Orang yang Buta Literasi Keuangan Gampang Ditipu

Silakan bermiris hati. Ada fakta terungkap orang Indonesia ternyata masih buta literasi keuangan. Situasi ini jelas tidak sehat. Pasalnya, mereka yang tak melek literasi keuangan menjadi sasaran empuk penawaran investasi bodong atau tawaran produk keuangan yang menyesatkan.
 
Hal itu dibuktikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat Survei Nasional Literasi Keuangan Tahun 2013. OJK sengaja menggelar survei itu untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang jasa keuangan perbankan, asuransi, pegadaian, pembiayaan, dan dana pensiun.
 
Survei itu mengungkapkan mayoritas masyarakat hanya mengenal jasa keuangan di sektor perbankan dan pegadaian saja. Mirisnya lagi hanya separuh saja dari responden yang disurvei itu memanfaatkan jasa keuangan.
 
Yang lebih mengejutkan lagi, survei itu juga menemukan fakta di mana mayoritas responden tidak tahu tentang produk dana pensiun. Bisa disebut pula, orang Indonesia masih belum menyadari pentingnya dana pensiun. Banyak yang menilai saat menua nanti lebih suka ikut anak ketimbang mandiri lewat dana pensiun.
 
Hasil survei inilah yang memacu OJK menggelar edukasi dan literasi keuangan di kota-kota besar di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat menekan jumlah orang Indonesia yang buta literasi keuangan. 
 
 
Referensi: http://sikapiuangmu.ojk.go.id/public/content/files/Majalah-OJK-2.pdf