Pemeriksaan Pajak Bisa Terjadi Sama Siapa Aja, Gini Prosedurnya

Tahukah kamu bahwa pemeriksaan pajak gak hanya berlaku untuk perusahaan atau lembaga tertentu? Kamu sebagai wajib pajak juga memiliki risiko mengalami pemeriksaan pajak. Gak harus berpenghasilan sangat tinggi seperti para pengusaha atau selebriti, pegawai kelas menengah pun bisa jadi target pemeriksaan.

Dilansir dari situs resmi dirjen pajak, pemeriksaan merupakan serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan.

Kalau taat banyak pajak gak perlu worry dong? Tentu aja, walau begitu kamu juga perlu tahu beberapa hal mengenai pemeriksaan pajak ini biar gak salah persepsi jika diperiksa nanti.

[Baca: Yang Sering Ngemplang Pajak Siap-siap Nih, Pemerintah Bakal Mengintip Data Transaksi Kartu Kredit]

Kapan sih pemeriksaan pajak dilakukan?

pemeriksaan pajak
(Image: Liputan6)

Pemeriksaan pajak dapat terjadi jika menemui kondisi-kondisi berikut ini:

  1. Adanya permohonan kelebihan pembayaran pajak sesuai Pasal 17 B UU KUP
  2. Wajib pajak telah diberikan pendahuluan kelebihan pembayaran pajak
  3. Wajib pajak menyampaikan kerugian usaha (SPT rugi)
  4. Wajib pajak melakukan penggabungan, peleburan, pemekaran, likuidasi, pembubaran, atau akan meninggalkan Indonesia selamanya
  5. Wajib pajak mengubah tahun buku atau metode pembukuan untuk melakukan penilaian kembali aktiva tetap
  6. Wajib pajak tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan pada  jangka waktu yang diberikan
  7. Wajib pajak terpilih diperiksa berdasarkan analisis risiko

Jenis pemeriksaan pajak

Pemeriksaan pajak
(Image: PemeriksaanPajak)

Pemeriksaan pajak dilakukan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan sekaligus untuk melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Ada dua jenis pemeriksaan pajak yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

1. Pemeriksaan lapangan

Pemeriksaan lapangan dilakukan di tempat tinggal, tempat usaha, atau tempat bekerja wajib pajak. Dirjen pajak biasanya mengirimkan “surat cinta” alias Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan paling lama 6 bulan sebelum pemeriksaan dilakukan.

Saat terjadi pemeriksaan lapangan, sebagai wajib pajak kamu akan diminta untuk:

  • Memperlihatkan dasar pembukuan dan dokumen lain yang berkaitan dengan penghasilan, kegiatan usaha, pekerjaan, atau objek yang terutang pajak.
  • Memberikan akses data yang dikelola secara elektronik
  • Memberikan kesempatan memasuki dan memeriksa ruangan
  • Memberikan akses atau mengunduh data yang dikelola secara elektronik
  • Memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang yang dapat memperlancar proses pemeriksaan
  • Menyampaikan tanggapan secara tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan
  • Meminjamkan kertas kerja pemeriksaan yang dibuat oleh akuntan publik
  • Memberikan keterangan lain baik lisan atau tulisan yang diperlukan

[Baca: Lapor Pajak Online Yuk! Ini Caranya Dapat e-FIN]

2. Pemeriksaan kantor

Pemeriksaan kantor dilakukan di kantor dirjen pajak atau kantor pelayanan pajak. Kewajiban wajib pajak saat pemeriksaan kantor sama dengan saat pemeriksaan lapangan, bedanya wajib pajak harus datang ke lokasi pemeriksaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Pemeriksaan kantor dilakukan paling lama 4 bulan setelah wajib pajak memenuhi surat pemanggilan pemeriksaan.

Hak wajib pajak saat pemeriksaan

Gak cuma punya kewajiban, wajib pajak yang diperiksa juga memiliki wewenang untuk:

  • Melihat surat perintah pemeriksaan
  • Melihat tanda pengenal pemeriksa
  • Mendapat penjelasan mengenai maksud dan tujuan pemeriksaan
  • Meminta rincian perbedaan antara hasil pemeriksaan dan SPT
  • Hadir dalam pembahasan akhir  hasil pemeriksaan dalam batas waktu yang ditentukan
  • Jika ada perbedaan saat pembahasan akhir hasil pemeriksaan, kamu berhak mengajukan permohonan untuk dilakukan pembahasan oleh Tim Pembahas
  • Mengutarakan pendapat atau penilaian atas pelaksanaan pemeriksaan oleh Pemeriksa Pajak melalui mengisi kuisioner

[Baca: Buat Para Wajib Pajak, Ini Kewajiban yang Harus Dilakukan]

Nah, itulah hal-hal yang perlu kamu ketahui mengenai pemeriksaan pajak. Kenali kewajiban pajak dan wewenang yang kita miliki, pahami alur dan urusan administrasinya agar semua berjalan sesuai peraturan yang berlaku.

Jika sudah mematuhi prosedur dengan baik, maka gak perlu khawatir lagi deh saat diperiksa oleh Tim Pemeriksa Dirjen Pajak. Selamat menjadi warga taat pajak yah!