Pas Jual Beli Online, Ini 5 Barang yang Mesti Transaksi Lewat COD

Saat ini hampir semua barang bisa dibeli online. Cukup buka situs jual-beli, cari barang yang dicari, klik beli, lalu transfer. Barang akan dikirim ke alamat yang tertera.

Tapi sejatinya ada sejumlah barang yang direkomendasikan gak dituntaskan begitu saja transaksinya via online. Sebab, barang-barang ini rentan dimanipulasi atau gak sesuai dengan iklan.

Buat pembeli, tentu hal ini sangatlah merugikan. Alih-alih bertransaksi online, pilih COD alias cash on delivery untuk membeli barang-barang tersebut.

Berikut ini barang-barang yang mesti COD-an pas jual beli online:

1. Gadget

jual beli online
Gadget itu ibarat hati yang sensitif, rapuuhh (handphone/nymag)

Gadget, terutama smartphone, kini banyak ditawarkan secara online. Namun sebaiknya kita memilih opsi COD untuk membeli barang ini.

Dengan COD, kita bisa melihat langsung penampakan hape itu sebelum menyerahkan duit. Ini terutama bila kita beli gadget yang memang belum resmi dipasarkan secara umum.

Misalnya hape Xiaomi yang masih dalam proses izin imigrasi tapi sudah didatangkan distributor tertentu. Gadget “gelap” itu bisa jadi belum sesuai dengan standar di Indonesia. Misalnya belum ada bahasa Indonesia di sana.

Atau lebih parah, jaringan selulernya gak bisa jalan karena beda dengan frekuensi di Indonesia. Itulah sebabnya gadget, meski dibeli lewat situs jual beli online, mesti diterima dengan cara COD ketimbang dikirim. Mengingat harga gadget juga gak murah, cara ini pun ampuh buat mengantisipasi rugi.

[Baca: Mau Belanja Gadget dan Komputer Lebih Hemat? Cek 5 Situs Ini Aja]

Pembayaran via COD juga bertujuan meminimalkan risiko barang rusak saat dikirim, misalnya jatuh. Ketika menerima dalam keadaan rusak pas COD-an, tentu kita bisa langsung retur ke kurir online shop tersebut. Berbeda saat barang dikirim kurir logistik.

2. Barang koleksi

jual beli online
Koleksian ya jelas harus COD lah biar gak zonk (koleksi Gundam/Sideshowcollectors)

Barang koleksi adalah sesuatu yang berharga. Jangan sampai barang yang dibeli gak sesuai dengan yang ditawarkan.

Misalnya mau beli miniatur mobil dengan spesifikasi tertentu. Di situs, informasi yang diberikan pas dengan yang dicari.

Tapi info itu saja belum cukup meyakinkan. Lebih baik COD untuk lebih memastikan bahwa barang itulah yang dicari. Terutama buat mengecek keasliannya.

3. Barang second

jual beli online
Gak semua barang bekas itu masih mulus ya (barang bekas/root93)

Barang second alias bekas amat rentan saat dibeli secara online. Ini berkaitan dengan kondisi barang yang sudah gak baru lagi itu.

Usahakan cari penjual yang menjelaskan kondisi bekas barang itu berapa persen. Misalnya 90 persen, ada lecet sedikit di ujung. Syukur-syukur gambar asli barang itu disertakan.

Biar lebih afdol, cek sendiri barang second itu dengan memilih opsi COD. Dengan begitu, bisa tahu sama tahu cacat yang ada pada barang. Bila sesuai dengan iklan, tinggal bayar deh di tempat.

Supaya lebih aman, pilih situs jual beli online yang udah terpercaya buat beli barang second ya.

[Baca: Hasilkan Uang dari Barang Bekasmu Lewat 5 Situs Jual-Beli Ini]

4. Kendaraan

jual beli online
Masa iya beli mobkas pake kirim-kiriman. Samperin lah biar enak (Mobkas/Kompas)

Kini kendaraan baru juga bisa dibeli online lho. Beberapa marketplace menyediakannya, lengkap dengan diskon yang menggoda.

Namun kendaraan yang dibeli online bisa jadi gak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Umumnya sih orang bakal test drive lebih dulu suatu kendaraan yang akan dibeli.

Gunanya, melihat apakah kendaraan itu nyaman ditunggangi. Itulah sebabnya sebaiknya beli kendaraan secara online dituntaskan dengan COD. Saat kendaraan datang, coba dulu. Bila cocok, baru bayar.

5. Barang nempel di badan

jual beli online
Hati-hati beli produk fashion online kadang ukurannya sering gak pas (belanja/babe)

Ini nih yang sering salah perhitungan kalau dibeli online. Barang yang nempel badan, seperti baju, celana, dan sepatu, banyaaak sekali ditawarkan di situs jual beli online.

Tapi hati-hati, kalau semua proses dilakukan online, bisa kena jebakan betmen. Mungkin saja ukurannya gak sesuai. Atau warnanya beda dengan yang ada di iklan. Atau malah ternyata cuma lapar mata? Eh, kalau itu sih salah kamu sendiri ya.

[Baca: Hati-Hati Saat Beli 8 Barang Ini, Emang Butuh atau Cuma Pengin?]

Biar gak kecewa, sebaiknya minta transaksi diselesaikan lewat COD. Nantinya barang dilihat dan dicoba dulu di rumah. Bila dirasa pas, baru deh dibayar.

Sayangnya, belum semua marketplace ataupun situs jual-beli menyediakan COD sebagai pilihan transaksi. Hanya marketplace besar dan punya kurir sendiri yang menyediakannya.

Padahal, kalau fitur itu ada, pasti banyak konsumen yang tertarik. Terlebih bila barang yang dibeli harganya mahal.

Sepanjang pilihan COD ada, sebaiknya dipakai bila beli barang-barang di atas saat jual beli online. Kalau belum ada, mungkin bisa hubungi langsung si seller buat ketemuan. Urusan duit, jangan main-main deh.