Miris Banget! Begini Cara Warga Venezuela Bertahan Hidup

Sama sekali gak mudah bertahan hidup di negara yang tengah mengalami krisis ekonomi. Itulah yang sedang dihadapi oleh warga Venezuela.

Negara kaya yang makmur berkat sumber minyaknya tersebut runtuh seketika harga minyak dunia anjlok. Bahkan International Monetary Fund (IMF)  memprediksi inflasi di Venezuela bakal melambung hingga 1 juta persen pada akhir tahun ini.

Sebagai upaya mengatasi inflasi, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menerbitkan uang baru yang disebut Sovereign Bolivar menggantikan uang lama Strong Bolivar. Uang baru ini memangkas lima angka nol pada mata uang lama.  Alhasil nilai 1 juta Bolivar kini cuma seharga 10 Bolivar. Bahkan US$1 setara hingga 6, 3 juta Bolivar.

Kondisi hiperinflasi tersebut bikin harga barang naik hingga berkali-kali lipat dalam waktu singkat. Kabarnya, harga daging ayam yang  semula berkisar 30 ribuan Bolivar melonjak jadi 14,6 juta Bolivar. Lalu, harga segulung tisu toilet meroket hingga 2, 6 juta.

Lembaran uang yang dibutuhkan buat membeli segulung tisu jauh lebih banyak dari lembar tisu itu sendiri. Sadis!

Lalu, di tengah kekacauan itu, gimana nasib warganya? Gak sedikit masyarakat yang dulu hidup sejahtera berakhir jadi pemulung buat sekadar bisa makan. Demi bertahan hidup, mereka nekat melakukan tindakan-tindakan aneh. Miris banget deh!

Memulung barang di sungai

Warga Venezuela sampai memulung barang di sungai (Shutterstock)

Sejak krisis ekonomi melanda, pemandangan sehari-hari di Sungai Guare berubah. Tiap pagi dan siang, Sungai Guare telah dipenuhi para pemuda yang mengais barang berharga.

Jika menemukan barang-barang berharga seperti perhiasan atau logam mulia, mereka bakal berebutan mengambilnya dan menukarnya dengan makanan atau bahan pokok lainnya.

Sayangnya, pencarian ini lebih sering gak berbuah hasil.

Mencetak mata uang sendiri

Mata uang Venezuela (Thehindu.com)

Sebuah komunitas warga Venezuela bernama El Panal 2021 bertahan hidup dengan nekad mencetak uang sendiri dan diperjualbelikan di pasar gelap. Uang tersebut dapat digunakan buat membeli sayur-sayuran dan kebutuhan pokok lainnya.

Selain mencetak uang sendiri, warga Venezuela juga menggunakan sistem barter demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, seperti kembali ke zaman purba.

Minta digaji dengan makanan

 

Warga Venezuela meminta digaji dengan makanan (Shutterstock)

Bagi warga Venezuela, uang udah gak ada harganya lagi. Nilainya yang udah merosot tajam bikin mereka enggan dibayar pakai uang.

Sebagai gantinya, mereka lebih memilih dibayar dalam bentuk makanan.

Hal ini berlaku pada sebagian besar profesi di sana. Mulai dari sopir taksi hingga pekerja kantoran. Tepung terigu, nasi, dan minyak sayur jadi lebih bernilai dibandingkan uang.

Cara ini semata-mata dilakukan demi menghindari kelaparan dan bisa bertahan hidup lebih lama sampai keadaan membaik.

Menjarah toko serba ada

Masyarakat Venezuela (News.com.au)

Masyarakat yang merasa gak punya jalan keluar dari krisis ekonomi yang menghimpit mereka akhirnya melakukan penjarahan. Kadang penjarahan dilakukan secara spontan, kadang dilakukan terencana melalui grup Facebook dan Whatsapp.

Banyaknya, warga yang melakukan penjarahan bikin petinggi militer dan keamanan negara mengaku kewalahan dan gak punya cukup anggota buat melindungi tiap pertokoan.

Menjarah peternakan

Warga Venezuela sampai menjarah peternakan (Shutterstock)

Perut kosong emang bisa bikin orang jadi brutal. Selain toko, banyak juga warga yang bertahan hidup dengan menjarah peternakan.

Buat mendapatkan makanan, warga melempari sapi dengan batu atau memukulkan kayu sampai sapi roboh dan mati.

Mereka yang cukup beruntung bisa pergi meninggalkan negara tersebut. Tapi bagi yang gak mampu harus rela menjalani hidup yang berubah 180 derajat dan berjuang semampunya.

Sekadar diketahui, kisah bertahan hidup ini sebetulnya bukan karena kesalahan manajemen pemerintah di sana. Banyak yang bilang, hal ini juga disebabkan karena blokade ekonomi dan taktik yang curang dari Amerika Serikat.

Amerika gak suka sama Venezuela karena mereka menerapkan sistem sosialisme. Perusahaan Amerika di sana pernah dinasionalisasi oleh presiden Venezuela sebelumnya, Hugo Chavez.

Gimana menurutmu? Semoga Venezuela baik-baik aja ya, dan kisah bertahan hidup warga yang miris bisa berakhir secepatnya.