Nggak Usah Khawatir Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Dihapus, Bakal Ada Subsidi Selisih Bunga

Masih ingat dengan program besutan pemerintah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)? Yup, program tersebut membantu masyarakat berpenghasilan rendah buat mengakses kredit pemilikan rumah (KPR).

 

Dengan program FLPP, masyarakat berpenghasilan nggak lebih dari Rp 4 juta memiliki kesempatan buat memiliki rumah impian. Bunga cicilannya pun ringan, cuma 5 persen per bulan dan flat.

 

Sayangnya, program FLPP dihentikan per Juli 2015 karena dana subsidi dari pemerintah sebesar Rp 5,1 triliun sudah habis. Tapi jangan khawatir, pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyiapkan program baru buat membantu masyarakat mendapatkan KPR.

 

[Baca: Mau Punya Tempat Tinggal? Rumah Susun Milik Bisa Jadi Solusi untuk Penghasilan di Bawah Rp 4,5 Juta]

 

Program Subsidi Selisih Bunga (SSB)

Program SSB ini memiliki mekanisme yang hampir mirip dengan FLPP. Selain masih fokus pada masyarakat berpenghasilan rendah, program SSB ini juga memiliki peraturan yang sama dengan FLPP.

 

 

1. DP KPR rendah

Sama seperti program FLPP, DP KPR lewat mekanisme SSB masih 1 persen dari harga rumah.

 

 

2. Bunga rendah

Bunga cicilan yang ditetapkan flat sebesar 5 persen per bulan.

 

 

3. Gaji maksimal

Masyarakat bisa mengajukan KPR dengan SSB asalkan gaji nggak lebih dari Rp 7 juta.

 

Cara Kerja SSB

Program SSB ini ditetapkan sesuai Peraturan Presiden no.112/2015 tentang Pendanaan Program Sejuta Rumah. Dana SSB ini berasal dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (P2DPP).

 

fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan

Dengan program SSB, mengakses KPR jadi nggak berat lagi

 

 

Program SSB ini memiliki dana kelolaan sebesar Rp 57 miliar. Program ini digadang-gadang bisa menyediakan 67.000 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Nantinya masyarakat bisa mengajukan KPR dengan SSB lewat Bank BTN.

 

Cara kerjanya cukup sederhana. Misalnya saja bunga cicilan KPR pada tahun ini adalah 13 persen. Maka pemerintah akan mensubsidi 8 persen bunga cicilan tersebut. Jadi masyarakat cukup membayar bunga 5 persen saja.

 

[Baca: KPR untuk Rumah yang Belum Dibangun? Beneran Bisa?]

 

Ada syarat yang harus dipenuhi untuk bisa ikut program ini. Apa saja syaratnya?

  1. Warga negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia
  2. Telah berusia 21 tahun atau telah menikah
  3. Pemohon maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah.
  4. Gaji /penghasilan pokok tidak melebihi :

– Rp 4 juta untuk rumah sejahtera tapak

– Rp. 7 juta untuk rumah sejahtera susun

5. Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun

6. Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku

fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan

 Saat ini baru Bank BTN yang digandeng untuk menyalurkan program SSB

 

 

Selain itu, pemerintah juga menetapkan aturan penghunian, yaitu:

  1. Merupakan rumah pertama dan dijadikan tempat tinggal pemilik sendiri
  2. Jika pemilik meninggalkan rumah secara terus-menerus selama satu tahun tanpa memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian, pemerintah berwenang mengambil alih kepemilikan rumah tersebut.
  3. Ketentuan sewa /pengalihan pemilikan dibolehkan dengan syarat:

– Rumah diwariskan

– Telah dihuni minimal lima tahun untuk rumah tapak

– Telah dihuni minimal 20 tahun untuk rumah susun

– Pindah tempat tinggal karena meningkatnya kondisi sosial-ekonomi; atau

– Cicilan kredit tertunggak atau gagal dilunasi, sehingga bank mengambil alih kepemilikan

 

Nah, memiliki rumah sudah bukan cuma mimpi di siang bolong dong. Makanya, mulai semangat menabung mulai dari sekarang demi rumah impian.

 

[Baca: Pusing Dengan Bunga Mengambang KPR, Coba Pengajuan KPR Syariah Aja]

 

 

 

Image credit:

  • http://gambar-rumah.com/attachments/malang/2656193d1430264381-new-promo-perum-program-flpp-img_20150421_202837.jpg
  • http://assets.kompas.com/data/photo/2013/09/04/1601226bank-tabungan-negara-btn780x390.jpg