru banget seperti Pokemon Go. Bisa membawa kamu serasa berada di dunia sihir tapi nyata hanya melalui ponsel pintar. Tentunya bisa memenuhi hasrat imajinasi para Potterheads! (Editor: Mahardian Prawira).