Niat Hemat, 5 Mitos Belanja di Supermarket Ini Justru Ngabisin Duit

Ada banyak cara belanja hemat. Tapi, di antara tips yang dipercaya itu, ada pula yang ternyata cuma mitos belanja belaka.

Sayangnya gak banyak yang menyadari, bahkan menjadikannya sebagai kebiasaan. Orang-orang ini bakal terus melakukan itu setiap berbelanja.  

Gak perlu panjang-panjang lagi, ini lima mitos belanja di supermarket yang bikin kantong jebol. Cek deh, jangan-jangan masih ada yang sering kamu lakukan.

1. Beli dalam jumlah banyak selalu lebih hemat

mitos belanja

Promo harga dalam ukuran lebih besar atau model bundel sering ditawarkan supermarket biar konsumen membeli lebih banyak. Tapi, benarkah harganya jadi lebih hemat?

Buat memastikannya emang perlu dihitung harga tiap produk secara satuan dan dibandingkan dengan yang biasa. Tapi bagaimanapun, kamu belum tentu membutuhkan semuanya.

Jangan sampai demi menghemat beberapa ribu, kamu jadi membeli yang gak kamu perlu.

Ada lho barang-barang yang sebaiknya gak kamu beli dalam jumlah banyak. Contohnya produk-produk perawatan kulit atau rambut.  Setelah kemasan dibuka, keefektifan produk biasanya bakal berkurang dalam waktu tiga sampai enam bulan aja.

2. Sayuran atau buah-buahan organik pasti sehat

Mitos belanja

Sayuran organik umumnya lebih mahal dari sayuran biasa. Tapi apakah udah pasti lebih sehat?

Sayur atau buah-buahan organik emang mengandung pestisida yang jauh lebih sedikit dibanding produk non organik. Tapi, hasil penelitian di Stanford menunjukkan bahwa gak ada perbedaan nutrisi secara signifikan pada dua produk itu.  

Selain itu, gak jarang produk organik juga diimpor dari luar negeri sehingga telah melalui waktu yang panjang dari masa panen hingga masa konsumsi. Alhasil, nutrisi yang didapat pun gak maksimal lagi.

Dibandingkan produk organik, sayur atau buah lokal yang jauh lebih hemat, bisa jadi lebih sehat karena antara masa panen dan waktu konsumsi gak gitu lama.

3. Merek terkenal pasti lebih bagus

mitos belanja

Bukan hal aneh sih jika kita lebih memilih produk dengan merek populer dibanding yang gak.

Tanpa sadar kita menganggap produk tersebut punya kualitas yang lebih baik atau rasa yang lebih enak. Sejalan dengan itu, biasanya harganya juga lebih mahal.

Tapi, menurut Claudia Sidoti, kepala koki HelloFresh, hal ini gak selalu berlaku. Produk populer umumnya mengeluarkan uang lebih banyak buat promosi. Sementara soal kualitas, bisa jadi brand biasa sama baiknya atau malah lebih baik.

Apa mitos belanja ini salah satu yang kamu percaya?

4. Patuhi daftar belanjaan bikin hemat

mitos belanja

Salah satu tips yang umum diberikan buat hemat berbelanja adalah bikin daftar belanjaan dan mematuhinya. Benar gak?

Tapi tahukah kamu, terkadang bersifat fleksibel itu lebih diperlukan.

Supermarket kadang memberikan promo produk-produk tertentu dengan potongan harga lumayan. Jika produk ini gak ada di daftarmu karena belum habis terpakai di rumah, kamu sama aja udah melewatkan kesempatan buat menghemat buat pengeluaran di masa mendatang.

Tapi ingat, pastikan produk tersebut emang dibutuhkan ya.

5. Belanja sebulan sekali lebih irit

Belanja bulanan alias belanja sebulan sekali banyak dipilih orang. Salah satu alasannya karena membeli kebutuhan dalam satu waktu pasti jadi lebih hemat. Benarkah gitu?

Faktanya, terdapat produk-produk yang gak bisa disimpan dalam waktu lama. Alhasil, bukan gak mungkin sayuran atau produk lain yang telah dibeli buat sebulan ke depan busuk duluan.

Meski gitu, di sisi lain, membeli keperluan pokok secara massal dapat mencegahmu dari pembelian barang secara impulsif.

Adakah mitos belanja yang masih kamu yakini dan lakukan hingga saat ini?

Mitos tersebut gak sepenuhnya salah sih, tapi juga gak seratus persen benar. Analisa dulu plus-minus tiap mitos buat pengeluaran belanja yang lebih efisien. Contohnya, kamu mungkin bisa tetap belanja produk-produk dengan batas kedaluwarsa lama sebulan sekali. Namun, belilah produk-produk segar seminggu atau beberapa hari sekali.

Tahu mitos belanja lain yang menurutmu malah bikin kantong jebol? Jangan lupa share di kolom komentar ya!