Nekat Nerobos Busway Kayak Dewi Perssik? Ini 4 Kerugiannya

Beberapa hari terakhir, nama pedangdut Dewi Perssik lagi rame banget diperbincangkan. Bukan, bukan karena rilis lagu baru. Tapi karena pedangdut yang mempopulerkan goyang gergaji ini berseteru dengan pihak TransJakarta lantaran menerobos jalur busway.

Waduh, hebat juga ya mbak Dewi ini. Masalahnya, Gubernur DKI saja gak diizinkan lho main nyelonong ke jalur TransJak.

Asal muasal peristiwa itu terjadi pada 24 November 2017 pukul 19.00 di wilayah Pejaten, Jakarta Selatan. Pedangdut kondang yang kerap disapa DP ini melaju dengan mobil Jaguar pelat B 12 DP yang dikendarai sang suami.

Menurut laporan dari Detik.com, alasan Dewi Perssik menerobos jalur busway adalah karena dirinya bergegas ke rumah sakit. Insiden ini pun berujung percekcokan antara DP dan petugas TransJakarta. Alhasil, DP pun sempat di-bully netizen.

Berkaca dari insiden Dewi Perssik ini, kita pasti sudah tahu kalau menerobos jalur busway itu jelas gak diperbolehkan. Dan apabila peraturan itu dilanggar, percaya deh kalau ini justru lebih banyak membawa rugi ketimbang untung.

Berikut ini empat ancaman kerugian yang bisa menimpamu kalau nerobos jalur TransJak:

1. Ancaman penjara 2 bulan dan denda Rp 500 ribu

Dewi Perssik
Ancaman hukuman nerobos busway gak main-main lho, masih berani ngikutin mba DP? (Kompas)

Larangan mobil pribadi masuk busway sudah dijelaskan di Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Darat pasal 287.

Di sini dijelaskan kalau kendaraan bermotor gak boleh melanggar rambu lalu lintas, termasuk menerobos busway yang jelas-jelas sudah dipasang tanda peringatan.

Bila melanggar, silakan saja baca pasal 106 ayat 4 huruf b. Sudah jelas kalau kamu bakal terancam hukuman penjara maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu. Gak jauh beda deh sama ketilang pas Operasi Zebra.

[Baca: Kena Operasi Zebra, Siap-Siap Rugi Jutaan Rupiah Kalau Ngelanggar]

2. Ribet kalau ada Bus TransJakarta yang mogok

dewi perssik
Bus mogok terus kamu di belakangnya. Wassalam deh (Kapanlagi)

Tanpa disadari, ketika kamu menerobos busway, kendaraan-kendaraan yang ada di belakangmu biasanya suka ngekor. Mereka berpikir, “Ah yang depan aja berani nerobos, berarti situasi aman atau kalau ketangkep juga rame-rame lah.”

Tapi jangan salah, kalau tiba-tiba saja di depanmu ada bus TransJakarta yang mogok, maka selesai sudah. Siap-siap tua di jalan dan gak nyampe-nyampe ke tempat tujuan. Belum lagi kalau tiba-tiba pak Polisi datang.

Bila ada bus mogok di depanmu, sudah pasti kamu bakal diminta mundur bukan? Lha apa kabar kalau banyak kendaraan yang sudah antri di belakang mobilmu? Lalu lintas jadi kacau balau, jangan protes kalau disorakin para pengguna jalan.

3. Bisa jadi korban kecelakaan

dewi perssik
Kalau gak mau mengalami nasib seperti ini ya jangan nyelonong ke busway (Poskota)

Udah banyak peristiwa kecelakaan yang terjadi di busway. Kalau yang menerobos adalah pengguna kendaraan roda dua, risikonya bisa tewas di jalan.

Sempat ada kejadian di mana pengguna motor masuk ke busway dan hendak menyalip bus, tapi apa yang terjadi? Dia malah terhimpit bus. Apa gak ngeri tuh?

Sementara itu jika pengguna mobil menerobos jalur busway, maka sudah pasti ada risiko mobilmu dicium sama bus TransJakarta yang melaju dengan kecepatan tinggi. Kalau sudah begini salah siapa? Ya salah yang nyerobot dong, wong itu jalur buat bus kok.

Pada tahun 2016 aja Sekretaris Provinsi Jakarta telah melaporkan bahwa ada 852 kecelakaan di busway. So, masih berani nerobos?

[Baca: Ketika Mengalami Kecelakaan, Jangan Panik. Lakukan 4 Hal Ini]

4. Merusak kaki-kaki mobil

dewi perssik
Apa gak sayang tuh kalau kaki-kaki mobilnya bermasalah? (Liputan6)

Untung saja, separator busway sudah banyak yang ditinggikan. Hal itu memang bisa mengurangi keinginan para pengguna mobil masuk ke jalur ini.

Tapi jangan salah, beberapa wilayah di Jakarta, sebut saja seperti di Cawang, masih memiliki separator busway yang tergolong rendah. Mobil-mobil tipe SUV bisa menerobosnya dengan mudah. Tapi kalau mobil Jaguar kayak yang dinaikin Dewi Perssik? Pikir-pikir deh.

Meskipun kamu bisa melakukan hal ini, ingat lho menerobos separator busway ada risikonya. Yang jelas, velg bisa peyang atau bahkan bisa pecah kalau benturannya keras. Selain itu, shockbreaker juga bisa bengkok.

Kalau dua komponen itu sudah bermasalah, ongkos perbaikannya bisa di atas Rp 1 juta. Rela keluar duit sebanyak itu buat reparasi? Uang sebanyak itu tentu mah mending dipakai buat investasi reksadana.

[Baca: Ini 10 Reksadana Saham Terbaik 2017 dengan Return Sampai 28%]

Terbukti kan kalau menerobos busway gak akan pernah jadi solusi menghindari macet. Kalau mau ngerasain melintas di busway, ya naik TransJakarta aja dong.

Oh ya satu lagi nih, beberapa mobil memang ada yang diperbolehkan untuk nerobos busway. Mobil itu adalah mobil presiden, wakil presiden, dan menteri-menteri. Pokoknya yang berpelat RI. Kendaraan pejabat berpelat belakang RFS aja gak boleh.

Jelas kan, mau itu gubernur, pejabat kepolisian, sampai TNI aja udah pasti gak boleh masuk jalur Transjak. Apalagi “cuma” Dewi Perssik.