Nasabah KPR Meninggal, Lantas Gimana Nasib Cicilan Rumahnya?

Bencana bisa datang kapan saja. Bahkan saat kita sedang punya banyak tanggungan di depan mata, misalnya cicilan kredit pemilikan rumah (KPR).

Biasanya, salah satu hal yang dijadikan daya tarik KPR adalah lamanya jangka waktu cicilan alias tenor. Soalnya, jumlah cicilan bisa dibikin serendah mungkin.

Tapi, di balik keringanan ini, ada bahaya mengintai. Bagaimana nasib cicilan jika nasabah KPR meninggal?

Nah lho. Apa mungkin cicilan langsung dianggap lunas begitu saja? Kok enak. Ini kasusnya kurang-lebih sama ketika cicilan kendaraan masih ada saat debitur meninggal.

Ketika terjadi kasus nasabah meninggal saat cicilan KPR masih ada, berlaku sejumlah syarat dan ketentuan yang disepakati pihak bank selaku pemberi kredit dengan penerima kredit. Syarat tersebut bertalian erat dengan yang namanya asuransi jiwa.

Buat yang alergi dengan asuransi, mungkin hal ini akan mengubah mindset kalian. Jika dalam proses KPR sebelumnya kita selaku debitur sudah terdaftar asuransi jiwa, proses selanjutnya akan lebih mudah.

Tapi jika tidak, itu namanya sudah jatuh tertimpa tangga. Buat keluarga kita tentunya, karena situasinya kita selaku debitur sudah meninggal.

Sebab, selain kehilangan anggota keluarga, mereka masih harus melunasi cicilan KPR. Bayangkan betapa beratnya mencicil tiap bulan dengan kondisi kehilangan sang pencari nafkah.

mengatur keuangan setelah menikah

 

Di sinilah asuransi menemukan kepentingannya. Dengan asuransi jiwa, akan lain ceritanya. Sebab, cicilan KPR bisa dianggap lunas.

Tapi apakah segampang itu? Tentu saja gak. Dalam perjanjian asuransi jiwa KPR, mesti dicermati tiap poinnya. Bagaimana kriteria cicilan bisa dianggap lunas jika nasabah meninggal?

Selain itu, tiap-tiap perusahaan asuransi menawarkan program asuransi jiwa KPR yang berbeda. Kita sebagai konsumen bisa memilih mana yang terbaik.

Terbaik di sini bukan berarti yang termahal ya. Baik-buruknya program asuransi bergantung pada kebutuhan dan kondisi finansial kita. Yang bisa menilai tentunya ya kita sendiri.

Secara umum, jika bayar premi asuransi jiwa saat proses KPR dan cicilan lancar terus, sisa utang KPR itu bisa dianggap lunas. Pihak ahli waris bisa mengajukan klaim kematian untuk melunasi cicilan KPR jika nasabah meninggal.

Sebaliknya, kalau gak ikut asuransi, otomatis ahli waris yang menerima beban membayar cicialn sampai lunas. Bank gak akan peduli betapa beratnya kondisi finansial keluarga.

Jika sudah mentok, bank bisa menggugat hukum atas kelalaian keluarga melunasi KPR. Yang artinya, bangunan yang di-KPR-kan bisa disita bank.

Menilik penjelasan di atas, sisa cicilan KPR bisa dianggap lunas jika memenuhi syarat berikut ini:

  1. Ikut asuransi jiwa dan rutin bayar premi
  2. Gak ada tunggakan cicilan KPR

Namun harus ditekankan, tiap perusahaan asuransi punya penawaran tersendiri soal asuransi jiwa KPR. Jadi, cair atau tidaknya klaim kematian tersebut bergantung pada syarat yang ditenukan pihak asuransi.

Misalnya perusahaan A meminta dokumen kematian yang komplet. Mulai dari rekam medis sampai kuitansi di rumah sakit baik asli maupun salinan. Jika gak sanggup memenuhi satu syarat saja, bukan mustahil klaim ditolak.

cara kerja analis kredit bank

Itu sebabnya, kita harus cermat membaca isi perjanjian asuransi. Yang sering terjadi adalah orang gak teliti baca polis, ketika klaim ditolak lalu mencak-mencak.

Menuding ada penipuanlah. Cerita-cerita hal buruk ke kerabatlah. Sampai lapor ke polisi.

Bagaimanapun, perusahaan asuransi yang bonafide akan berusaha sekeras mungkin mematuhi hukum. Gak ada ruginya meluangkan waktu sehari untuk membaca polis sebelum meneken perjanjian asuransi tersebut.

Asuransi jiwa gak hanya penting saat kita mengajukan KPR. Dalam kondisi biasa pun asuransi punya relevansi.

Kita bukan peramal yang bisa memprediksi bencana, bukan? Lebih baik sedia payung sebelum hujan, daripada telanjur basah malah masuk angin.

 

Yang terkait artikel ini:

Jangan Gak Peduli Sama Asuransi Jiwa, Pahami Pentingnya Memahami Polis Asuransi Jiwa

Mengulas 4 Macam Asuransi Jiwa Agar Anda Tahu Pilih yang Mana

Nasabah Kredit Motor Meninggal Dunia, Lantas Bagaimana Nasib Utangnya?