Pahami Hak-Hak Anda Sebagai Pengguna Kartu Kredit

Sekarang ini, kartu kredit tidak dapat sembarangan diberikan. Berikut ini beberapa aturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) mengenai Kartu Kredit yang DuitPintar.com ingin sosialisasikan dengan Anda.

 

Pada intinya, aturan-aturan ini dimaksudkan BI untuk melindungi para konsumen kartu kredit di Indonesia. Sehingga, dapat meminimalisir masalah-masalah seperti:

  1. Penyalahgunaan fasilitas kredit yang mengakibatkan kredit macet atau utang kartu kredit yang menumpuk.
  2. Pelanggaran hak konsumen dalam pelaksanaan penagihan utang kartu kredit.
  3. Dan sebagainya.

 

Dasar sosialisasi ini bertumpu pada:

  • Peraturan Bank Indonesia Nomor: 14 / 2 /PBI/ 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu
  • Surat Edaran (SE) No. 14/17/DASP Perihal Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP

Untuk Calon Pemegang Kartu Kredit

Terdapat syarat-syarat utama yang harus Anda perhatikan:

  1. Usia
    1. Calon pemegang kartu kredit utama = minimum 21 tahun, atau 18 tahun tapi sudah menikah resmi.
    2. Calon pemegang kartu kredit tambahan = minimum 17 tahun, atau lebih muda tapi sudah menikah resmi.

 

  1. Pendapatan
    1. Minimum Rp 3 juta – 10 juta tiap bulan:
      1. Anda dapat menerima fasilitas kartu kredit oleh maksimum 2 penerbit kartu kredit.
      2. Jumlah maksimum plafon kredit secara kumulatif yang dapat Anda terima adalah sebesar tiga kali pendapatan tiap bulan Anda.
      3. Contoh: pendapatan Anda sebesar Rp 8 juta tiap bulan. Anda sudah memiliki kartu kredit dari penerbit A dengan plafon Rp 15 juta. Anda hanya dapat memperoleh kartu kredit dari penerbit B dengan plafon maksimum Rp 9 juta ([3 x pendapatan tiap bulan Anda] – plafon kredit dari penerbit A).
    2. Di atas 10 juta tiap bulan tidak dikenakan pembatasan tersebut.
  1. Penerbit kartu kredit wajib memberikan informasi tertulis yang dilengkapi dengan contoh atau ilustrasi yang mudah Anda pahami, termasuk:
    1. Besar suku bunga baik bulanan maupun tahunan.
    2. Pola, tata cara, serta komponen penghitungan bunga.
    3. Tata cara dan persyaratan permohonan penghapusan bunga, jika terdapat kesalahan dalam pembebanan bunga kartu kredit.

 

Untuk Pemegang Kartu Kredit

Terdapat beberapa peraturan yang dapat melindungi hak konsumen Anda:

  1. Batas bunga 3 persen per bulan.
  2. Denda keterlambatan sebesar 3 persen per bulan namun tidak boleh lebih dari Rp 150.000. Kalau sudah dinyatakan macet, denda tidak diberlakukan.
  3. Penerbit memang berhak menggunakan jasa pihak penagihan alias debt collector, namun dengan syarat khusus:
    • Debt collector hanya bisa menagih tagihan kartu kredit yang tergolong macet.
    • Kualitas pelaksanaan penagihan oleh debt collector harus sama dengan dan dijamin oleh penerbit kartu kredit itu sendiri.
    • Saat menagih, debt collector harus menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan oleh penerbit kartu kredit, lengkap dengan foto.
    • Debt collector dilarang:

– menagih kepada pihak selain pemegang kartu kredit.

– menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan pemegang kartu kredit.

– menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal.

– melakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu.

  • Debt collector hanya boleh menagih di tempat alamat penagihan atau domisili pemegang kartu kredit, pada jam 8 pagi hingga 8 malam wilayah waktu alamat pemegang kartu kredit. Jika di luar dari tempat dan/atau waktu tersebut, harus dengan persetujuan pemegang kartu kredit terlebih dahulu.

Untuk mengetahui serba-serbi kartu kredit lainnya, kunjungi di sini!