Moms, Ini Cara Merencanakan Keuangan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Finansialku

Anak berkebutuhan khusus atau yang biasa disingkat ABK jelas butuh perhatian dan perlakuan khusus karena suatu kelainan yang umumnya diderita sejak lahir. Kebutuhan tersebut sudah pasti mengharuskan orangtua untuk mengeluarkan biaya lebih dalam merawat mereka.

Tapi semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Sebelum mempelajari cara merencanakan keuangan, kamu harus menanamkan pemikiran bahwa memiliki ABK gak bisa dikatakan sebagai musibah.

Mau bagaimana pun juga, memiliki seorang anak adalah sebuah berkah yang patut disyukuri. Tanpa pemikiran ini, usaha apapun yang kamu lakukan akan terasa sia-sia.

Berikut adalah beberapa langkah yang perlu moms lakukan untuk merencanakan keuangan bagi yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Mari disimak lebih lanjut:

1. Kenali sebaik mungkin kebutuhan anakmu

Memiliki anak berkebutuhan khusus mengharuskanmu memberikan perawatan intensif seumur hidup anak tersebut. Kamu perlu mengenal kebutuhan anak dengan baik.

menulis-artikel
Internet bisa jadi media paling efektif buat cari tahu soal kebutuhan anakmu (browsing/ duitpintar)

Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai perawatan apa saja yang sebenarnya dibutuhkan si buah hati. Misalnya pengobatan medis, terapi, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Dengan begitu kamu gak perlu menghabiskan uang untuk mencoba perawatan ini dan itu bagi anak. Pastikan kamu paham 100 persen akan pengobatan dan perawatan yang terbaik untuk anakmu.

2. Bergabung dengan komunitas

Ketahuilah bahwa kamu bukan satu-satunya orangtua yang memiliki ABK. Ada banyak orangtua lain yang juga memiliki ABK di luar sana.

Kamu bisa kok bergabung dengan komunitas orangtua yang memiliki ABK atau setidaknya bergaul dengan orangtua yang memiliki ABK. Dengan bergaul bersama mereka, kamu bisa saling mendukung.

Kamu juga bisa berdiskusi dan saling bertukar informasi seputar perawatan anak. Dengan begitu, semakin kecil peluangmu salah memilih pengobatan dan perawatan bagi anak. Ujung-ujungnya, kamu bakal semakin efektif mengatur biaya yang akan dikeluarkan.

3. Buat perencanaan keuangan sejak dini

merencanakan-dana-pendidikan
Segera buat perencanaan keuangan supaya kebutuhan anak tercukupi (rencana/ pandjiharsanto)

Begitu mendapatkan diagnosis kebutuhan tertentu pada anak, maka sebaiknya segera lakukan perencanaan keuangan. Gunakan informasi yang telah didapatkan sebagai gambaran berapa biaya yang kamu butuhkan untuk pengobatan dan seluruh kebutuhan anak.

Jangan menganggap remeh biaya-biaya ini. Biaya terkecil pun harus diperhitungkan dan diprediksi. Seringkali biaya-biaya yang terlihat kecil tidak terasa akan mengikis keuanganmu.  

4. Gunakan investasi dengan return yang efektif

Setelah memiliki perencanaan keuangan, mulailah berinvestasi untuk memenuhi berbagai tujuan keuangan, termasuk biaya pengobatan dan pendidikan anak. Umumnya seseorang disarankan untuk berinvestasi sesuai dengan profil risikonya.

Jika memiliki ABK tentu banyak kebutuhan keuangan yang jauh lebih mahal daripada anak pada umumnya. Sebisa mungkin pilihlah produk investasi dengan return yang cukup tinggi sehingga kamu bisa mendapatkan keuntungan yang optimal.

Bukan berarti harus berinvestasi saham lho karena keuntungan investasi saham cukup besar. Tetapi ingatlah akan risikonya yang besar.

Pertimbangkan produk investasi yang kiranya dapat memberikan keuntungan optimal. Atau kamu juga bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan.

5. Hindari biaya yang gak dibutuhkan

Banyak orangtua dengan ABK yang merasa membutuhkan asisten rumah tangga atau baby sitter. Dengan alasan kedua orangtua terpaksa bekerja untuk memenuhi biaya yang mahal.

France, nanny or very new mother in the living room
Jangan sampai udah bayar baby sitter mahal-mahal tapi gak perhatian sama buah hati kita (baby sitter/ sheknows)

Jangan salah lho, ABK bukan hanya membutuhkan biaya pengobatan atau perawatan khusus, dia juga membutuhkan kasih sayang dan perhatian khusus dari orangtuanya. Sampai kapan pun, peran asisten rumah tangga dan baby sitter gak bisa menggantikan peran orangtua.

Kalau kamu berpikir merekrut asisten sebanyak-banyaknya, batalkan saja keinginan itu. Selain karena gak efektif untuk perkembangan anak, menyewa banyak asisten juga dapat mengganggu keuangan.

Ingat, walaupun ABK memiliki berbagai kebutuhan dengan harga yang mahal, kamu dan pasangan juga tetap memiliki tujuan keuangan lain dalam hidup yang harus dipenuhi. Anak memang harus dijadikan prioritas, tetapi memenuhi keinginan sendiri juga harus dipertimbangkan agar kamu terus bersemangat merawat sang buah hati.

6. Berpikir positif

Pikiran yang positif akan membuahkan hasil yang positif juga. Merawat ABK bukanlah hal yang mudah, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Jika kamu tetap berpikiran positif, akan selalu ada cara untuk mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi setiap harinya.

Gak perlu berkecil hati jika ada orang lain yang berkata negatif mengenai buah hati tercinta. Setiap orangtua punya tanggungannya masing-masing.  

Yang penting, tetaplah bersyukur dan selalu semangat!

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kata Siapa Kehadiran Anak Bisa Bikin Bisnis Terhambat?]

[Baca: Didik Anak Remaja Kayak Gini Supaya Mereka Cerdas Finansial]

[Baca: Anak Beranjak Remaja Bikin Keuangan Orangtua Kembang Kempis? Coba 7 Cara Ini]