Pajak Progresif Motor Bakal Dikenai Buat 3 Golongan Ini

Persentase pajak progresif motor sebetulnya gak jauh beda sama mobil. Berikut rinciannya:

Sebagai pemilik kendaraan roda dua, salah besar kalau sampai kamu gak paham soal pajak ini. Tapi meski udah paham, ada orang yang sebetulnya cuma punya satu motor tapi tetap kena pajak progresif.

Kok bisa? Kenapa ya? Jawabannya, bisa jadi mereka masuk dalam tiga golongan ini. Disimak yuk biar paham!

1. Orang yang tinggal serumah dengan pemilik kendaraan bermotor

pajak progresif motor
Bapaknya punya motor, nah kalau anaknya tinggal serumah dan beli motor,pasti motor anaknya kena pajak progresif (Liputan 6)

Ayahmu punya motor dan kamu berniat membeli motor baru, maka motor barumu bakal dikenakan pajak progresif. Terlepas dari adanya perbedaan nama pemilik di STNK motor.

Kenapa gitu? Karena kamu tinggal satu rumah dengan orangtuamu dan nama kalian berdua tercantum pada satu kartu keluarga (KK).

Dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 Pasal 7 ayat (1a), disebutkan jika dalam satu alamat ada dua kendaraan, maka kendaraan kedua dikenakan tarif progresif.

Jadi, selama masih satu rumah meski STNK beda, kamu tetap bakal kena pajak progresif. Ya kecuali kalau motor kamu itu motor yang pertama.

2. Udah nikah dan punya KK beda, tapi tinggal serumah dengan pemilik kendaraan

pajak progresif motor
Pokoknya, kalau tinggal se rumah kemungkinan saja kena pajak progresif lho (Kompas)

Kamu udah nikah? Punya KK yang berbeda dengan orangtuamu? Kamu tetap bisa terkena pajak progresif motor kalau tinggal serumah dengan orangtua yang punya kendaraan.

Meski demikian, hal ini sebenarnya bisa ditanggulangi. Caranya adalah dengan mendatangi Samsat dan menjelaskan bahwa kamu udah gak satu KK lagi dengan orangtuamu.

Setelah itu kamu bakal diberikan formulir khusus yang menyatakan bahwa kamu emang udah beda keluarga. Dengan demikian, kamu bisa terbebas dari pajak progresif ini walau tinggal satu rumah dengan orangtua.

[Baca: Ketahui Cara Hitung Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Jakarta Biar Gak Kaget di Samsat]

3. Jual motor lama tanpa blokir STNK dan beli motor baru

pajak progresif motor
Makanya jangan lupa blokir kalau motor udah dijual (Kompas)

Wajib hukumnya buat blokir STNK motor lama yang udah terjual. Si pembeli juga wajib buat melakukan balik nama Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Kenapa gak disarankan buat pinjam KTP guna perpanjang STNK? Karena selain merepotkan, hal ini juga bisa bikin kamu terkena pajak progresif motor.

Ketika namamu masih tercantum di STNK motor yang terjual, maka kamu masih dinyatakan sebagai pemilik motor yang sah. Itu artinya, motor tersebut bakal jadi motor pertamamu. Dan ketika kamu beli motor baru, motornya terhitung jadi motor kedua.

Cara blokir STNK itu gampang kok. Tinggal datang ke Samsat dan menuju loket blokir STNK. Di sana kamu tinggal melampirkan surat permohonan blokir yang disertai KK dan KTP aja. Dan saat itu juga langsung terblokir. Praktis, kan?

Punya 1 motor tapi kena pajak progresif motor? Nyesek banget..

Gak sedikit orang yang masuk dalam kriteria kedua dan ketiga. Mereka yang udah menjual motor lama, kadang lupa buat melakukan blokir. Sementara itu, pembelinya juga malas pengin balik nama. Pajak bertahun-tahun gak dibayar, mungkin itu udah biasa buat sebagian orang.

Rugi kan kalau dibiarkan gitu aja? Masa iya dua kali ganti motor pajak tahunannya gede karena kamu gak blokir STNK?

Sementara kalau emang kamu tergolong pada kriteria nomor satu, ya terima nasib aja deh. Itu risikonya kalau masih tinggal sama orangtua yang juga punya kendaraan pribadi.

Jika kamu tetap gak pengin kena pajak ini ya beli rumah dulu atau pindah domisili.

Nah sekarang udah paham kan sama siapa aja yang berpotensi kena pajak progresif motor? Udah kejawab kan kenapa kamu yang cuma punya satu motor tapi kena pajak progresif? Silakan diurus ya kalau emang masih bisa.