Nunda Kuliah Gak Perlu Minder, Isi dengan 6 Aktivitas Produktif Ini

Ada yang berencana menjalani gap year alias nunda kuliah selama beberapa waktu, tahun ini?

Gak semua orang bisa langsung lanjut kuliah usai lulus SMA. Alasannya pun beragam. Mulai dari biaya, belum diterima di kampus idaman, ingin travelling, atau mau coba kerja dulu.

Meski mayoritas lulusan SMA di Indonesia ingin lanjut kuliah segera setelah lulus SMA, nunda kuliah gak otomatis jadi hal yang buruk.

Jika kamu mengisi waktu nunda kuliah dengan aktivitas yang tepat, bukan gak mungkin kamu jadi punya soft skill atau hard skill yang lebih unggul dibanding mereka yang langsung lanjut kuliah. Dengan nunda kuliah, kamu juga jadi bisa mengenali minat dan bakatmu lebih dalam. Jadi, kemungkinan mengalami nasib “salah jurusan” saat kuliah nanti bisa lebih dihindari.

Faktanya, banyak tokoh dunia yang memilih jalani gap year sebelum melanjutkan studinya, kayak Benedict Cumberbatch, Emma Watson, JK. Rowling, dan masih banyak lagi.  

Nah, biar waktu nunda kuliahmu gak sia-sia, yuk tiru aktivitas gap year yang terinspirasi dari para tokoh dunia ini.

1.  Magang

gap year
(Image: pexels)

Ingin mengasah skill atau menambah pengalaman? Cobalah magang, bekerja part time, ataupun full time. Kamu bisa memilih pekerjaan yang bisa meningkatkan skill pada bidang yang jadi minatmu.

Contohnya, kayak yang dilakukan oleh Malia Obama. Meski udah diterima di Harvard University, Malia memutuskan untuk menunda kuliah dengan melakukan kegiatan yang ia suka.

Dia menjalani hobinya dengan magang di Weinstein Co, perusahaan Hollywood ternama milik Harvey dan Bob Weinstein. Selain itu dia juga magang di Kedutaan Besar AS di Spanyol dan sekolah alam di Bolivia dan Peru.

Sekalipun kelak kamu magang di tempat yang bukan minatmu, gak perlu berkecil hati. Pengalaman magang di mana pun pasti menyimpan banyak pelajaran yang berguna setidaknya buat soft skill-mu. Dari cara berinteraksi dengan orang lain, bekerja sama, sampai belajar hidup mandiri.

2. Belajar secara intensif

gap year
(Image: pexels)

Jika alasanmu nunda kuliah adalah gara-gara belum diterima oleh kampus atau jurusan idaman, sekarang saatnya belajar secara intensif. Kamu juga bisa mengikuti bimbingan belajar agar lebih maksimal.

Daripada tetap kuliah di jurusan yang gak kamu suka dan jadi setengah-setengah menjalaninya, gak apa-apa kok jika memang mau menunda dan mempersiapkan diri biar tetap bisa masuk di kampus idaman.

Selain itu, belajar secara intensif juga bisa kamu lakukan untuk mendalami minat atau pekerjaan yang kamu suka.

Hal inilah yang dilakukan oleh Emma Watson. Selama masa gap year, ia memperkaya pengetahuannya dengan membaca banyak buku, terutama buku bertemakan feminisme. Berkat hal tersebut, ia pernah didapuk jadi Duta Wanita PBB lho.

3. Travelling

gap year
(Image: pexels)

Banyak nih tokoh dunia yang memilih travelling saat gap year. Salah satunya adalah Pangeran Harry dan Pangeran William. Mereka menjalani kehidupan di area pedesaan dan negara-negara berkembang.  

Gunakan kesempatan travelling buat menciptakan pengalaman-pengalaman yang bisa menunjang karier kamu. Bukan sekadar ngumpulin foto keren di Instagram.

Pergi travelling dapat membuka wawasan sekaligus memperkaya cara pikirmu. Selain itu, kamu juga bisa mengenal kebudayaan baru, mengasah kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi, hingga mendapatkan teman-teman baru.

4. Menyendiri untuk lebih mengenal diri

gap year
(Image: pexels)

Inilah yang dilakukan oleh dua tokoh besar dunia, Benedict Cumberbatch dan Steve Jobs. Mereka memilih India sebagai tempat mereka merenung dan kontemplasi alias mengenali diri mereka sendiri.

Benedict, pemeran Sherlock di serial “Sherlock Holmes” versi BBC ini menetap di sebuah kota kecil bernama Darjeeling. Sementara Steve Jobs bermeditasi di daerah pegunungan selama berbulan-bulan untuk mencari “esensi kehidupan”.

Untuk mengenal diri sendiri, kamu gak perlu mencoba hal seekstrem mereka. Setidaknya, luangkan waktu untuk merenungi apa yang benar-benar kamu suka dan ingin kamu lakukan. Jika belum tahu, jangan ragu mencoba banyak hal sampai menemukan yang cocok buatmu.

5. Jadi volunteer

gap year
(Image: Idn Times)

Daripada leyeh-leyeh di rumah, mending beri kontribusi buat orang lain atau bahkan negara. Waktu luangmu bisa banget dimanfaatkan buat jadi volunteer alias sukarelawan. Meskipun konsep volunteer adalah kita bekerja atau membantu tanpa dibayar, kenyataannya kitalah yang “dibantu” dan mendapatkan pelajaran tak bernilai.

Sebagai relawan kamu bisa menambah networking, meningkatkan self-esteem dan kepercayaan diri karena merasa bisa berguna buat orang lain, juga dapat skill spesifik sesuai bidang kerelawanan yang dipilih.

Misalnya nih kamu menjadi relawan di komunitas difabel. Kamu akan dibekali berbagai macam ilmu, seperti berbicara menggunakan bahasa isyarat. Kelak, kemampuan ini bisa jadi ladang rezeki, misalnya dengan bekerja sebagai penerjemah bahasa isyarat di televisi maupun event-event tertentu.

6. Kursus sesuai hobi

Hobi bisa jadi sumber penghasilan jika skill-mu mumpuni. Untuk itu, masa-masa “tunggu” ini bisa kamu manfaatkan dengan mengambil kursus yang bisa mengasah minat atau hobimu. Kamu bisa ikut kursus membuat kue, les musik, menjahit, atau apa pun.

Selain kursus skill sesuai hobi, kamu juga bisa kursus berbagai bahasa asing. Kemampuan ini bukan cuma bikin value kamu bertambah saat kuliah, tapi juga jadi poin plus dalam CV-mu nanti.

Meski menunda kuliah tampak “hemat” karena kamu belum bayar biaya kuliah, tapi bukan berarti menunda kuliah gak butuh pengorbanan. Buat bisa tetap beraktivitas, kamu tetap butuh uang setidaknya buat transportasi ke sana-sini.

Kamu juga harus bersiap merasa “tertinggal” dari teman-teman seangkatanmu dulu. Oleh sebab itu, pengorbananmu ini gak boleh jadi sia-sia. Isilah masa gap year dengan kegiatan produktif dan berfaedah biar kamu tetap bisa berbangga meski menunda kuliah. Buktikan kalau kamu bahkan bisa lebih sukses dari mereka yang kuliah tepat waktu. Semangat!