Mobil Diesel VS Mobil Bensin, Mana yang Lebih Nguntungin?

Gak sedikit artikel yang membahas perbandingan mana yang lebih irit antara mobil diesel dan bensin. Tapi jarang ada yang bahas soal untung ruginya memiliki mobil itu.

So, kali ini kita bakal membahas pertarungan mobil diesel dan bensin dari aspek kepemilikan. Tentu saja, gak cuma masalah konsumsi bensin yang bakal dibahas di sini. Melainkan masalah perawatan hingga pajaknya.

Gak usah khawatir, DuitPintar bakal memberikan ulasan yang sangat mendasar soal perbedaan kedua mesin ini. Dijamin gak bikin gagal paham deh.

Tanpa berlama-lama lagi, yuk mari kita kupas lebih dalam seputar untung rugi memiliki mobil diesel dan bensin. Berikut ulasannya.

1. Harga

mobil diesel
Pilih yang mana nih? (confused)

Harga mobil diesel sudah pasti lebih tinggi ketimbang bensin. Sebut saja, harga Toyota All New Kijang Innova Diesel tipe G per Januari 2018 adalah Rp 350 jutaan. Sedangkan, varian bensin tipe V alias tipe tertingginya saja Rp 344 jutaan.

Yang membuat varian diesel lebih mahal dari bensin adalah karena mesinnya itu sendiri. Ongkos produksi mesin diesel memang lebih tinggi, karena materialnya harus kuat. Terutama kepala dan blok silindernya yang harus memakai baja kualitas wahid.

Tanpa material yang kuat, mustahil mesin itu bisa tahan sama kompresi diesel yang sangat tinggi. Suhu ruang bakar mobil diesel juga jauh lebih panas lho.

2. Pajak

mobil diesel
Pajak STNK juga harus dipertimbangkan lho (Kompas)

Selain harganya lebih mahal, mobil diesel juga pajaknya lebih tinggi ketimbang bensin. Hal itu disebabkan karena kapasitas mesinnya juga besar.

Coba perhatikan deh rata-rata mobil diesel kubikasinya saja 2 ribu  ke atas. Kecuali Suzuki Ertiga Diesel Hybrid (1.300 cc) atau Renault Duster (1.461 cc).

Mengingat mobil bensin yang kapasitas mesinnya beragam, bahkan ada yang di bawah 1.000 cc, maka gak heran kalau pajaknya bisa murah. So, perkara yang satu ini perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan beli mobil diesel atau bensin.

3. Bahan bakar mobil alias BBM

mobil diesel
Bensinnya juga beda lho ya (Tribunnews)

Mobil diesel

Semua sudah tahu bahwa untuk mesin yang satu ini, BBMnya adalah solar. Harga solar sendiri cukup beragam dan variannya juga banyak. Mari kita lihat harga solar untuk satu liter di tiga SPBU besar di Indonesia.

Menurut data BPHMIGAS 1 Januari 2018, harga solar di SPBU Pertamina adalah Rp 5.150, sedangkan Dexlite Rp 7.300, dan Pertamina Dex Rp 9.250 per liter. Sedangkan di SPBU Shell solar cuma ada satu varian yang harganya Rp 9.850. Sementara itu di Total harganya Rp 9.500.

Mobil bensin

Varian BBM bensin tergolong banyak. Pertamina saja punya lima varian, mengingat kapasitas mobil bensin cukup beragam. Ada yang besar dan ada yang kecil. Berikut adalah daftar harga bahan bakar mobil bensin dalam hitungan perliter di tiga SPBU.

Per 1 Januari 2018, harga BBM Premium di Pertamina ada di Rp 6.550, Pertalite di Rp 7.500, Pertamax di Rp 8.600, Pertamax Turbo Rp 9.600, dan Pertamax Racing Rp 42 ribu. Shell Super Rp 8.950 dan Shell V-Power Rp 10.050. Sedangkan di Total, Performance 92 kini di harga Rp 8.450 dan Performance 95 di Rp 9.650.

[Baca: Adu Layanan dan Harga Bensin 2017, SPBU Mana Juaranya?]

4. Performa mesin

mobil diesel
Pilih tenaga kuda besar atau torsi besar? (Autocar)

Mobil diesel

Kelebihan mobil diesel ada pada torsi alias “kekuatannya.” Maksudnya gimana ya?
Mari kita analogikan dengan aktivitas angkat beban. Seperti yang disebutkan di atas, diesel memiliki kekuatan yang besar so dia kuat mengangkut beban yang berat.

Sering kan menemukan istilah torsi maksimum di RPM sekian. Nah bagi mobil diesel, torsi maksimumnnya sudah bisa didapat di angka 2 ribu RPM.

Makanya kalau kamu lihat mobil derek alias towing, truk, dan lain sebagainya tentu BBMnya solar bukan. Kekuatan itu juga sangat bisa bermanfaat jika kamu sering menggunakannya untuk perjalanan jauh seperti keluar kota, atau menerjang trek yang curam.

Selain itu, diesel pun tergolong cukup membantu untuk kondisi macet terutama dikala mobil harus berjalan dengan kondisi stop and go. Karena tingkat pengapiannya juga tinggi, maka efisiensi BBMnya pun bagus.

Mobil bensin

Keunggulan mobil bensin ada pada tenaga kudanya alias HP. Kalau pakai analogi angkat beban, dia tergolong “cepat” dalam mengangkat beban. Cepat lho ya bukan kuat.

Dengan HP yang besar, tarikan atau akselerasi mobil bensin lebih responsif. Ibarat kamu menunggangi sebuah kuda yang larinya cepat. Meski tarikannya enak, bukan berarti sah-sah saja kebut-kebutan di tol ya. Kalau kecelakaan kamu sendiri yang rugi.

Selain itu, suara mesinnya pun jauh lebih halus daripada diesel, meskipun diesel-diesel keluaran baru mesinnya gak tergolong berisik. Tapi karena torsi maksimumnnya biasanya hanya bisa didapat di 6 ribuan RPM, maka  gak disarankan untuk mengangkut penumpang atau sesuatu dengan muatan berlebih.

Untuk kondisi stop and go, mobil bensin pun bisa jadi boros. Jadi para pengendara mobil bensin harus sabar dan pelan-pelan ketika menginjak gas. Jangan kayak sopir angkot kejar setoran ya.

5. Keamanan

mobil diesel
Keamanan sebenarnya ya tergantung pemakaian juga (citizen)

Mobil diesel

Mobil yang satu ini sering disebut tangguh dalam menerjang banjir, karena ruang mesin diesel gak memiliki banyak listrik atau busi. Tapi jangan salah, itu mobil diesel jaman dulu ya.

Mobil diesel modern justru sudah dilengkapi teknologi canggih yang membutuhkan sistem kelistrikan yang mumpuni. So, walaupun memang tahan banjir tapi kamu wajib waspada. Jangan menerjang banjir dengan kecepatan tinggi karena pecahan air bisa masuk ke mesin. Dan usahakan kamu menggunakan gigi satu atau transmisi D1 untuk matic.

Selain masalah banjir, bahan bakar solar juga lebih tahan panas tinggi. Jadi, risiko mobil terbakar akibat bocornya selang bahan bakar lebih kecil.

Mobil bensin

Terkait urusan banjir, mobil bensin gak bakal kuat menghadapi yang satu ini. Komponen listrik di ruang mesin mobil ini cukup banyak, belum lagi ada busi, electronic control unit (ECU), dan aki. Kalau sudah kemasukan air, wassalam deh.

Bukan repot lagi urusannya, mahal juga kan kalau harus perbaikan. Menurut seorang Wakil Kepala Bengkel Plaza Toyota di Jakarta Timur, biayanya bisa sampai Rp 25 juta lho.

Untuk masalah keamanan BBM. Patut diketahui, sifat bahan bakar mobil bensin jelas mudah terbakar. Oleh karena itu jika ada kebocoran sedikit di selang bensin maka hal itu bisa berbahaya. Potensi mobil terbakar juga lebih besar ketimbang mobil diesel.

[Baca: Ini 6 Hal yang Jadi Penyebab Mobil Terbakar, Waspada Ya!]

6. Perawatan

mobil diesel
Pahami juga cara merawatnya biar gak bingung (The Himalayan Times)

Mobil diesel

Meskipun sering disebut sebagai mobil yang tangguh, tapi perawatannya gak boleh asal-asalan. Apalagi mobil diesel keluaran baru mesinnya sudah cukup kompleks. Mereka menggunakan sistem common rail, exhaust gas recirculating (EGR), dan turbo charger.

Bila mobilnya sudah pakai sistem common rail, dia hanya bisa meminum solar bersih. Alias yang dikategori Dexlite, Pertamina Dex, Shell Diesel, dan Total Diesel. Volume solar di tangki juga harus lebih dari sepertiga lho, tujuannya biar gak terjadi pengembunan di tangki BBM yang menyebabkan penurunan performa.

Bila kamu pakai solar subsidi yang jumlah pengotornya banyak, maka harus dilakukan purging sistem ruang bakar. Kalau gak begini, injektor common railnya bisa rusak. Buat yang mesin common rail wajib dilakukan setiap 10 ribu KM, sedangkan yang non-common rail per 20 ribu.

Harga cairan purgingnya sendiri Rp 350 ribuan. Tapi tentunya masih lebih hemat ketimbang ganti injektor common rail yang harganya Rp 3 jutaan, ongkos pasang umumnya Rp 100 ribuan.

[Baca: Jangan Cuma Bisa Pakainya, Ingat Juga 5 Biaya yang Harus Disiapkan Kalau Punya Mobil]

Bila mau lebih aman lagi, kamu harus modal cairan solar aditif seharga Rp 200 ribuan. Bila kamu sering mengisi solar subsidi ke mobil dieselmu.

Oh ya satu lagi nih, filter mobil diesel harus diganti setiap 10 ribu – 15 ribu KM loh. Beda sama bensin yang bisa dipakai hingga 80 ribu KM.

Mobil bensin

Berbeda dengan diesel, perawatan mobil mesin bensin tergolong lebih sederhana. Biasanya yang gak mau repot tinggal bawa saja ke bengkel resmi sesuai dengan kilometernya.

[Baca: Bengkel Resmi atau Bengkel Umum, Mana Pilihan yang Lebih Cerdas?]

Intinya gunakan BBM sesuai dengan kompresi mesin, gunakan oli dengan kekentalan yang direkomendasikan, bersihkan filter secara berkala, dan rutin tune-up setiap 6 ribu KM.

Mobil diesel atau mobil bensin ya?

Setelah membahas enam poin penting di atas, kita pun sampai ke kesimpulannya. Kira-kira siapa ya yang jadi pemenang?
Untuk urusan harga, pajak mobil, mobil bensin jadi pemenangnya. Tapi soal harga BBM, efisiensi dari performa mesin, dan keamanan, mobil diesel yang menang. Pertarungan ini tampaknya jadi seri 3-3.

Meski demikian, kamulah yang harusnya menentukan siapa yang menang. Karena pada akhirnya, kamu yang akan beli mobil bukan.

Jadi terlepas dari mobil bensin atau diesel, pilihlah sesuai dengan kegunaan. Semoga bermanfaat, selamat menentukan pilihan.