Modal Pas-Pasan, tapi Pengin Buka Usaha? Pakai 4 Cara Ini Agar Berjalan Lancar

Mau buka usaha, tapi modal pas-pasan. Bisa gak ya? Banyak orang yang bingung ketika kepengin terjun menjadi pengusaha. Bingung gara-gara modal usaha yang mereka punya itu pas-pasan alias kurang sesuai harapan.

Alhasil gak sedikit dari mereka yang mengurungkan niatnya untuk mewujudkan mimpi memiliki usaha sendiri. Sayang banget kan. Punya cita-cita yang bagus, tapi gagal terwujud karena satu hal atau dua hal.

Sebenarnya nih ada caranya kok supaya keinginan jalankan usaha gak sekadar wacana. Gimana caranya? Simak yuk ulasannya berikut ini.

1. Ajukan KTA

Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Keberadaan Kredit Tanpa Agunan (KTA) tentu saja sangat membantu saat kekurangan modal usaha. Udah gitu enaknya ajukan KTA adalah kamu gak perlu repot-repot cari barang atau sesuatu yang berharga buat dijaminkan.

Lainnya halnya kalau kamu mengajukan kredit multiguna. Udah tentu jaminan itu mutlak jadi syarat yang mesti ada. Plus siap-siap aja sewaktu-waktu kamu kehilangan barang yang dijaminkan tersebut gara-gara utang tertunggak alias gak lunas-lunas.

Namun, di mana-mana yang namanya berutang itu, kamu wajib bayar cicilan hingga tuntas. Soalnya selain itu menjadi kewajibanmu sebagai debitur kepada kreditur, lancar atau macetnya bayar cicilan bisa memengaruhi histori kreditmu nanti.

Kalau riwayat kredit jelek, bisa dipastikan ke depan pengajuan pinjamanmu ke bank bakal ditolak. Kamu tentunya gak mau kan seperti itu?

Nah, ditambah lagi enaknya dari KTA itu adalah bunga yang ditawarkan gak besar lho. Bunganya ada yang 0,88 persen per bulan. Udah gitu flat lagi alias gak berubah-ubah hingga cicilan lunas. Jadi, KTA bisa jadi solusi nih buat tambah modal yang pas-pasan.

2. Patungan dengan teman

Usaha bareng teman (Ilustrasi).

Kalau gak memungkinkan buka usaha sendiri, kenapa gak buka usaha aja bareng teman? Dengan buka usaha bareng teman, kamu gak bakal kebingungan kalau modal yang dimiliki kurang. Soalnya dari segi modal, kamu bakal patungan bersama temanmu.

Keuntungan lainnya yang kamu peroleh dari berkolaborasi dengan teman adalah kamu bersama temanmu bisa bersinergi buat menjalankan usaha itu.

Sebab belum tentu kamu tahu semua hal dalam bisnis. Bisa aja temanmu lebih tahu satu hal yang gak kamu tahu. Di sinilah untungnya dari patungan dengan teman dalam membangun usaha. Kamu bisa saling tukar pikiran demi kemajuan usaha.

3. Memanfaatkan crowdfunding

crowdfunding (ilustrasi).

Pernah dengar istilah crowdfunding? Itu lho salah satu cara menggalang dana yang bisa dipakai sebagai modal usaha atau tujuan sosial.

Emang crowdfunding ini gimana cara kerjanya? Jadi, ada tiga pihak yang terlibat dalam crowdfunding ini: pemilik proyek, investor, dan platform crowdfunding.

Karena kamu yang membutuhkan dana, nantinya kamu berperan sebagai pemilik proyek. Di platform crowdfunding kamu nantinya mengajukan proposal proyek untuk mendapatkan dana.

Di sinilah investor bakal melihat-lihat konsep dari bisnismu. Kalau mereka merasa proyek usahamu emang layak dapat pendanaan, mereka bakal menginvestasikan dana supaya usahamu itu berjalan. Dan investor yang menyuntikan dananya gak satu atau dua orang, tapi banyak orang.

Ada beberapa situs crowdfunding di Indonesia yang bisa kamu gunakan layanannya. Mulai dari Kitabisa, Gandeng Tangan, Indiegogo, hingga Crowde.

4. Dapatkan dana dari P2P lending

dana dari P2P lending (ilustrasi).

Selain dari crowdfunding, kamu juga bisa dapatkan dana buat buka usaha dari P2P lending. Mirip-mirip dengan crowdfunding, cuma bedanya P2P lending ini mewajibkan kamu mengembalikan dana dari si investor berikut bunganya. Ya, bisa dibilang gak jauh beda dengan KTA.

Kalau kamu pernah dengar istilah pinjaman fintech, P2P lending ini bisa dikategorikan sebagai salah satunya. Dibandingkan dengan KTA bank, bunga yang ditawarkan P2P lending jelas lebih tinggi. Namun, peluang buat mendapatkan dana lebih besar.

Nah, itu tadi empat cara yang bisa kamu manfaatkan untuk membuka usaha meskipun modal pas-pasan. Jadi, jangan ragu lagi ya buat jalankan usaha. Selamat mencoba! (Editor: Winda Destiana Putri).