Peluang Usaha Kerak Telor Kekinian, Omzet Bisa Rp 15 Juta Sebulan

Kerak telor. Siapa orang yang tinggal di Jakarta tapi belum pernah makan jajanan yang satu ini? Kalau belum, berarti belum sah nih disebut sebagai warga Jakarta.

Kerak telor emang sekarang agak susah ditemukan, tapi kamu bisa menemuinya kalau ada festival Betawi, termasuk Jakarta Fair yang diselenggarakan di Kemayoran. Kamu juga bisa menemuinya di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 yang kini sedang berlangsung di ICE BSD Tangerang.

Penggemar dari makanan yang satu ini cukup luas, mulai dari dewasa hingga anak-anak. Mereka suka karena emang rasanya enak dan gurih.

Jajanan ini dibuat dari ketan putih, telur, ubi, bawang goreng, dan dimakan dengan menggunakan taburan kelapa sangrai dan bumbu yang khas banget.

Buat kamu yang tertarik menjajakan makanan rakyat yang satu ini, yuk ketahui berapa sih modal awal hingga analisa laba ruginya.

Peralatan dagang

Tentu aja yang namanya buka usaha makanan pasti perlu peralatan masak dan perangkat lain, termasuk ya kuliner yang satu ini. Berikut peralatan yang harus kamu siapkan.

Etalase/gerobak: Rp 1,5 juta
Mesin parut kelapa: Rp 250 ribu
Cobek: Rp 65 ribu
Wajan cekung: Rp 150 ribu
Tempat bakaran: Rp 400 ribu
Pisau: Rp 30 ribu
Meja: Rp 1 juta
Kursi baso 20 unit: Rp 500 ribu
Sendok: Rp 100 ribu
Piring satu set: Rp 150 ribu
Wadah: Rp 137 ribu
Nampan dan serbet: Rp 40 ribu
Peralatan lain: Rp 100 ribu
Total: Rp 4.422.000

Perkiraan belanja bahan baku

Sebagai pedagang kerak telor, otomatis kamu harus tahu dulu apa aja bahan baku makanan yang satu ini. Pun dengan harganya.

Telur bebek Rp 100 ribu x 30 pak: Rp 300 ribu
Beras ketan putih lima kilogram: Rp 92.500
Buah kelapa parut lima kilogram: Rp 250 ribu
Minyak goreng satu liter: Rp 27 ribu
Bawang merah satu kilogram: Rp 25 ribu
Ebi udang 100 gram: Rp 30 ribu
Jahe curah 500 gram: Rp 15.600
Cabe merah keriting 500 gram: Rp 18.000
Kencur 500 gram: Rp 20 ribu
Merica butir 500 gram: Rp 35 ribu
Arang satu kilogram: Rp 12 ribu

Total: Rp 825 ribu

Kira-kira segini deh pengeluaran bisnis kerak telor dalam sebulan.

Kalau laris ya bisa jadi lebih besar modalnya karena harus lebih cepat beli lagi bahan baku. Sebaliknya, kalau kurang laris bakal gak abis dalam waktu satu bulan.

Sewa tempat

Yang namanya kerak telor jarang banget dibuka di garasi rumah. Rata-rata pedagangnya menjajakan makanan ini di lokasi keramaian.

Anggap aja kamu telah memilih lahan di pinggiran Jakarta dengan biaya sewa Rp 250 ribu per bulan. Ini cuma sewa lahan pinggir jalan ya.

Total modal awal bisnis kerak telor

Baiklah, setelah kamu ketahui komponen-komponen biayanya, maka mari kita jumlahkan biar tahu modal awalnya.

Peralatan dagang Rp 4.422.000 + belanja bahan baku Rp 825 ribu + Sewa tempat Rp 250 ribu = Rp 5.497.000

Biaya operasional

Biaya operasional juga harus kamu perhatikan. Biaya ini terdiri dari biaya belanja dan sewa tempat. Dengan asumsi, kamu gak punya pegawai alias kerja sendiri.

Dalam sebulan, maka biaya operasionalmu adalah Rp 825 ribu + Sewa tempat Rp 250 ribu = Rp 1.075.000

Analisa keuntungan

Dari modal awal di atas, kira-kira kamu bisa bikin kurang lebih 25 porsi kerak telor dalam satu hari. Anggap aja kamu menjualnya dengan harga Rp 20 ribu per porsi. Maka berikut perkiraan keuntungan yang bisa kamu dapat di bulan pertama:

Penjualan kerak telor sehari Rp 20 ribu x 25 porsi = Rp 500 ribu

Omzet per bulan jika setiap hari jualan: Rp 500 ribu x 30 hari = Rp 15 juta

Laba bersih perbulan: omzet per bulan Rp 15 juta – biaya operasional Rp 1.075.000 = Rp 13.925.000

Jadi gitu. Dengan modal awal Rp 5 jutaan, kamu bisa dapat untung Rp 13 jutaan per bulan.

Tapi perlu kamu perhatikan baik-baik. Estimasi itu adalah kondisi ideal. Sementara yang namanya jualan kerak telor buat saat ini lagi cukup berat, gak seperti dulu. Gak sedikit pedagang kerak telor mengaku sulit mendapat pelanggan.

Meski demikian, kamu tetap gak boleh pesimis. Soalnya, masih ada cara lain buat bikin kerak telormu laris manis. Pengin tahu caranya? Ini dia.

1. Bikin nama kerak telor yang gak mainstream

Kerak telor Mpok Ipeh, Bang Jali, Nyak Mirah, itu mah udah biasa. Coba pilih nama lain buat usaha yang satu ini.

Coba aja contoh nama-nama jajanan unik seperti Macaroni Ngehe, Kedai Susu Nenen, Mbah Jingkrak, dan sebagainya. Pilih aja yang unik biar masyarakat cepat tahu dan gampang ingat. Itu rumus paling gampang.

2. Promosi di Instagram

Promosi di media sosial jelas murah, gak seperti pasang iklan di media massa.

Nah, berhubung banyak banget restoran yang ngetop lewat promosi Instagram, maka coba aja cara yang sama. Manfaatkan medsos yang satu ini buat beriklan.

Jangan lupa, targetkan siapa yang pengin kamu tuju. Jangan asal beriklan.

3. Jangan cuma dagang di lapak

Ketika kamu cuma fokus dagang di lapak tiap hari, ya sama aja bohong. Gimana bisa melampaui target kalau gitu melulu?

Kamu bisa memanfaatkan layanan Go-Food atau Grab Food buat memperluas pasar. Emang sih mereka juga bakal mengambil untung dari kamu. Tapi gak apa-apa deh, itung-itung promosi.

Dengan bekerja sama dengan Grab atau Go-Jek, logo kerak telormu juga bakal terpampang di aplikasi mereka. Ini sih lumayan banget buat menaikkan brand awareness.

Seperti itulah analisa usaha kerak telor. Bisa disimpulkan, bisnis yang satu ini sebetulnya emang cukup menguntungkan. Tapi ingat, perhitungan di atas masih estimasi.

Selamat mencoba, semoga sukses!