Netralkan Nasib Apes lewat Dana Darurat

Semua orang berpotensi mengalami nasib apes. Siapa yang menduga kena musibah mobil mogok atau rumah rusak gara-gara kebanjiran. Di saat seperti itu, pasti butuh uang yang jumlahnya tak sedikit.

 

Iya kalau saldo di tabungan masih mencukupi bisa gampang mengurasnya. Bagaimana kalau sebaliknya? Akhirnya kepikiran untuk pinjam uang. Bisa ke teman, saudara, atau bisa jadi langsung ke bank. Sasarannya mengajukan pinjaman kredit tanpa agunan (KTA).

 

Beda kasus bagi yang sudah menyiapkan dana darurat. Dalam kondisi seperti itu, mereka tak bakalan panik dan lari mencari pinjaman. Pasalnya, saat kondisi keuangan lagi surplus, sebagaian pendapatan dialokasikan sebagai dana darurat.

 

Sesuai dengan namanya, dana darurat adalah dana yang diperuntukan dalam kondisi atau kejadian yang sifatnya darurat. Ketersediaan dana ini akan membuat cash flow keuangan tak terganggu.

 

Sayangnya, tak semua orang mau mempersiapkan dana darurat. Masih banyak yang mengandalkan utang atau menggadaikan barang sebagai solusi instan saat terjadi insiden.

 

Padahal mengelola keuangan itu sebaiknya mengikuti ungkapan hidup itu ibarat roda berputar. Hal ini sebagai bentuk mawas diri lantaran tak selamanya orang hidup itu di atas. Ada waktunya bakal di bawah mengalami kesialan maupun keterpurukan.

 

Tak selamanya kondisi keuangan masih surplus dan tiada utang. Tetap ada potensi seseorang yang kini kondisi keuangannya surplus bisa sewaktu-waktu mengalami defisit. Parahnya lagi, kondisi itu bisa tak terduga terjadi. Itulah kenapa perlunya mengalokasi sebagian pendapatan sebagai dana darurat.

 

Dana darurat itu tak hanya berlaku bagi yang sudah berkeluarga saja. Individu yang masih single pun disarankan menyisihkan pendapatannya untuk dana darurat. Sebaiknya pula, dana darurat diprioritaskan terlebih dulu sebelum pendapatan dipecah-pecah lagi ke instrumen investasi.

 

Soal besarannya, itu kembali lagi pada kebutuhan Netralkan Nasib Apes lewat Dana Daruratindividu. Tak ada rumusan yang pasti berapa besaran dana darurat yang mesti disiapkan.

 

Di mana menyimpan dana darurat? Jawabannya bisa bervariasi. Ada yang cukup lewat tabungan tapi ada pula yang mengalihkannya dalam bentuk emas.

 

Intinya, dana darurat sifatnya harus likuid alias gampang dicairkan jika butuh uang sewaktu-waktu. Maka itu, hindari menyimpan dana darurat dalam bentuk deposito. Jika nekat mencairkan, maka akan merugikan karena akan terkena pinalti yang besarannya ditetapkan bank.