OJK: Dana Pihak Ketiga (DPK) Tumbuh 1,25%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kondisi likuiditas industri perbankan maupun individual bank dalam kondisi normal. Begitu pun dengan semua kewajiban perbankan yang sifatnya segera dan jangka pendek bisa dipenuhi.

Table Of Content [ Close ]

Kesimpulan OJK terhadap kualitas permodalan industri perbankan pada akhir triwulan I tahun 2014 itu menunjukan level kecukupan atau Car Adequacy Ratio (CAR) 19,77%. Angka itu jauh di atas regulatory threshold sebesar 8% maupun level berdasarkan profil risiko setiap bank.

Sedangkan penilaian permodalan berdasarkan empat kelompok bank. Yaitu untuk kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 1 sebesar 19,65%. BUKU 2 sebesar 28,44%, BUKU 3 sebesar 17,57%, dan BUKU 4 sebesar 17,96%. Permodalan bank yang memadai tersebut salah satunya dicerminkan dengan rasio kredit. Pinjaman tidak lancar, atau rasio Non Performing Loan (NPL) Net yang cukup rendah, sebesar 1,01%.

Realisasi Bisnis Bagus

Realisasi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2014 yang dipantau OJK menunjukan pertumbuhan Kredit sebesar 0,37%. Sementara pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 1,25% (year to date). Kegiatan intermediasi bank yang diukur melalui Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah sebesar 91,17%.

Pertumbuhan Kredit dan DPK selama periode triwulan awal 2014 tersebut dinilai masih on-track dengan RBB secara keseluruhan. Pihaknya akan memantau secara berkesinambungan realisasi setiap bank mengingat 2014 merupakan tahun Pemilihan Umum (Pemilu). Selain juga tahun persiapan menghadapi Komunitas Ekonomi Asia yang dimulai pada 2015.

Regulator sendiri masih terus mengupayakan pertumbuhan dana pihak ketiga lebih baik lagi kedepan.

Referensi: http://ojk.go.id/siaran-pers-ojk-menilai-kinerja-industri-perbankan-dalam-kondisi-memadai