Orang Kaya itu Beda Sama Kelas Menengah, tapi…

Cukup banyak artikel yang membedakan antara orang kaya dan kelas menengah.Sayangnya, kebanyakan malah seperti menyudutkan kelas menengah. Mereka sering disebut punya mental yang “sok kaya”.

Tapi, apa benar?

Perbedaan Antara Orang Kaya dan Kelas Menengah

Orang kaya
Belanja bisa jadi tanda kaya. Tapi, tetap kamu harus mikirin masa depan. (pexels)

Sebelum kita lanjutkan, yang pertama harus kita mengerti adalah perbedaan orang kaya atau kelas atas dengan kelas menengah dulu.

Ada yang mendefinisikan golongan kelas menengah berdasarkan persentase penghasilannya terhadap pendapatan per kapita negara tersebut.

Lester Thurow (1987) dari Massachusetts Institute of Technology mendefinisikan bahwa kelas menengah adalah orang yang berpenghasilan di rentang 75 persen hingga 125 persen dari pendapatan per kapita.

Sementara itu, Asia Development Bank mendefinisikan mereka yang masuk dalam golongan kelas menengah adalah yang punya pengeluaran sekitar US$ 2 hingga US$ 20 per hari.

Dari angka tersebut, terbagi lagi jadi lower-middle class yang punya pengeluaran US$ 2 sampai US$ 4; middle-middle class yang punya pengeluaran US$ 4 sampai US$10; dan upper-middle class dengan pengeluaran US$10 sampai US$20.

Mengikuti definisi Asia Development Bank, maka kalau ditotal per tahun 2010 lalu, kelas menengah di Indonesia mencapai 134 juta orang atau setara 56 persen dari total penduduk.

Sebagai informasi, per tahun 2017 lalu, pendapatan per kapita Indonesia adalah Rp 47,96 juta.

Sementara itu, dilansir dari Viva pada 2011, golongan kelas atas di Indonesia adalah yang berpenghasilan Rp 240 juta per tahun atau sekitar Rp 20 juta per bulan.

Setelah tahu itu, kamu pasti udah bisa mengklasifikasikan diri kamu masuk golongan mana dong.

Golongan Kelas Atas dan Kelas Menengah Punya Kesempatan yang Sama

Meski emang beda dalam hal pemasukan atau pengeluaran, sebenarnya masing-masing dari kita, baik kelas atas maupun kelas menengah, punya kesempatan yang sama: kesempatan memanfaatkan uang dengan baik.

Percuma kalau masuk golongan kelas atas Indonesia dengan punya penghasilan di atas Rp 20 juta per bulan namun gaya hidup boros banget.

Kelas menengah pun gak bakal bisa naik jadi kelas atas bila gaya hidup mereka cenderung pengin terlihat seperti “kelas atas”. Jatuhnya malah palsu. Kamu mungkin terlihat seperti golongan kelas atas, namun sebenarnya jumlah aset jauh dari itu.

Baik kelas atas maupun kelas menengah punya kesempatan buat naik kelas bila didukung beberapa faktor. Seperti misalnya, kenaikan jabatan dan punya usaha.

Kelas Atas ataupun Menengah, Jadilah Orang Kaya yang Sebenarnya

kelas menengah dan orang kaya
Lihat deh, Mark Zuckerberg sama istrinya biasa aja. (instagram)

Kenapa stigma bahwa kelas menengah itu boros dan memalsukan jati diri kelas mereka? Karena kebanyakan kelas menengah ternyata menghabiskan penghasilan mereka buat kebutuhan konsumtif.

Menurut media Tirto, rata-rata kelas menengah di Indonesia menghabiskan 11 persen dan bahkan lebih dari total penghasilan mereka buat belanja pakaian setiap bulan. Persentase tersebut belum termasuk membeli motor Rp 20 juta dan tas Rp 5 juta dengan cara cicil.

Gimana pengin kaya kalau ternyata penghasilan habis buat kebutuhan konsumtif aja. Iya, kan?

Bila kamu termasuk golongan kelas menengah atau bahkan kelas atas, yuk jadi orang kaya yang sebenar-benarnya.

Coba deh lihat Mark Zuckerberg atau Warren Buffet yang udah jelas-jelas dikategorikan sebagai kaum kelas atas yang benar-benar kaya. Mark Zuckerberg dikenal dengan kaos abunya yang itu-itu aja. Sementara Warren Buffet dikenal karena masih pengin bertahan dengan rumah tuanya.

Dari contoh tersebut, baik Mark maupun Warren gak pengin sekadar terlihat kaya, tapi emang pengin benar-benar kaya.

Terakhir, kamu harus ingat kalau kita gak bisa pilih lahir dari keluarga mana. Ada yang emang kaya dari lahir, ada yang karena usahanya. Namun, kamu tetap bisa hidup dengan finansial yang stabil. Caranya? Kamu bisa berbisnis, dan yang lebih penting gak menghambur-hamburkan uang buat hal-hal gak penting.  

Itu namanya jadi orang kaya sebenarnya. Itu juga goal yang harus kamu capai!