Mulai Tertarik Akan Reksa Dana? Simak Tips Nyaman Aman Berinvestasi

Artikel ini dipersembahkan oleh mitra produk investasi kami Bareksa.com

Bareksa Logo

 

Bareksa.com – Bagi anda yang sudah tertarik untuk membeli reksa dana ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar anda merasa nyaman saat berinvestasi. Simak tips berikut dari analis Bareksa.com:

 

1. Ketahui profil risiko anda

Berbeda dengan deposito yang memberikan bunga tetap per tahunnya, keuntungan reksa dana tidak tetap melainkan bergerak secara fluktuatif. Layaknya seperti anda membeli properti, keuntungan reksa dana diperoleh dari kenaikan harga aset — harga reksa dana tercermin dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit –.

 

Coba perhatikan ilustrasi pergerakan reksa dana berikut ini:

 

 

 

 

 

Tercermin dari gambar diatas bahwa kedua reksa dana sama-sama mengalami kenaikan. Tetapi pada reksa dana Pratama Ekuitas grafik NABnya lebih berfluktuasi dibandingkan dengan reksa dana Mega Asset Mantap. Kenapa?

 

Pratama Ekuitas masuk dalam ketegori reksa dana saham sehingga portofolionya 80 persen diinvestasikan ke saham yang seperti kita ketahui pergerakannya bisa berubah dalam hitungan detik. Sedangkan Mega Asset Mantap tergolong sebagai reksa dana pendapatan tetap, yang 80 persen isinya adalah obligasi — surat utang jangka pendek — yang pergerakannya lebih stabil.

 

Sesuai dengan prinsip di pasar modal, “high risk high return” semakin tinggi keuntungan yang kita harapkan maka risiko investasi juga semakin besar. Periode 26 Maret 2014 – 26 Maret 2015 reksa dana Pratama Ekuitas memberikan keuntungan atas kenaikan nilai aset 22,94 persen, sedangkan Mega Asset Mantap memberikan keuntungan hanya 14,84 persen.

 

Kalau anda tidak masalah dengan fluktuasi kenaikan aset (penerima risiko) maka kita sebaiknya memilih reksa dana saham. Namun jika anda sangat takut terhadap risiko (penghindar risiko) maka sebaiknya memilih reksa dana pendapatan tetap.

 

Lalu bagaimana kita mengetahui apakah kita penerima risiko atau penghindar risiko?

Ada cara mudah untuk mengidentifikasi hal tersebut. Yang pertama, apakah uang yang anda tanamkan pada reksa dana benar-benar merupakan uang menganggur “idle money”. Jika keperluan operasional untuk kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi dan sudah mempersiapkan dana untuk kebutuhan mendadak seperti biaya rumah sakit, maka pada kondisi itu anda bisa menyebut uang anda sebagai “idle money”. Artinya anda bisa lebih tenang berinvestasi, sehingga lebih bisa menerima risiko.

 

Namun jika masih ada kebutuhan-kebutuhan yang mendesak, sebaiknya pilih reksa dana yang risikonya lebih rendah seperti reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana pasar uang.

 

Yang kedua jangka waktu investasi. Tujuan investasi anda jangka panjang atau jangka pendek?. Semakin panjang jangka waktunya tentunya kita semakin bisa lebih menerima risiko.

 

2. Apa tujuan investasi anda ?

Sebenarnya uang yang anda investasikan saat ini akan digunakan untuk apa nantinya?

 

Apakah untuk membiayai uang sekolah anak, atau membiayai kebutuhan pensiun di masa mendatang atau untuk meningkatkan standar hidup (membeli kebutuhan mobil atau rumah).

 

Kenapa? karena semakin besar perkiraan kebutuhan kita di masa mendatang, maka semakin tinggi perkiraan keuntungan yang kita harapkan. Selain itu juga dari diri kita memerlukan komitmen menyisihkan dana agar sesuai dengan hasil investasi yang kita inginkan. Dan yang terakhir adalah perhitungan jangka waktu investasi.

 

Misalnya lima tahun lagi, anda ingin membeli mobil yang saat ini harganya kira-kira Rp500 juta. Dengan menabung Rp100 ribu per bulan, tentunya impian tersebut tidak akan tercapai. Karena jangka waktunya pendek, yakni hanya lima tahun maka paling tidak anda perlu menyisihkan Rp8 juta per bulan untuk di investasikan ke reksa dana saham yang rata-rata memberikan keuntungan 15 persen per tahun atau Rp9 juta per bulan jika di investasikan pada reksa dana pendapatan tetap yang rata-rata memberikan keuntungan 10 persen per tahun.

 

Berbeda jika anda ingin membiayai kebutuhan biaya kuliah anak anda yang saat ini masih berusia 5 tahun (jangka waktu investasi 13 tahun). Misalnya jurusan yang akan anda pilih untuk anak anda terkait bidang ekonomi yang saat ini biaya pendidikannya berkisar Rp100 – 200 juta (hingga selesai). Maka anda hanya perlu menyisihkan sekitar Rp600 ribu per bulan pada reksa dana saham ataupun Rp800 ribu per bulan pada reksa dana pendapatan tetap.

 

Sementara jika anda hanya menyimpan uang karena takut tergerus akan inflasi, maka anda bisa memulai investasi di reksa dana dalam jumlah berapapun. Secara historikal rata-rata keuntungan reksa dana per tahun lebih besar dibandingkan dengan inflasi, tetapi perlu diingat pula akan risiko fluktuasi yang disampaikan sebelumnya.

 

* kedua ilustrasi diatas menggunakan asumsi inflasi 7 persen.

 

3.  Pastikan keamanan produk yang anda ingin investasikan

Banyak juga pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan investasi reksa dana, tapi ternyata merupakan penipuan. Bagaimana kita melakukan pengecekan atas produk yang akan kita beli?

 

Langkah pertama, pastikan nama reksa dana tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Anda bisa melakukan cek melalui link berikut ini: Aria Bapepam atau bisa menghubungi telpon (021)- 500 655.

 

Anda juga bisa melihat daftar reksa dana yang terdapat pada Bareksa.com juga setiap harinya di update dari website OJK melalui link berikut ini: Daftar Reksa Dana Bareksa.

 

 

 

Baca Juga:

Reksa Dana Merupakan Alternatif

Reksa Dana: Investasi Untuk

Tabungan Pendidikan Rp500 Rb/Bln Dibelikan Reksa Dana Tumbuh Jadi Rp135 Jt

 

 

 

Image credit:

  • http://media.bareksa.com/resources/image/2015/03/9911/id_14274496271.png
  • http://media.bareksa.com/resources/image/2015/03/9911/id_14274496272.png