Pakai Gas Bumi untuk Rumah Tangga Lebih Murah Dibandingkan Elpiji, Mau Bukti?

Pemakaian gas bumi untuk rumah tangga memang belum terlalu umum. Masyarakat masih lebih akrab dengan elpiji.

 

Selain karena sosialisasi dari pemerintah yang masih kurang, belum banyak infrastruktur yang mendukung distribusi gas bumi. Jadi ya wajar saja kalau masyarakat masih menggantungkan dapurnya kepada gas elpiji.

 

Padahal, gas bumi digadang-gadang lebih hemat dibanding elpiji. Selain bisa dimanfaatkan buat rumah tangga, gas bumi juga bisa menekan biaya operasional industri.

 

Sayangnya, berdasarkan data SKK Migas industri baru memanfaatkan 19,2% produksi gas dalam negeri. Sebesar 14,73% untuk operasional listrik dan 0,05% untuk transportasi. Buat rumah tangga lebih kecil lagi, cuma 0,02%.

 

Saat ini PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus menggenjot distribusi gas bumi. Tahun ini saja, PGN bakal membangun satu juta sambungan gas di Banten.

 

[Baca: Lebih Hemat Mana Sih, Laundry atau Cuci Sendiri? Coba Kita Hitung Yuk!]

Lebih hemat pakai gas bumi

Indonesia menyimpan cadangan gas bumi yang melimpah. Kalau elpiji dan bahan bakar minyak (BBM) saja masih perlu impor, nggak begitu halnya dengan gas bumi. Konon, cadangan gas bumi di Indonesia cukup untuk 150 tahun lagi!

 

gas bumi untuk rumah tangga

Pilih mana hayo…

 

 

Menurut data SKK Migas lagi, 67% kebutuhan elpiji masih diimpor. Itu belum termasuk BBM lho yang impornya bisa mencapai 900 ribu barel per hari.

 

Saat ini baru beberapa kawasan industri saja yang menggunakan gas bumi. Kawasan industri di Jawa Timur-Jawa Tengah sudah menggunakan gas bumi yang dipasok dari PT PGN Regional Distribusi II.

 

Menurut PT PGN, Konsumsi gas kawasan industri tersebut mencapai 28 juta kaki kubik per hari. Dalam setahun industri tersebut dapat hemat Rp 2,06 triliun per tahun!

 

Kalau untuk urusan rumah tangga, coba kita bandingkan, harga elpiji 12 kg saat ini rata-rata Rp 130 ribu. Kalau berlangganan gas bumi cukup Rp 40 ribuan saja!

 

[Baca: Masak Sendiri atau Beli? Yang Mana Yang Bisa Ngamanin Keuangan Keluarga?]

Keunggulan gas bumi

1. Praktis

Seperti berlangganan air, gas bumi juga didistribusikan melalui jaringan pipa milik PGN. Jadi praktis nggak perlu ribet menukar tabung gas.

 

2. Lebih aman

Gas elpiji sempat menuai kontroversi pada medio 2000an. Gara-garanya tabung 3kg dilaporkan banyak yang meledak. Korban jiwa berjatuhan dan pemerintah dituding lalai. Nggak begitu dengan gas bumi karena pemakaiannya nggak menggunakan tabung

 

3. Lebih ramah lingkungan

Pemakaian gas bumi untuk industri dan transportasi tentu bakal lebih ramah lingkungan karena nggak ada emisi gas buang. Sayangnya masih sedikit industri dan transportasi yang menggunakannya. Paling-paling baru bus transjakarta saja.

 

gas bumi untuk rumah tangga

Lebih ramah lingkungan alias nggak ngebul kayak bus kota umumnya

 

4. Harga lebih stabil

Nggak seperti elpiji dan BBM yang fluktuatif mengikuti harga minyak dunia dan kebijakan politik, harga gas bumi ini lebih stabil. Harganya belum pernah berubah sejak 2007!

 

Yuk beralih ke gas bumi

Nggak bisa dimungkiri, biaya instalasi pipa gas bumi tergolong mahal. Untuk memasang pipa di rumah pelanggan dikenakan biaya Rp 5 – Rp 10 juta tergantung lokasi dan jarak sambungan pipa. Dana instalasi tersebut bisa dicicil 3 kali.

 

Walaupun mahal, kamu tetap diuntungin kok. Selain nggak terkena fluktuasi harga elpiji, kamu juga nggak perlu repot menukarkan tabung elpiji kosong saat hendak membeli baru.

 

Berikut ini daftar harga gas bumi per meter kubik (m3) yang dikutip dari situs BPH Migas:

  • Jakarta Rp 2.618/m3 sampai Rp 3.141/m3
  • Bogor Rp 2.720/m3 sampai Rp 3.263/m3
  • Bekasi  Rp 2.668/m3 sampai Rp 3.202/m3
  • Karawang Rp 2.668/m3 sampai Rp 3.202/m3
  • Palembang Rp 2.259/m3 sampai Rp 2.711/m3
  • Surabaya-Gresik Rp 2.496/m3 sampai Rp 2.995/m3

Kalau berencana memasang sambungan gas bumi, kamu cukup menghubungi kantor penjualan PT PGN saja. Untuk di Jakarta kamu bisa menghubungi kantor PGN di Gedung BPH Migas Jl. Kapten P. Tendean No. 28
Jakarta Selatan (021 5255500).

 

gas bumi untuk rumah tangga

Jangan lupa, elpiji 3kg alias elpiji melon ini khusus buat masyarakat nggak mampu dan masih disubsidi pula

 

 

Kita nggak bisa berlama-lama bergantung pada energi fosil. Selain karena harganya yang bakal terus turun naik, energi fosil dituding sebagai faktor pemanasan global.

 

Beralih ke gas bumi berarti juga bisa menambah kas negara. Pasalnya pemerintah nggak perlu lagi impor dan menyubsidi BBM.

 

Nah, daripada gembar-gembor terus soal efek rumah kaca, mending lakukan sesuatu dari sekarang. Semua bisa dilakukan dengan satu langkah kecil: beralih dari energi fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan!

 

[Baca: Cara Hitung Tagihan Listrik Biar Tarif Listrik Turun Ada Efeknya]

 

 

 

Image credit:

  • http://energitoday.com/uploads//2015/07/Tabung-gas-elpiji-ukuran-3-kg-yang-Depok-sindonews.com_.jpg
  • http://citizendaily.net/wp-content/uploads/2015/09/BBG.jpg
  • http://cdn.klimg.com/vemale.com/p/meme-bbm.jpg