Nabung di Bank Syariah Bukan Sekadar Ibadah Praktikkan Hadist Nabi

Masih ada yang berpendapat menabung di bank syariah lebih kental nuansa ibadahnya. Misalnya saja ada potongan untuk infak, meniadakan bunga bank, dan aturan mainnya berdasarkan hukum Islam. Singkatnya, menabung sambil ibadah begitu.

 

Tidak ada yang salah sih dengan anggapan itu. Padahal nabung di bank syariah benefitnya tak melulu berkaitan dengan ibadah. Banyak kok pilihan produk tabungan syariah yang sebenarnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

 

Lagi pula tak sulit mencari bank syariah. Hampir bank-bank papan atas di Indonesia sudah ada unit syariahnya. Misalnya saja Bank BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, sampai yang pertama kali beroperasi yaitu Bank Muamalat.

 

[Baca: Lebih Jauh Seputar Kredit Tanpa Agunan Syariah]

 

 

Lalu bank syariah biasanya menawarkan dua jenis tabungan. Pertama, tabungan dengan skema titipan bagi yang mengedepankan keamanan dana sekaligus kemudahan transaksi tiap hari. Kedua, tabungan dengan skema berinvestasi yang mengedepankan keamanan sekaligus mendapatkan imbal hasil dari tabungan itu.

 

Tabungan skema pertama yang sering disebut akad wadiah (titipan) cocok bagi mereka yang ingin kemudahan dalam transaksi keuangan sehari-hari. Bahkan ada produk tabungan dari bank syariah tertentu yang memperbolehkan saldo di tabungannya sampai nol.

 

Di samping itu, fasilitasnya pun tak kalah dengan bank konvensional. Nasabah bank syariah juga bisa bertransaksi lewat internet banking, phone banking, sampai jaringan ATM yang luas. Nasabah bisa memanfaatkan semua fasilitas itu secara cuma-cuma alias gratis.

 

nabung di bank syariah

Jangan takut bro, bank syariah juga bukan berarti gak kekinian kok, fasilitas pelayanannya lengkap loh!

 

 

Sementara tabungan skema mudharabah (bagi hasil) bisa dipilih bagi yang ingin dananya aman tersimpan tapi terus berkembang tanpa sistem bunga. Dana milik nasabah itu disalurkan bank syariah ke sektor produktif dengan pengawasan Dewan Syariah Nasional (DSN).

 

[Baca: Mekanisme Penyaluran Dana di Bank Syariah]

 

 

Dari penyaluran dana itulah, nasabah kebagian cipratannya. Terus kalau kegiatan produktif itu rugi apakah nasabah ikut menanggungnya? Jelas tidak. Inilah enaknya. Ketika untung kecipratan bonus tapi ketika rugi tidak berdampak apa-apa pada tabungan.

 

Kenapa bisa?

 

Ya karena mekanisme perhitungan bagi hasilnya berdasarkan pada pendapatan bank (revenue sharing) bukan pada profit yang diperoleh (profit sharing). Dengan mekanisme ini maka nasabah mendapatkan ‘bagi hasil’ dari pendapatan bank.

 

Sedangkan bila mengalami kerugian, maka itu risiko itu ditanggung bank. Itulah penjelasannya mengapa dana nasabah di tabungan syariah tak berkurang.

 

Nilai plus lainnya, tabungan di bank syariah juga dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Hal ini sesuai dengan UU No 24/2004 tentang LPS di mana bank syariah juga masuk dalam jaminan LPS sepanjang nilainya kurang dari Rp 2 miliar.

 

Keuntungan yang terakhir adalah kemudahan untuk beramal alias sedekah. Punya tabungan di bank syariah bisa membuat nasabah rajin bersedekah. Sebagai contoh Bank Mandiri Syariah (BMS) yang menawarkan infak Rp 5.000 setiap kali transaksi.

 

nabung di bank syariah

Hidup itu harus berguna buat sesama juga ya, jadi jangan lupa sedekah masbro, mbaksis! 

 

 

Pendek kata, menabung di bank syariah bisa melatih kepedulian untuk berbagi.

 

Dan yang tak kalah penting, menabung itu juga masuk golongan kebaikan yang dianjurkan dalam Islam, lho! Seperti yang tertulis dalam Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan HR Bukhari yang bunyinya,”Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.”

 

 

Jadi, tunggu apalagi? Rasakan pengalaman berbeda menabung di bank syariah sekarang juga.

 

 

 

Image Credit:

  • http://makarame.com/wp-content/uploads/2015/09/bank-bni-syariah-non-muslim-makarame-gratis-transfer.jpg
  • http://i0.wp.com/sekolahumarusman.com/wp-content/uploads/2013/05/DSC00870.jpg?fit=1030%2C1030