OJK Aplikasikan Standar Internasional untuk Asuransi Syariah

Pesatnya pertumbuhan industri asuransi syariah di Indonesia mendapat perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai respons dari pertumbuhan itu, OJK berencana menerapkan standar internasional manajemen risiko industri asuransi tersebut.
Rencana itu berangkat dari kesertaan OJK dalam 24th Meeting of The Islamic Financial Services Board (IFSB) Council di Brunei Darussalam 25-27 Maret 2014. OJK yang telah menjadi anggota penuh IFSB memandang itu sebagai momentum yang tepat untuk memperkuat pengaturan penerapan international best practice manajemen risiko di asuransi syar’iTanah Air.

Pengawasan Industri Keuangan Syariah

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, menekankan perlunya mengembangkan pengawasan industri keuangan syariah yang mengacu pada aturan-aturan yang ditetapkan di internasional. Begitu pun dengan penerapan manajemen risiko asuransi tersebut (takaful).
Naiknya populasi kelas menengah di Indonesia, sambung Muliaman, telah memicu naiknya permintaan produk asuransi. Termasuk di dalamnya produk asuransi syariah. Di sinilah perannya penerapan manajemen risiko asuransi.
Mulaiman berpendapat penerapan manajemen risiko itu bertujuan agar perkembangan asuransi syariah dapat dicapai secara berkesinambungan dan sehat. ” Tentunya juga sebagai upaya untuk mempersiapkan industri keuangan syariah kita siap dalam menghadapi era ekonomi terintegrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,” katanya dalam rilis yang dikutip dari situs OJK.go.id.