Pahami Tata Tertib Berlalu Lintas Ini Dulu Kalau Ogah Rugi Kena Denda

“Don, anterin aku ke rumah Radit yuk,” ujar Arga sambil menepuk bahu Doni yang sedang asyik main PS.

“Aduh, helm cuma satu Ga. Pinjem helm dulu sana!” jawab Doni tanpa mengalihkan pandangan dari layar televisi.

Nah, bagus nih si Doni sadar benar sama yang namanya peraturan berkendara di jalan raya. Tapi, berapa banyak orang yang seperti Doni ya?

Coba deh baca berita kecelakaan. Rata-rata disebabkan karena kurangnya kesadaran akan peraturan berkendara dan berlalulintas. Bener gak?

Supaya makin melek peraturan lalu lintas, simak nih sejumlah pelanggaran lalu lintas menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kalau udah paham aturannya, kita bisa antisipasi agar uang kita gak keluar sia-sia buat bayar denda kan.

1. Gak punya Surat Izin Mengemudi (SIM)

Surat Izin Mengemudi (SIM) itu adalah bukti legal dan sah bahwa seseorang punya kemampuan mengemudikan kendaraan di jalan dan gak berpotensi menyebabkan kecelakaan. Jadi sudah jelas setiap orang yang mengemudi kendaraan baik roda dua atau empat wajib punya SIM.

rugi kena denda
Masa punya kendaraan tapi gak punya SIM, malu dong bro! (SIM / polri)

Nah, setiap pengendara kendaraan bermotor yang gak memiliki SIM bisa kena pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281). Sementara pengendara kendaraan bermotor yang punya SIM tapi gak bisa menunjukkannya saat razia bisa kena pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2).

Jangan malas urus SIM yang sudah mau habis masa berlakunya ya. Dan buat yang belum punya, segera bikin deh!

2. Gak masang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB)  

Yang satu ini biasa kita kenal dengan nama pelat nomor. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor alias pelat nomor berfungsi sebagai tanda bahwa kendaraan yang kita kendarai atau miliki itu legal. Elemen yang satu ini hanya diterbitkan oleh Polri dan berisikan kode wilayah, nomor registrasi, dan masa berlaku.

Setiap pengendara kendaraan bermotor yang gak dipasangi pelat nomor, siap-siap kena pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu (Pasal 280).

3. Gak ada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)

Ini lanjutan dari poin nomor dua. TNKB alias Pelat Nomor harus dilengkapi sama yang namanya Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK). STNK ini adalah dokumen yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor (ranmor).

Wujudnya berupa surat dan hanya diterbitkan oleh Polri. STNK ini berisi identitas pemilik, identitas ranmor, dan masa berlaku termasuk pengesahannya. Ibarat nyawa, STNK wajib dibawa saat kita sedang menggunakan kendaraan. Makanya selalu cek masa berlaku.

rugi kena denda
Tuh, mbak cantik aja punya STNK, masa kamu gak hehehe! (STNK / sumutpos)

Kendaraan bermotor yang gak dilengkapi STNK bisa dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu (Pasal 288 ayat 1).

4. Gak memenuhi persyaratan teknis sepeda motor

Sering lihat sepeda motor tapi kaca spionnya cuma satu atau tiba-tiba berhenti mendadak tapi lampu remnya gak menyala? Hal-hal kayak gini juga diatur dalam persyaratan teknis.

Pasal 285 ayat 1 menyatakan setiap pengendara sepeda motor yang mulai dari spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, hingga knalpotnya gak berfungsi bisa kena pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

5. Gak memenuhi persyaratan teknis mobil

Nah, kalau yang buat kendaraan roda empat atau mobil beda lagi ya. Setiap pengendara mobil yang mulai dari spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu mundur, kaca depan, bumper, hingga penghapus kacanya gak berfungsi, bisa kena pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu (Pasal 285 ayat 2). Jadi, jangan pernah nyetir tanpa cek kondisi teknis mobil ya.

6. Perlengkapan pendukung gak lengkap

Punya kendaraan, khususnya mobil gak boleh lalai juga sama perlengkapan pendukung. Mulai dari ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan. Semua ini wajib dimiliki. Kalau gak lengkap, bukan gak mungkin kena pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu. (Pasal 278).

Jangan merasa rugi mengeluarkan uang untuk menyediakan perlengkapan standar tersebut. Selain menaati peraturan, perlengkapan ini bisa bermanfaat saat kendaraan di jalan mengalami masalah.

rugi kena denda
Ayo yang benar ya masbro ganti bannya biar bisa jalan lagi tuh mobil hehehe! (Ban Cadangan / fidelityhouse)

7. Melanggar rambu lalu lintas

Sudah bukan rahasia lagi kalau pelanggaran rambu lalu lintas masih saja sering terjadi. Ngaku deh, mungkin kamu salah satunya kan? Mulai dari menerobos lampu merah sampai melawan arus (contra flow), pasti sering dijumpai di jalan raya.

Gak heran mayoritas kecelakaan yang terjadi di jalan raya didominasi oleh kurangnya kesadaran sama rambu lalu lintas. Padahal Pasal 287 ayat 1 dengan tegas menyatakan setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas bakal dipidana kurungan paling lama dua bulan atau maksimal Rp 500 ribu lho.

8. Melanggar batas kecepatan

Menyetir kendaraan tanpa mengikuti batas kecepatan maksimal dan minimal yang berlaku juga bakal kena sanksi lho. Pelanggaran kayak gini bisa terkena pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling maksimal Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 5).

9. Gak pakai sabuk keselamatan

Mengendarai mobil bukan berarti lebih aman dari risiko kecelakaan. Makanya ada aturan dalam Pasal 289 yang menyebutkan kalau setiap pengemudi atau penumpang yang duduk di samping pengemudi mobil wajib pakai sabuk sabuk keselamatan (safety belt). Kalau gak pakai, bisa kena pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.

10. Gak pakai helm

Berapa banyak berita kecelakaan yang menimpa kendaraan sepeda motor dan berujung maut karena luka parah di kepala? Mungkin gak terhitung. Makanya, jangan sekali-kali naik sepeda motor tanpa pelindung kepala alias helm.

Pasal 291 ayat 1 mengatur setiap pengendara atau penumpang sepeda motor yang gak mengenakan helm berstandar nasional bisa dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu lho. Mengeluarkan sejumlah uang demi sebuah helm SNI gak seberapa kan dibandingkan dengan mempertaruhkan keselamatan jiwa.

rugi kena denda
Jangan sampai gagal fokus ya, pakai tempat bekas cat tembok buat helm, aduh masbro capek deh! (Pria Pakai Ember / blogspot)

11. Gak menyalakan lampu utama

Berkendara dengan mobil di malam hari dan dalam kondisi tertentu tanpa menyalakan lampu utama juga bisa terkena denda lho. Hukumannya adalah pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu sebagaimana yang diatur dalam Pasal 293 ayat 1.

Beda lagi halnya dengan sepeda motor. Saat kita mengendarai sepeda motor di siang hari, lampu utama juga diwajibkan untuk menyala. Kalau melanggar, siap-siap terkena denda pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda maksimal Rp 100 ribu (Pasal 293 ayat 2)

12. Gak menyalakan lampu isyarat (lampu sen)

Bagi setiap pengendara sepeda motor juga wajib memperhatikan peraturan saat akan berbelok atau balik arah ya. Seperti yang diatur dalam Pasal 294, setiap pengendara sepeda motor yang akan berbelok atau balik arah tanpa ngasih isyarat lampu alias lampu sen bisa kena pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.

Sebagai pengguna jalan raya, wajib bagi kita semua menyadari kalau jalan raya itu milik bersama. Satu saja tindakan egois bisa membahayakan keselamatan orang lain. Ingat, peraturan dibuat bukan untuk dilanggar, tapi untuk membuat fasilitas umum jadi nyaman digunakan bersama.

Semakin sering melanggar peraturan lalu lintas dan berkendara, ya selamat menikmati hukuman bayar dendanya. Sayang kan uangnya?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Ini Alasan Kenapa SIM C1 dan C2 Bakal Segera Diberlakukan]

[Baca: 6 Kiat Ampuh Supaya Tetap Aman Saat di Transportasi Online]

[Baca: Beli Nopol Cantik Bisa Nguras Duit Lho]