Pas Bokek, 5 Barang di Rumah Ini Bisa Kamu Sulap Jadi Duit

Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak terlihat. Peribahasa itu sering digunakan untuk mengungkapkan kesalahan orang yang terlihat, tapi kesalahan sendiri tak dihiraukan. Ini berlaku juga buat dapatkan uang.

Makna dari peribahasa di atas dalam kaitan dengan duit adalah barang berharga yang berada di dekat sering tak terlihat. Justru langsung memutuskan cari pinjaman atau utang ketika butuh duit.

Padahal barang itu bisa dimanfaatkan dengan cara dijual jadi duit ketimbang menambah beban utang. Memang, gak ada salahnya ambil utang.

Tapi keputusan berutang itu menimbulkan konsekuensi yang gak main-main. Mau seperti perusahaan jamu Nyonya Meneer yang bangkrut akibat terlilit utang? Bahkan negara sebesar Yunani juga bisa kacau gara-gara utang yang menumpuk.

Makanya, utang sebaiknya dijadikan solusi terakhir. Kalau ada peluang mendapat dana tunai tanpa utang, kenapa gak dicoba dulu? Berikut ini lima barang di sekitar rumah yang bisa kamu manfaatin buat dapatkan uang:

1. HP bekas

dapatkan-uang
HP flip dulu identik dengan orang yang stylish dan elegan lho (tribunnews.com)

Sebelum handphone layar sentuh populer dan beranak-pinak seperti sekarang, dulu kamu pasti punya HP jadul dengan keypad fisik. Nokia 3315? N-Gage? Atau Samsung jenis flip yang stylish ala pemain drama Korea dan Jepang tahun 2000-an awal?

Masih disimpan atau tidak? HP bekas itu masih bernilai lho meski gak semahal dulu kala. Kalau beruntung, bisa seperti penjual N-Gage di Tokopedia yang bisa menjual gadget lawasnya itu seharga Rp 2,75 juta.

Kalau HP tipe di bawahnya, seperti 3315, mungkin hanya laku Rp 100-200 ribu. Tapi tetap saja itu ajdi uang. Coba saja tawarkan dulu via online. Kalau buntu, baru deh datang ke counter HP di mal-mal, misalnya di Roxy. Dijamin laku kalau spare part masih tokcer.

2. Koran dan kardus bekas

Di kota kampus seperti Yogyakarta, bulan Juli-Agustus dan Desember-Januari biasanya adalah masa panen buat pengepul barang loak. Sebab, bulan itu adalah bulan wisuda.

Banyak mahasiswa perantauan yang mesti pulang kampung setelah lulus. Karena itu, kertas-kertas bekas zaman kuliah dikumpulkan dan dijual sebagai barang kiloan di tempat loakan.

Dari penjualan itu, ada yang mendapat Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, bahkan Rp 500 ribu kalau mau sedikit repot ngumpulin kertas bekas milik teman kampus yang malas jual barang mereka.

Kenapa kita gak mencoba cara ala mahasiswa itu? Gak perlu mengetuk pintu tetangga untuk tanya apakah ada koran dan kardus bekas.

Cukup telusuri sudut-sudut rumah. Terutama yang langganan koran dan majalah, pasti ada sisa-sisa kertas yang bisa diolah jadi rupiah. Harga kardus biasanya lebih mahal. Makin tebal, makin banyak rupiah yang bisa didapat.

3. Baju bekas

dapatkan-uang
Pasar kaget juga bisa menjadi ladang rupiah ketimbang langsung cari pinjaman (datariau.com)

Bukan cuma artis, kita juga bisa bikin garage sale alias jual baju-baju bekas di garasi rumah. Gak harus di garasi sih. Bisa juga di lapangan atau ikut bazar/pasar kaget di lingkungan rumah.

Intinya adalah baju-baju bekas yang tak terpakai itu bisa dibikin berfaedah lagi. Caranya, menjualnya untuk mendapatkan rupiah.

Sortir dulu mana baju yang masih layak pakai dan mana yang tidak. Pisahkan pula yang bermerek dan yang biasa.

Setelah itu, baru pasang harga untuk tiap potong baju, celana, atau busana apa pun yang akan dijual. Tapi jangan menjual daleman ya. Gak bakal laku juga kok.

Selain garage sale, kita bisa menjual baju-baju bekas itu via online. Coba marketplace khusus barang bekas seperti Prelo. Bisa juga ke marketplace biasa seperti Tokopedia, Bukalapak, dan OLX.

4. Mainan masa kecil

Bersyukurlah jika punya masa kecil yang bahagia. Sebab, bisa jadi ada mainan masa kecil yang bermanfaat buat dapatkan uang saat kamu sudah dewasa.

Mainan seperti action figure dan Hot Wheels, juga Tamiya, bisa dijual lagi dengan harga tinggi. Apalagi jika mainan itu termasuk langka. Harganya bisa melebihi harga waktu dulu beli.

Sama seperti sebelumnya, coba tawarkan mainan itu di lapak online. Alternatifnya adalah bergabung di grup komunitas di Facebook, Kaskus, atau lainnya sesuai dengan mainan yang dipunyai.

Lalu tawarkan barang itu ke anggota komunitas. Kalau beruntung, bisa ketemu kolektor yang rela keluar duit berapa pun untuk mendapatkan mainan yang diinginkan.

5. Komik atau buku jadul

dapatkan-uang
Buku-buku jadul juga bisa ngehasilin duit lho (Image: Tom Murphy VII, Wikimedia)

Jangan percaya kalau ada yang bilang baca komik gak ada manfaatnya. Gak hanya saat dulu dibaca, komik yang sudah selesai dibaca juga masih bermanfaat.

Termasuk saat lagi butuh duit seperti sekarang. Komik atau buku jadul, apalagi langka, masih laku dijual.

Di Facebook saja banyak sekali penjual buku bekas. Ada pula yang mengkhususkan diri pada buku langka, misalnya buku Pramoedya Ananta Toer terbitan Hasta Mitra. Juga buku-buku sastra yang ada tanda tangan orang ternama, terutama penulisnya.

Bila kamu punya satu saja, bukan ratusan ribu, duit jutaan rupiah bisa masuk kantong dalam sekejap. Coba saja tawarkan di media sosial dan mal online.

Bank dan lembaga keuangan lainnya menyediakan pinjaman atau utang buat siapa pun, tapi tak sembarang orang bisa memanfaatkannya. Tanggung jawab dan kedisiplinan adalah hal utama yang wajib dipenuhi sebelum bisa berutang.

Bila merasa belum layak, mending mundur deh. Tengok dulu barang-barang di sekitar rumah, ada yang bisa diberdayakan buat dapatkan uang gak. Rumah sendiri tapi ya, bukan punya orang.