Pahami Kebijakan Jalan Ganjil Genap di Jakarta Biar Bebas Dari Tilang

Aturan jalan ganjil genap di Jakarta sudah berlaku sepenuhnya. Gak ada lagi sanksi berupa peringatan. Sekali kena, langsung disuruh bayar duit tilang maksimal: Rp 500 ribu!

Sayang banget keluar duit segitu buat bayar tilang, kan? Karena itu, mending kita cermati dulu aturan jalan ganjil genap ini sebelum nyelonong ke area batasan aturan dan bayar tilang ratusan ribu.

Ini bukan hanya buat warga Jakarta, ya. Apalagi khusus buat mereka yang saban hari wara-wiri di jalanan protokol Jakarta. Justru aturan ganjil genap lebih penting dipahami oleh warga yang jarang lewat di jantung Ibu Kota.

Soalnya, mereka kemungkinan besar luput dari program sosialisasi aturan ganjil genap yang telah lewat. Atau malah mereka gak tahu sama sekali mengenai aturan tersebut.

Sosialisasi aturan ganjil genap di Jakarta telah dilakukan pada 28 Juni hingga 26 Juli 2016. Kemudian uji coba dilaksanakan pada 27 Juli hingga 26 Agustus 2016.

Dalam uji coba, petugas kepolisian hanya menegur pengendara yang melanggar aturan tersebut. Plus, si pelanggar diberi selebaran berisi informasi tentang aturan itu.

bebas dari tilang
Kalau duit tilang betul masuk kas negara sih, oke. Kalau masuk kas bapak-bapak berseragam itu? (Polantas / muzayyinahyar)

Nah, mulai 30 Agustus 2016, diterapkanlah denda maksimal buat pelanggar aturan ganjil genap. Dari sinilah nominal Rp 500 ribu itu berasal.

Pemerintah Provinsi Jakarta memang sengaja menerapkan denda maksimal dengan tujuan membuat pelanggar jera. Masalahnya, ada juga pelanggar yang gak sengaja. Alias mereka gak paham benar soal aturan ganjil genap, termasuk mana saja jalan ganjil genap yang ditetapkan.

Walhasil, gak sedikit yang mengeluh ketika harus membayar denda sebesar itu. Yang lebih bikin keki, papan pengumuman soal mana saja jalan ganjil genap ini jarang ditemukan di luar jalan yang masuk aturan.

Kebanyakan berada di jalan yang dilarang, atau sedikit di luar jalan tersebut. Karena itu, keberadaan papan tersebut menjadi sia-sia karena terbaca ketika pengendara sudah dekat dengan area larangan.

Itu kalau sempet baca. Kalau kelewat, misalnya lagi sibuk lihat pergerakan bursa saham untuk melacak investasinya, ya apes. Duit Rp 500 ribu melayang.

Jadi, jangan sampai meremehkan aturan baru ini. Yuk, kita lihat bersama-sama rincian aturan jalan ganjil genap di Jakarta berikut ini.

Waktu pemberlakuan

– Tiap Senin-Jumat dibagi jadi dua waktu: 07.00-10.00 dan 16.00 dan 20.00
– Sabtu-Minggu dan hari libur nasional gak berlaku

Yang dikecualikan

– Presiden dan Wakil Presiden RI

– Pejabat lembaga tinggi negara (plat RI beserta pengawal)

– Kendaraan dinas (pelat merah)

– Pemadam kebakaran

– Ambulans

– Angkutan umum (pelat kuning)

– Angkutan barang (dengan dispensasi)

– Sepeda motor, kecuali di sepanjang Jalan Merdeka Barat sampai Jalan Thamrin yang telah diberlakukan larangan

Ruas jalan

Semua ruas yang dulu terkena aturan aturan 3-in-1:

Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan Thamrin – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Jenderal Gatot Subroto (simpang Kuningan sampai Gerbang pemuda)

Pengawasan

Kepolisian melakukan pengawasan secara acak di 9 titik jalan yang terkena aturan ganjil genap, yaitu:

– Bundaran Patung Kuda

– Simpang Bank Indonesia

– Simpang Sarinah

– Bundaran HI

– Simpang Imam Bonjol

– Bundaran Senayan

– Simpang CSW

– Simpang Kuningan (sisi timur dan selatan)

bebas dari tilang
Mau koleksi pelat buat ngakalin aturan ganjil genap? Niat amat (Pelat Nomor / Metrotvnews)

Selain itu, ada kamera CCTV yang terpasang untuk memantau di beberapa titik.

Itulah sekelumit detail aturan ganjil genap di Jakarta. Kalau rute perjalanan kira-kira melewati ruas tersebut, hati-hati. Pastikan mobil yang dikendarai sesuai dengan aturan pelat.

Mobil berpelat nomor akhir genap hanya boleh beroperasi pada tanggal genap. Misalnya B-1244-OPI, boleh jalan di ruas-ruas itu pas tanggal 2, 4, 6, 8, 10, dan seterusnya.

Lalu mobil berpelat akhir ganjil boleh beroperasi pada tanggal ganjil. Contohnya B-4533-UYT, silakan lewat pas tanggal 1, 3, 5, 7, dan seterusnya.

Makanya, mesti lihat pelat dulu sebelum lewat. Ini termasuk yang pakai layanan transportasi online seperti Grab, Go-Car, atau Uber.

Denda aturan ini gak main-main, lho, Rp 500 ribu. Ditambahin sedikit, duit itu udah cukup buat beli emasĀ  1 gram di Antam. Mending duitnya buat investasi emas, bisa untung, ketimbang bayar denda.

bebas dari tilang
Daripada buat bayar denda, mending diinvestasikan, bisa beranak-pinak (Investasi / didikpurwanto)

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Tips Modifikasi Motor yang Aman Biar Nggak Kena Denda Rp 24 Juta]

[Baca: Investasi Saham Online dengan Modal Sedikit Bisa Untung Selangit, Gak Percaya?]

[Baca: Mau Investasi Emas Makin Gampang Nih, Tabungan Emas Mulai dari Rp 5 Ribu Saja Loh!]