Omzet Sampai Rp 200 Juta, Ini 5 Usaha Makanan Lokal yang Bisa Ditiru

Pada dasarnya, usaha apa pun bisa membawa untung. Pengin usaha jual pakaian, jual kendaraan, jual pulsa, sampai jual beras. Gak terkecuali dagang makanan tradisional.

Selama ini gak sedikit yang menganggap remeh usaha makanan tradisional. Emang sih dari penampilan dan nama kalah populer dari makanan-makanan modern orang perkotaan seperti burger, pizza, atau pasta.

Tapi faktanya anggapan itu salah besar. Kenyataannya, ada beberapa pengusaha yang sukses dari usaha makanan tradisional. Bahkan, omzet yang mereka hasilkan besarnya bukan main, bisa mencapai ratusan juta Rupiah.

Penasaran pengin tahu usaha makanan tradisional apa aja yang membawa untung besar? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Nasi Uduk Manja

makanan tradisional
Nasi Uduk Manja (YouTube)

Di balik rasanya yang lezat, ternyata nasi uduk menyimpan potensi untung yang nikmat. Seperti yang dirasakan Tania Jean Winarta.

Bukan seperti nasi uduk pada umumnya, nasi uduk ala Tania ini disajikan mirip kue yang dikreasikan secara menarik. Di luar dugaan usaha yang diberi nama Nasi Uduk Manja ini diminati banyak orang.

Dari modal Rp 10 juta, Nia bersama kawannya mampu meraup omzet hingga Rp 100 juta per bulan. Kesuksesan Nia ini juga ditopang sama endorse para food blogger yang tentunya punya pengaruh yang kuat buat menentukan selera orang-orang.

2. Sate Taichan Tbob

makanan tradisional
Sate Taichan Tbob (qraved)

Pernah makan sate taichan? Siapa yang menduga kalau sate dengan sambalnya yang pedas itu omzetnya bisa mencapai ratusan juta?

Inilah yang dirasakan Putri Nur Anisa. Ia memulai bisnis pada September 2016. Dengan modal kurang dari Rp 10 juta, ia menjalankan usahanya yang diberi nama Sate Taichan Tbob.

Pilihan Tania buat usaha makanan tradisional ini terbukti sukses. Setiap harinya gerainya dikunjungi 100-150 orang pembeli.

Dari sana, Tania bisa meraup omzet dari Rp 80 juta hingga Rp 100 juta per bulan.

3. Mie Aceh Seulawah

makanan tradisional
Mie Aceh Seulawah (job-like)

Mie Aceh kini menjadi makanan yang populer di perkotaan. Di balik kepopulerannya tersebut, mie Aceh bisa mencetak omzet hingga Rp 90 juta per bulan.

Mie Aceh Seulawah udah membuktikannya. Merek dagang yang dibikin Ratna Dwikora ini terhitung hingga saat ini udah berjalan selama 20 tahun.

Pastinya itu usia yang cukup lama buat bisnis kuliner. Dan ini juga menandakan kalau bisnis ini terus menghasilkan untung.

Mie Aceh Seulawah sendiri pertama kali buka gerai tahun 1996 di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Motivasi wanita yang kini berusia 50 tahun lebih itu sederhana: ia suka makan, khususnya masakan Aceh, dan pengin orang lain suka berminat.

Ratna Dwikora, yang merupakan mantan dosen di salah satu universitas negeri, awalnya menjalankan bisnis ini dengan modal Rp 4 juta. Dengan resep yang khas, usaha makanan tradisionalnya ini bisa bertahan sampai sekarang, bahkan udah dikenal banyak orang.

Dengan modal popularitas, Mie Aceh Seulawah membuka kemitraan dengan modal Rp 350 juta. Dari modal tersebut, dijamin omzet yang diraih bisa mencapai Rp 3 juta per hari.

4. Gado-Gado Siram Kartini

makanan tradisional
Gado-Gado Siram Kartini (probmr)

Usaha emang gak mengkhianati hasil. Inilah yang dirasakan Kartini. Dalam menjalankan usaha jualan gado-gadonya, ia harus benar-benar kerja keras.

Hasilnya, usaha Gado-Gado Siram Kartini miliknya dapat mencetak omzet Rp 100 juta sampai Rp 200 juta per bulan.

Usaha Gado-Gado Siram Kartini pertama kali dijalankannya tahun 2003. Ia memilih kawasan Bumi Serpong Damai sebagai lokasi usahanya. Saat itu ia masih menjalankan usahanya dengan gerobak.

Tanpa diduga-duga, usaha jualan gado-gadonya ini menarik banyak peminat. Dimulai dari situlah, usahanya berkembang hingga akhirnya punya gerai sendiri.

Namun, usahanya tersebut bukan tanpa kendala. Ia pernah merasakan yang namanya ditipu, diganggu preman, hingga kolaps alias bangkrut.

Tapi karena kerja keras dan kesabaran, usaha makanan tradisional yang ia tekuni bisa bangkit dan sukses seperti sekarang.

5. Lontong Opor Pak Pangat

makanan tradisional
Lontong Opor Pak Pangat (YouTube)

Kalau jalan-jalan ke Cepu, Jawa Tengah, jangan lupa mampir ke kedai Lontong Opor Pak Pangat. Warung yang menjual opor ayam ini selalu ramai dikunjungi pembeli.

Dari menjual opor ayam aja, Sutinah, pemilik usaha makanan tradisional ini, mengaku dapat menghasilkan omzet hingga Rp 5 juta sehari. Itu berarti dalam sebulan omzet warung Lontong Opor Pak Pangat bisa mencapai Rp 150 juta.

Sutinah mengaku mulai menjalankan usaha warung opor ini sejak 1997. Namun, usaha ini mulai ramai dibicarakan tahun 2000.

Dengan racikan bumbunya yang khas, usaha Lontong Opor Pak Pangat ini disukai banyak orang.

Jadi, percaya kan sekarang usaha makanan tradisional bisa kasih omzet hingga ratusan juta? Apa kamu tertarik menjalankannya?