Motivasi Kerja: Cara Menyiasati Passion agar Bisa Mendatangkan Uang

Passion merupakan salah satu faktor ampuh untuk mendorong motivasi kerja. Tapi sayangnya, passion dan pekerjaan sering kali gak seperti Romeo dan Juliet yang seiring sejalan.

Namun jangan berkecil hati dulu. Tom dan Jerry yang bertentangan aja ternyata bisa kok bergandengan tangan.

Berangkat dari hal tersebut, bisa saja kita menyiasati passion untuk mendatangkan uang meski tidak sesuai dengan industri populer yang berlimpah rupiah.

Nah, buat yang belum mendapat kesempatan menekuni passion sebagai jalur karier, jangan khawatir. Begini cara menyulap passion agar bisa jadi ladang duit dan motivasi kerja setiap hari.

1. Perdalam passion supaya kamu jadi “ahlinya”

Passion gak selalu berhubungan dengan kesenangan semata. Keahlian dan keterampilan juga mutlak dibutuhkan untuk menjalankan passion.

Misalnya suka foto-foto. Tentunya kita gak hanya bermodal kamera hape dengan pengaturan otomatis dari pabriknya.

Kemampuan mengoperasikan kamera, baik digital maupun analog, plus pengaturannya, diperlukan untuk menghasilkan objek yang menarik. Agar bisa menyiasati passion ini untuk mendatangkan uang, bisa ikut workshop fotografi.

Bahkan bila memungkinkan ikut kursus sekalian agar bekal ilmunya lebih dalam. Misalnya ikut kursus di kelas fotografer ternama. Bisa juga jadi peserta kursus fotografi yang disediakan media bila tertarik di bidang jurnalistik. Makin dalam kemampuan, makin besar potensi uang yang bisa didatangkan.

[Baca: Jangan Buru-buru Resign Saat Passion Gak Sejalan dengan Karir. Lakukan Ini Dulu]

2. Jadikan passion sebagai side gig alias kerja sampingan

motivasi kerja
Musuh kerja sampingan adalah waktu. Kalau gak sanggup atur waktu, bisa berabe (debtroundup.com)

Satu pekerjaan itu baik, tapi kalau bisa dua sekaligus kenapa tidak? Apalagi salah satunya berkaitan dengan passion kita.

Namun tentunya gak dua-duanya menjadi pekerjaan utama. Passion bisa diarahkan jadi kerja sampingan yang mendatangkan uang sekaligus motivasi kerjamu.

Contohnya punya passion menulis. Di luar jam kerja, manfaatkan waktu untuk melampiaskan passion itu sekaligus mendatangkan uang, misalnya dengan jadi ghost writer atau content writer.

Yang penting, harus dicari cara agar pekerjaan utama gak terganggu oleh kerja sampingan yang didasari passion tersebut. Syukur-syukur kerja sampingan itu lebih menghasilkan, sehingga bisa dijadikan pekerjaan utama.

[Baca: Nih Usaha Sampingan Tanpa Modal Buat Karyawan Sibuk]

3. Jadikan bisnis sampingan

motivasi kerja
Saatnya coba jadikan passion-mu sebagai ladang bisnis (yourstory.com)

Bisnis sampingan berbeda dengan kerja sampingan. Bisnis sampingan memerlukan waktu, tenaga, dan pikiran yang lebih daripada kerja sampingan.

Misalnya punya hasrat besar memancing ikan. Mungkin bisa buka usaha online peralatan pancing. Memang, gak perlu tiap hari nongkrongin toko. Tapi penting memastikan hape selalu online untuk membalas pesanan yang masuk.

Artinya, gak boleh lalai mengurusi bisnis ini agar tetap berjalan. Namun selalu ada cara menyiasati. Bila buka usaha online, bisa dipertimbangkan jadi dropshipper karena gak perlu stok barang sendiri. Kalau gak terlalu laris, kerugian bisa lebih diminimalkan.

[Baca: Apa Itu Dropship? Belajar Cara Mendulang Uang dari Skema Bisnis Ini Yuk]

4. Edukasi orang lain dengan passion-mu

motivasi kerja
Waktu luang bisa dimanfaatkan sebagai “penular” passion sekaligus mendatangkan uang (merdeka.com)

Setelah jadi expert dalam passion-mu, bisa dicoba menularkan keahlian yang dimiliki ke orang lain. Tentunya dengan biaya ya.

Misalnya sudah ahli foto-foto setelah ikut workshop dan kursus macam-macam sampai menang aneka lomba. Mungkin jadi pengajar fotografi bisa jadi pilihan.

Salah satu caranya adalah ikut dalam komunitas, lalu menggelar workshop bersama. Bisa juga secara pribadi menggelar pelatihan.

Namun cara ini membutuhkan kepastian mengenai kemampuan diri. Bila gak bonafide, gak bakal ada yang mendaftar jadi “murid”.

Makanya, cara yang lebih masuk akal adalah ikut komunitas. Bila passion-mu gak ada komunitasnya, justru itulah kesempatanmu.

Bikin komunitas sendiri, sehingga kamu langsung menduduki posisi penting selaku founder. Tapi, sekali lagi, hal ini mesti dibarengi dengan kemampuan diri ya. Gak asal bikin.

Empat cara di atas bisa kamu coba untuk memanfaatkan passion sebagai motivasi kerja dan cara mempertebal dompet. Makanya, kalau sekarang kariermu masih jauh dari passion, jangan patah arang dulu. Masih bisa kok kamu mengubahnya jadi ladang duit!