Ngutang Buat Liburan Bisa Aja, tapi Yakin Gak Nyesel?

Dulu, liburan pakai uang pinjaman terkesan maksain dan punya kesan negatif. Tapi sekarang malah bertebaran e-commerce perjalanan yang menawarkan paket cicilan. Atau berbagai produk perbankan maupun non-perbankan yang menawarkan kredit tanpa agunan (KTA) yang bisa jadi modal liburan. Semuanya sama aja sih. Sama-sama liburan dulu keluar duit kemudian.

Yah, gimana lagi hasrat buat liburan udah mendesak tapi duit masih mepet buat pergi ke tempat idaman. Gak apalah sekali-kali melepas kepenatan dari rutinitas. Toh, kita masih mampu buat bayar cicilannya usai liburan.

Yakin nih gak apa-apa? Coba kita analisa sama-sama, kira-kira liburan pakai uang pinjaman ada untungnya gak yah?

Sebelum ke sana, kita bahas sedikit dulu soal pinjaman alias utang. Secara umum, utang bisa dibagi jadi dua yaitu utang baik dan utang buruk. Berikut penjelasannya.

Utang baik vs utang buruk

Liburan pakai uang pinjaman
(Image: Merdeka)

Kamu mungkin udah gak asing sama dua istilah ini: utang buruk dan utang baik. Intinya kalau menurut perencana keuangan kawakan Amerika, Robert T. Kiyosaki, utang buruk adalah utang yang digunakan untuk barang atau hal yang nilainya semakin lama semakin kecil atau bahkan habis. Umumnya digunakan untuk keperluan konsumtif.

Sementara pada utang baik berlaku sebaliknya. Nilai barang semakin lama semakin bertambah. Jadi, utang ini justru dapat membuat uang masuk ke kantong.

Seberapa berbahaya utang buruk?

liburan pakai uang pinjaman
(Image: crossfitdevotion)

Berapa pun nominalnya, utang buruk akan membuatmu terbiasa menghabiskan uang lebih dari yang kamu punya. Memaksakan diri mengutang alih-alih menabung buat keinginan (bukan kebutuhan) bisa jadi bukti rendahnya pengendalian diri. Hal ini jika tidak diatasi bisa jadi masalah di kemudian hari.

Lagipula, utang bukan dipinjamkan secara cuma-cuma. Ada bunga dan biaya lainnya yang membuat pengeluaranmu jadi lebih besar dari seharusnya. Lalu, penghasilan yang akan kamu dapatkan di masa depan akan terpotong cicilan pembayaran utang.

Yakin mau menghabiskan uang untuk barang atau hal yang udah gak kerasa lagi manfaatnya?

Di sisi lain, utang buruk juga bikin tujuan keuanganmu yang lain jadi sulit terwujud. Boro-boro buat nabung kalau masih ada utang yang harus dilunasi. Benar gak?

Nah, mari kembali ke topik utama. Apakah utang buat liburan adalah utang buruk atau utang baik?

Pinjaman liburan = utang baik, jika…

liburan pakai uang pinjaman
(image: miignon)

Jika kamu liburannya sambil kerja baru deh bisa disebut utang baik atau dianggap utang produktif. Misalnya, karena kamu jago nyanyi, kamu liburan ke Bali sekaligus menerima tawaran manggung di sana. Tapi karena lagi kere mau gak mau beli tiket dengan cara menyicil. Toh, bayaran manggungmu bisa menambal biaya tiket.

Tapi, kalau tujuan liburanmu memang murni buat senang-senang dan cuma mengeluarkan uang, terimalah fakta kalau pinjaman liburan masuk kategori utang buruk. Oleh sebab itu, dampak dari utang buruk yang udah dijelaskan di atas bisa kamu alami juga kalau liburan pakai uang pinjaman.

Kesimpulannya…

Liburan pakai uang pinjaman memang ada untungnya sih, yaitu liburan jadi cepat terlaksana. Tapi, kerugiannya  bisa jauh lebih banyak.

Oleh sebab itu, jika memang mau liburan, rencanakanlah jauh-jauh hari dan persiapkan anggaran dengan menabung. Dengan begitu, pulang liburan gak terbebani dengan cicilan yang menanti.

Emangnya mau masih bayar cicilan liburan buat beberapa waktu ke depan padahal liburannya udah lama kelar?