Pahami Cara Buat Kartu Kredit Sebelum Apply

Tergoda ingin buka kartu kredit? Begitu muncul niat saja sudah bikin dada berdebar-debar. Lebih-lebih jika niat itu terlaksana dengan mengajukan aplikasi kartu kredit ke bank. Berdebar-debarnya karena menunggu kepastian bank apakah aplikasi itu diterima atau ditolak.

 

Bank sendiri, sebagai penerbit kartu kredit, pastinya punya aturan main yang wajib dipenuhi si calon nasabah. Maklumlah, kartu kredit adalah kartu utang. Pastinya bank tak mau berisiko menyerahkan kartu kredit ke orang yang tak bertanggung jawab sehingga uang pinjamannya tak kembali.

 

Bank bakalan meneliti secara detail si calon pemohon sebelum benar-benar menyetujui aplikasinya. Inilah alasan perlunya untuk memahami dulu ‘cara kerja’ bank dalam menilai kelayakan seseorang diluluskan permintaannya akan kartu kredit.

 

Setelah itu barulah merumuskan cara buat kartu kredit yang tepat. Di bawah ini cara kerja bank menilai kelayakan pengajuan aplikasi kartu kredit seseorang.

 

BI Checking

 

BI checking adalah laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang berisi riwayat kredit atau pinjaman seorang nasabah kepada bank atau lembaga keuangan lain. Atau dengan kata lain, BI Checking adalah cara bank menilai reputasi seseorang di mata bank.

 

Jika tercantum dalam daftar itu, siap-siap saja aplikasi kartu kredit ditolak. Tentunya bank tak mau ambil risiko memberi kredit kepada orang yang sudah pernah berkasus dengan pinjaman.

 

Pahami Cara Buat Kartu Kredit Sebelum Apply

Pahami Cara Buat Kartu Kredit Sebelum Apply

Punya penghasilan tetap belum tentu jadi jaminan aplikasi kartu kredit disetujui. Begitu pun besaran penghasilan juga tak bikin bank serta merta langsung deal kasih kartu kredit.

 

Bank bakalan lebih fokus pada konsistensi penghasilan yang diterima. Artinya, bank akan mempelajari riwayat seseorang akan penghasilannya. Contohnya sudah berapa lama bekerja, statusnya apakah masih kontrak atau sudah tetap.

 

[Baca: Asal-Usul Limit Kartu Kredit Tuh Darimana Sih?]

Validasi

 

Perlu diingat, bank selalu dalam level kewaspadaan penuh ketika memverifikasi aplikasi pengajuan kartu kredit. Meski syarat sebelumnya sudah terpenuhi, bank tetap masih merasa ‘curiga’.

 

Nah, biar rasa kecurigaan itu memudar, maka diperlukan langkah berikutnya yaitu validasi. Bank akan mengerahkan segenap kemampuannya untuk memeriksa kebenaran semua data-data yang tercantum dalam aplikasi. Pendek kata, di sinilah proses fit and proper test calon nasabah dilakukan bank.

 

Kebijakan bank

 

Setelah seseorang dianggap layak mendapatkan kartu kredit, maka bank bakal menerapkan kebijakan kepada pemegang kartu kredit. Kebijakan itu sebenarnya lebih ditujukan untuk melindungi bank dari potensi kerugian. Misalnya saja ada beban biaya asuransi yang nilainya disesuaikan dengan besaran tagihan.