Pelajaran Kepemimpinan dari BossMan Buat Para Pelaku Bisnis

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

logo finansialku

Belum lama ini beredar film Indonesia yang tayang di bioskop dan cukup menarik perhatian khalayak. Yup, judulnya My Stupid Boss tuh. Bintangnya Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari, gimana? Sudah nonton atau belum?

Film ini menceritakan hubungan kerja antara seorang pemilik bisnis dengan para karyawannya.

My Stupid Boss diangkat dari cerita nyata yang dituliskan dalam novel berjudul [email protected]

Banyak sekali kejadian lucu, kekacauan yang terjadi dalam hubungan bisnis tersebut yang diakibatkan oleh ulah bossman. Selain kisah yang lucu, sebenarnya banyak pelajaran kepemimpinan atau leadership yang dapat kita ambil dari sosok Bossman loh.

Berikut gaya kepemimpinan dari sosok Bossman yang boleh kita ikutin dan mana yang harus kita hindari.

5 Gaya Kepemimpinan Bossman yang Harus Diikuti

1. Berani Mengakui Kesalahan

Salah satu gaya kepemimpinan yang hebat dari sosok seorang bossman adalah berani mengatakan “Sorry, Aku salah. kamu benar, seharusnya saya tidak …” Kalimat tersebut adalah kalimat yang sederhana, tetapi sangat sulit dikatakan oleh para bos dan pemilik bisnis.

Meskipun bos tahu bahwa kekacauan terjadi karena kesalahannya, gak banyak loh bos yang bisa meminta maaf kepada karyawannya.

para pelaku bisnis
Nah gitu dong, kalau emang salah minta maaf, ayo salaman hehehe (Pegawai Bersalaman / Hellosis.)

2. Mau Berbagi atau CSR

Di akhir cerita, penonton dikagetkan dengan kenyataan bahwa sosok Bossman adalah sosok yang memiliki kepedulian sosial.

Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia sudah mulai menjalankan program CSR (Corporate Social Responsibility) atau kegiatan sosial untuk masyarakat sekitar.

Nah, sosok Bossman mengajarkan kepada para pelaku bisnis, bahwa seseorang perlu juga menjalankan program PSR (Personal Social Responsibility). Kamu pernah gak melakukan PSR? Kalau sudah pernah, apa yang kamu rasakan setelah melakukan hal tersebut?

3. Berani Memiliki Mimpi

Pebisnis yang sukses adalah pebisnis yang berani bermimpi. Percaya atau gak, banyak pelaku bisnis yang takut bermimpi, terlebih lagi takut bermimpi besar.

Presiden pertama kita, Ir. Sukarno pernah mengatakan, Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.

4. Berani Mencoba: Impossible We Do, Miracle We Try

Melanjutkan poin sebelumnya, selain bermimpi besar sosok Bossman mengajarkan gaya kepemimpinan yang mau mencoba dan pantang menyerah.

para pelaku bisnis
Ayo jangan menyerah, maju terus bro! (Menggapai Tangan / WordPress)

Semua orang bilang sangat susah dan nyaris mutahil mengirimkan pintu besi ke hutan. Berkat keyakinan dan usahanya yang keras, Bossman dan tim berhasil melakukan misi tersebut walau banyak kendala menghadang.

5. Orientasi Penghematan

Ketika kita menonton film ini, kita mungkin akan kaget karena perusahaan disetting dengan sangat sederhana. Satu kantor isinya hanya 4 orang plus 1 Bossman.

Biasanya pebisnis kecil atau menengah, khususnya pebisnis pemula memiliki kesalahan dalam merekrut tenaga kerja. Mereka merekrut dalam jumlah besar sementara sistem belum siap, penghasilan bisnis juga belum stabil.

Hal ini sebenarnya dapat mengancam keberlangsungan bisnis. Sebenarnya gaya kepemimpinan yang perlu ditiru adalah Bossman adalah orang yang orientasinya penghematan.

5 Gaya Kepemimpinan Bossman yang Harus Dihindari

1. Tidak Percaya dengan Karyawan

Salah satu gaya kepemimpinan Bossman yang paling buruk adalah gak percaya pada karyawan. Bossman selalu beranggapan bahwa pada dasarnya karyawan punya sifat yang buruk, selalu ingin mendapatkan keuntungan dari perusahaan dan lainnya.

Gaya seperti ini adalah gaya yang menghambat kemajuan bisnis. Sebagai pebisnis, kita memiliki peran sebagai pemimpin yang mempersatukan tim kerja menjadi sebuah kesatuan yang solid. Bergerak ke arah yang sama mencapai tujuan-tujuan bisnis.

para pelaku bisnis
Loh, karyawan atau tahanan kota ya hehehe (Laki-laki Terikat / Liputan6)

2. TIdak Bisa Mendengar Pendapat

Orang yang gak bisa mendengar pendapat orang lain adalah orang yang jauh dari sukses. Dalam kisah ini sosok Bossman diceritakan ingin membuat kantor baru dan Beliau ingiin mendengar pendapat masing-masing karyawannya.

Bossman mendengar bukan untuk memperhatikan, tetapi untuk menjawab dan membuat keputusannya sendiri. Meskipun diceritakan dengan gaya komedi, kita dapat mengambil satu pelajaran: Belajarlah untuk mendengar dan memperhatikan, bukan mendengar untuk menjawab. Apakah Anda seorang pendengar yang baik?

3. Merasa Dirinya Paling Hebat, Paling Pintar dan Paling Benar

Menurut kamu, apa yang terjadi jika seseorang merasa dirinya lah yang paling hebat, paling pintar dan paling benar dalam tim? Tentu saja perusahaan atau organisasi tersebut gak akan berkembang pesat.

Berikut ini sebuah kata-kata bijak dari Bill Gates, orang terkaya nomor 1 di dunia ‘Kunci untuk kami dan Aturan nomor satu adalah selalu mempekerjakan orang-orang yang sangat pandai’.

4. Tidak Tepat Waktu dan Tidak Bisa Mengelola Waktu

Seorang pebisnis dituntut untuk dapat mengelola waktu dengan baik. Kapan waktu untuk bekerja, istirahat, keluarga dan lain sebagainya.

Menyeimbangkan waktu untuk bekerja dan keluarga adalah salah satu hal yang sangat susah. Gak semua pebisnis sukses di dunia, bisa melakukan hal tersebut.

para pelaku bisnis
Waktu gak bisa diputar balik, jadi jangan sia-siakan waktu dong (Perempuan Pegang Jam / Liputan6)

5. Memperlakukan Karyawan Seenaknya Sendiri

Gaya kepemimpinan Bossman yang paling gak bisa ditoleransi adalah memperlakukan karyawan seenaknya sendiri.

Sebagai pemilik bisnis, kita perlu tahu bahwa karyawan perlu diperlakukan selayaknya manusia. Banyak pemimpin yang mampu “memanusiakan manusia” dan kita juga perlu mempelajari cara-cara mereka “memanusiakan manusia”.

Gaya kempemimpinan atau leadership akan banyak mempengaruhi keberhasilan bisnis seseorang. Kepemimpinan gak serta merta dipelajari dari buku, menonton film, melihat gaya kepemimpinan orang lain, tapi juga harus dipraktekkan. Siapkah kita memperbaiki gaya kepemimpinan kita?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Ini Alasan Kenapa Susah Jadi Pengusaha Muda di Indonesia]

[Baca: Pengin Jadi Entrepreneur di Usia Kepala 2 Coba Intip 10 Tips Ini Deh]

[Baca: Buka Usaha Bareng Keluarga Kayaknya Asyik Ya Simak Dulu Tips Berbisnis Bareng Keluarga dan Kerabat]