Moms, Mau Resign dan Jadi Entrepreneur? Miliki 6 Hal Ini Dulu Deh

Perempuan menikah lalu punya anak seringkali memicu masalah klasik, yaitu antara ingin tetap berkarier atau tinggal di rumah sambil buka usaha.

Biasanya ini menimpa wanita karier yang ingin bisa memantau perkembangan anak dan mengurus keluarga, namun tetap ingin berpenghasilan secara mandiri.

Salah satu caranya ya apalagi kalau bukan dengan membuka bisnis yang bisa dijalankan di rumah. Atau paling tidak bisa dikelola tanpa harus meninggalkan anak di bawah pengasuhan orang lain.

Nah, buat para moms yang sedang galau dan sudah lama berpikir buat resign untuk jadi entrepreneur, miliki dulu enam hal ini deh sebelum ambil keputusan:

1. Paham soal produk atau jasa yang dijual

Wajib banget bagi para moms buat menguasai dan paham betul produk atau jasa yang nantinya bakal dijual. Jangan cuma karena tren aja lantas nekat berbisnis.

resign dan jadi entrepreneur
Ayo moms yang rajin ya jualannya, haru enak nih dagangannya biar laris hehehe (Ibu-Ibu Jualan / twitter)

Ingat moms, akan banyak investasi yang harus dipersiapkan lho. Mulai dari waktu, pikiran, energi, hingga materi. Gak mau kan bisnis yang dibangun kandas dalam waktu singkat tanpa hasil?

Perdalam lagi deh bidang usaha yang moms akan jalankan nanti. Misalnya, membuka usaha catering rumahan. Pastikan moms memang memiliki skill memasak atau paling tidak bisa mempekerjakan orang yang mahir memasak. Wajib juga buat paham soal kualitas masakan. Uji rasa juga ke beberapa orang yang bisa memberi input objektif ya.

2. Udah punya mental pengusaha

Elemen yang satu ini gak kalah pentingnya lho moms! Saat terjun menjadi seorang pengusaha, yang namanya pujian dan kritik bisa datang dari berbagai arah. Berbeda halnya saat kita masih menjadi karyawan.

Kalau buka usaha sendiri, moms akan berhadapan dengan banyak pelanggan yang punya karakter beragam. Selain harus memiliki mental yang siap dikritik, siapkan juga mental menghadapi kemungkinan saat rugi membayangi usaha yang digeluti.

Emang sih, di awal usaha semangat pengusaha biasanya menggebu-gebu dan merasa siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mungkin muncul. Tapi realitanya gak sedikit pengusaha perintis yang akhirnya jadi depresi karena uang modal habis sia-sia.

resign dan jadi entrepreneur
Duh jangan mewek terus mbaksis, jadi gak manis lagi deh hehehe (Perempuan Menangis / blogspot)

Yang namanya jadi entrepreneur pasti gak lepas dari risiko gagal. Kalau belum bisa menerima risiko itu, mending tahan dulu deh niatnya untuk buka usaha.

3. Target market jelas

Membidik target pasar yang jelas dan spesifik tentu saja sangat penting. Dengan mengetahui target market, moms bisa menjual produk atau jasa secara tepat sasaran. Bisnis yang moms jalankan juga jadi lebih jelas dan terarah.

Misalnya, usaha catering makanan rumahan yang ditujukan buat anak muda yang sibuk bekerja. Jika sudah jelas sasarannya, moms bisa menciptakan menu-menu yang kekinian, praktis, sehat, dan rasanya pas buat mereka.

Dengan begitu, moms sudah tahu segmentasi produk dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk menjual produk secara optimal. Pelanggan pasti jadi puas dan bakal kembali lagi. Atau bahkan merekomendasikan kepada yang lain.

4. Punya strategi buat menjual produk

Ini erat kaitannya dengan poin nomor tiga nih. Setelah moms udah nentuin target market yang jelas buat bisnis yang bakal digeluti, saatnya menciptakan strategi. Siap atau gaknya moms menjalankan usaha, salah satunya terlihat dari seberapa ciamik strategi bisnis yang dibuat.

resign dan jadi entrepreneur
Jadi entrepreneur harus selalu siap dengan strategi bisnis ya moms! (Perempuan Sibuk / citrix)

Banyak baca, ngobrol sana-sini, browsing, atau kalau perlu ikutan pelatihan entrepreneurship. Sesuaikan juga sama target market yang tadi sudah ditentukan ya. Sebab, beda target market, beda pula strategi bisnisnya lho.

Masak menargetkan pasar anak muda tapi menyewa jasa selebgram ibu-ibu buat promosiin dagangan? Ini sih Jaka Sembung bawa gentong, gak nyambung tong!

5. Memilih sumber modal yang paling tepat

Usaha pasti butuh modal, ini bisa jadi tantangan yang cukup dilematis buat moms. Pilihannya mengorbankan seluruh tabungan yang dimiliki atau lari ke bank buat mengajukan fasilitas pinjaman.

Sumber modal usaha dari tabungan memang paling ideal. Dengan begitu, moms gak akan terbebani cicilan bank tiap bulan. Tapi gimana kalau tabungannya gak cukup buat modalin bisnis? Belum lagi, riskan kalau semua tabungan dipakai untuk bisnis. Nanti kalau ada kebutuhan mendesak gimana?

Baiknya, tambal kekurangan modal usaha itu dari kredit tanpa agunan (KTA). Kenapa KTA? Karena produk pinjaman yang satu ini paling mudah dan simpel dalam hal pengajuan. Cukup serahkan syarat-syarat dokumen yang diminta, dan tanpa memberikan jaminan, dana bisa cair.

Jika moms belum resign dari pekerjaan, bisa mempertimbangkan pinjaman ini karena status kepegawaian sangat menentukan disetujui atau tidaknya permohonan kredit. Atau jika moms sudah terlanjur resign, bisa juga mengajukan KTA melalui suami.

Tapi ingat, perhatikan skema dan suku bunganya. Lakukan juga perbandingan dan buat kalkulasi. Jangan sampai cicilannya nanti membebani pengeluaran bulanan.

Carilah produk pinjaman KTA dengan bunga rendah dan yang paling sesuai dengan kemampuan finansial moms, seperti KTA dari Standard Chartered atau DBS. Gak mau membebani kepala keluarga juga kan?

resign dan jadi entrepreneur
Usaha butuh modal kan, hati-hati pilih sumber modal ya moms, perhitungkan dulu! (Kalkulasi / thebalance)

6. Komitmen

Yang namanya komitmen itu gak boleh absen saat diri sendiri sudah mengambil keputusan untuk jangka panjang. Termasuk ketika memutuskan untuk berbisnis dan jadi entrepreneur.

Kalau udah mantap buka usaha, fokus dong sama bisnisnya. Jangan sampai di tengah jalan tiba-tiba bosan atau lalai mengurusnya. Bukan gak mungkin tanpa komitmen yang kuat dalam menjalankan bisnis, moms jadi kelewat santai dan gak punya target.

Yang lebih bahaya lagi kalau sampai menggunakan uang pinjaman yang harusnya jadi modal usaha untuk keperluan pribadi. Oh la la, itu sih tinggal nunggu waktu aja deh.

Intinya moms, jangan sampai pengorbanan dan keputusan kita buat resign untuk beralih jadi pengusaha malah berujung nestapa. Gak ada jalan mudah dan instan menuju kesuksesan lho. Jadi, jangan mengambil keputusan tanpa pertimbangan serta persiapan yang matang ya.

CTA Kredit Tanpa Agunan

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Siap-Siap Kehilangan 5 Hal Ini Saat Berubah Dari Wanita Karier Menjadi Ibu Rumah Tangga]

[Baca: Ketahui 5 Tantangan Kewirausahaan Bagi Wanita]

[Baca: Ini Dia Wanita yang Sudah Jadi CEO di Usia 24 Tahun Bisa Jadi Inspirasi]