Panduan Lengkap Investasi P2P Lending Indonesia, Yuk Catat!

Pengin berinvestasi di situs peer to peer alias P2P lending Indonesia, tapi belum tahu gimana caranya? Tenang aja, kita bakal kupas lebih dalam tahap-tahap yang harus kamu lakukan. Pokoknya dijamin langsung paham deh.

Investasi di situs ini bisa dimulai dengan modal kecil. Ada yang bisa Rp 100 ribu aja, ada Rp 1 juta, dan ada yang lebih mahal. Jadi cocok buat kamu sebagai pemula.

Situs P2P lending merupakan marketplace atau wadah yang mempertemukan peminjam dana dan pemberi pinjaman. So, ketika kamu memutuskan buat menjadi pemberi pinjaman, itu tandanya kamu bakalan jadi investor.

Sebagai investor, tentu kamu berharap ada return alias imbal hasil dari investasi tersebut dong? Return berinvestasi di situs P2P lending Indonesia ini beragam. Ada yang berani menjanjikan hingga 30 persenan per tahun, dan ada yang cuma belasan persen.

Tentunya makin besar imbal hasilnya, makin besar juga risikonya. Begitu pun sebaliknya ya.

Sekarang anggap aja kamu udah melakukan survei terhadap seluruh situs P2P lending dan pilihannya jatuh pada situs A. Lantas gimana nih caranya buat investasi di sana? Transfer duitnya gimana? Terus cara mencairkannya juga gimana?

Daripada bertanya-tanya, ikuti aja tahap-tahap di bawah ini. Pokoknya setelah tahu caranya, gak ada alesan lagi lho ya buat nunda-nunda investasi digital ini.

1. Lakukan registrasi

p2p lending indonesia
Situs P2P lending indonesia udah banyak. Silahkan saja pilih yang menurutmu paling pas (Kontan)

Mengingat investasi ini berbasis digital, maka hal pertama yang harus dilakukan calon investor adalah melakukan registrasi di situs P2P lending Indonesia terkait. Klik daftar dan isilah formulir sesuai dengan data pribadi kamu.

Umumnya, situs-situs tersebut bakal memintamu mengirimkan foto kartu identitas diri. Foto aja Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan unggah fotonya di situs tersebut. Tenang aja, gak bakal disuruh kirim-kirim dokumen kayak buka akun di perusahaan sekuritas deh.

Setelah akun jadi, maka kamu bakal mendapatkan akses ke dashboard investor. Di sana, bakal ada indikator-indikator mengenai portfolio investasi, kas, saldo, dan lainnya. Pokoknya gak bakal membingungkan deh.

2. Tunggu konfirmasi dari situs P2P lending Indonesia terkait

p2p lending Indonesia
Intinya, invesasimu adalah meminjamkan dana ke orang lain. (Kontan)

Apakah setelah registrasi udah langsung bisa investasi? Ada yang bisa, ada juga yang enggak.

Beberapa situs P2P lending Indonesia bakal melakukan verifikasi terlebih dahulu pada akunmu selama 24 jam. Contohnya seperti Amartha, sebuah situs peer to peer lending syariah.

Keesokan harinya, kamu bakal mendapat notifikasi berupa SMS atau email. Dan akun kamu siap buat digunakan sebagai investor baru.

[Baca: Tipe-Tipe Pembeli di Online Shop, Nomor 5 Receh tapi Kocak!]

3. Menempatkan investasi

p2p lending indonesia
Intinya prinsip investasi itu mirip-mirip keranjang telur deh. Kalau ditaruh penuh di satu keranjang dan keranjangnya jatuh maka telurnya pecah semua. So gede modal gede risiko ya (Bukalapak)

Marketplace di situs P2P lending Indonesia ini jelas beda sama situs jual beli ya. Di marketplace P2P lending Indonesia, jangan harap kamu bakal nemuin koleksi jam tangan, baju, atau produk fashion terkini. Yang terpampang di marketplace adalah daftar para peminjam dana yang dinilai layak.

Di situ kamu bakal memilih siapa yang bakal kamu berikan pinjaman. Apakah itu pengusaha yang pengin pinjam dana, atau siapa aja deh pokoknya.

Kamu juga bisa melihat detail profil si peminjam dana. Siapa dia, apa alasan dia meminjam dana, berapa penghasilannya perbulan, sekaligus berapa perhitungan returns yang bakal didapat bila kamu berinvestasi pada mereka.

Meski demikian, nama mereka umumnya gak bakal ditampilkan.

Buat proses yang satu ini, ketelitianmu emang diperlukan banget. Jangan buru-buru dalam melakukan hal ini ya. Cermati dengan baik tentang profil si peminjam.

Sebisa mungkin buat gak melakukan pendanaan penuh di satu peminjam, karena meski returns-nya terlihat besar, risikonya juga besar. Jika terjadi kredit macet, maka kamu sendiri yang dirugikan.

Ingat lho, pengusaha-pengusaha yang meminjam dana di P2P lending Indonesia bisa jadi adalah pengusaha yang gak memenuhi syarat kredit bank. Jadi, risiko gagal bayar tetap ada.

Diversifikasikan aja investasi kamu ke tiga atau lima peminjam dana. Mekanisme ini berguna banget buat mengurangi risiko investasi lho.

4. Pembayaran

p2p lending indonesia
Transaksinya ya sama saja kayak transaksi e wallet (Liputan 6)

Setelah menyetujui pendanaan yang udah dipilih, maka kamu bakal diarahkan ke halaman pembayaran layaknya e-commerce. Kamu bakal diberikan waktu buat melakukan transfer ke rekening virtual yang tertera di sana.

Sejatinya, situs P2P lending Indonesia ini juga menerapkan sistem uang deposit sama seperti perusahaan sekuritas lainnya. Dengan mekanisme deposit, maka urusan top up investasi jadi lebih gampang.

Setelah transfer, coba cek lagi status pembayaranmu. Ingat lho, kamu berinvestasi pada institusi non-bank dan non-leasing. Pengelola investasi ini adalah perusahaan rintisan. Dan potensi terjadinya error di situs mereka pun tetap ada.

Bila gak ada konfirmasi pembayaran yang tertera di dashboard, maka lebih baik kamu langsung menghubungi pihak customer care situs P2P lending yang bersangkutan. Biar status pemesananmu jelas.

[Baca:  5 Jenis Investasi yang Pas dengan Bujet Rp 1 Juta Aja]

5. Pantau investasimu

p2p lending Indonesia
Awasi setiap bulan, jangan meleng. Nanti kamu gak bakal tahu kalau ada peluang yang bagus (Liputan 6)

Kalau udah melewati tahap ke empat, itu tandanya kamu udah resmi jadi investor di P2P lending. Tugasmu selanjutnya memantau investasimu yang udah jalan, serta melihat adanya penawaran investasi yang nguntungin.

Ada baiknya juga buat gak langsung menginvestasikan lagi returns yang kamu dapat. Bisa juga keuntungan itu kamu investasikan lagi biar uangmu tambah banyak.

6. Mencairkan dana investasi

p2p lending Indonesia
Cairkan ketika menurutmu udah pas waktunya (Liputan 6)

Gak kerasa udah setahun nih, dan ternyata saldo investasimu di situs P2P lending Indonesia udah beranak. Tapi ngomong-ngomong gimana cara nyairin duitnya ya? Masa mesti dateng ke kantornya dulu?

Salah besar tentunya kalau kamu sampai ngedatengin kantor perusaahan fintech itu buat mencairkan uang. Caranya mudah banget kok, tinggal masuk ke halaman pencairan dan ketik berapa yang pengin kamu cairkan.

Uang itu bakal ditransfer ke rekening pribadimu. Tapi tentunya ada sedikit biaya transfer juga ya. Biaya itu ada karena uangmu disimpan di bank kustodian.

[Baca: 5 Situs Investasi P2P Lending Indonesia buat Para Investor Zaman Now]

Itulah enam tahap yang bakal kamu lalui, ketika berinvestasi di situs peer to peer lending Indonesia. Soal tahap-tahap ini, bisa aja situs A punya urutan yang berbeda dengan situs B. Tapi pada dasarnya, prinsipnya itu sama.

Intinya modal investasi bakal disimpan dalam bentuk e-wallet buat memudahkanmu dalam bertransaksi. Mereka tetap bisa memfasilitasi bank apa pun yang kamu pakai.

Udah tahu caranya berinvestasi di P2P lending Indonesia, kan? So, selamat berinvestasi, dan semoga mendapat returns yang memuaskan tahun ini.