Meski Penyandang Autis, 5 Orang Ini Sukses jadi Sosok Berprestasi

Gak sedikit yang menganggap penyandang autis itu gak bakal berkontribusi buat masyarakat, padahal gak demikian.

Berbagai persepsi yang salah itu coba diluruskan lewat banyak cara, termasuk membuat Hari Peduli Autisme Sedunia alias World Autism Awareness Day yang jatuh tiap tanggal 2 April.

Biasanya simbol yang dipakai adalah atribut berwarna biru yang berisi kalimat-kalimat kepedulian terhadap penyandang autis.

Buat memperingati perayaan ini, DuitPintar memberikan informasi mengenai lima orang penyandang autis yang menjadi orang sukses di dunia. Penasaran siapa aja mereka? Yuk langsung aja kenalan.

1. Temple Grandin

penyandang autis
Temple Grandin (elsevier)

Temple Grandin adalah seorang autis yang sukses jadi profesor di bidang ilmu hewan. Pria yang menderita autis sebelum usianya genap tiga tahun ini sukses dapat gelar itu di almamaternya Colorado State University.

Gak cuma jadi profesor, Grandin yang punya masalah pada perkembangan saraf kompleksnya ini juga menulis sepuluh buku tentang hewan dan perilaku manusia. Bahkan HBO bikin film khusus yang mengisahkan perjalanan hidup Grandin. Judulnya “Temple Grandin”.

[Baca: Stephen Hawking Meninggal Dunia, Begini Perjalanan Karir Si Profesor Tajir]

2. Matt Savage

penyandang autis
Matt Savage (bostonglobe)

Matt Savage, pria kelahiran 1992 yang divonis menderita PDD (Pervasive Development Disorder Unspecified) saat usia tiga tahun juga membuktikan kalau penderita autis bisa sama hebatnya dengan orang lain.

Savage tumbuh menjadi seorang musisi jazz kelas satu, lebih tepatnya seorang pianis jazz. Saking hebatnya, Dave Brubeck yang dikenal sebagai ‘legend jazz’ menjuluki Savage sebagai ‘mozart of jazz’.

Selain hebat bermain musik, Savage juga punya hati yang tulus. Terbukti, hasil penjualan tiga CD audionya disumbangkan buat penelitian dan program lain bagi penyandang autis.

3. Satoshi Tajiri

penyandang autis
Satoshi Tajiri (addiyar)

Satoshi Tajiri mengalami sindrom asperger, penyakit yang masuk ke dalam spektrum autisme. Namun, kondisi tersebut gak menjadi menghambatnya buat menjadi seorang pengusaha sukses.

Pria kelahiran 1965 ini menciptakan salah satu waralaba video games populer di dunia: Game Freak, Inc. Salah satu produk terlaris mereka adalah game Pokemon. Kamu pasti tahu, kan?

Gak cuma itu, Tajiri juga menciptakan game eksklusif buat Nintendo. Yang satu ini, kamu juga pasti pernah main deh.

[Baca: Kisah Orang Sukses: Peter Dinklage dan Keterbatasan Fisiknya]

4. Daniel Tammet

penyandang autis
Daniel Tammet (brainhq)

Daniel Tammet sukses menarik perhatian masyarakat dunia lewat bukunya yang berjudul “Born On A Blue Day”.

Buku tersebut menceritakan kehidupannya sebagai penyandang autis, lebih tepatnya autistic savant. Buku ini menggugah banyak orang, sampai laris terjual hingga setengah juta eksemplar di seluruh dunia.

Bahkan cerita dalam buku tersebut dijadikan bahan penggarapan film dokumenter dengan judul “Brainman”. Karena film ini juga Daniel dijuluki Brainman.

5. Oscar Yura Dompas

penyandang autis
Oscar Yura Dompas (fiansofia.blogspot)

Penyandang autis yang sukses gak cuma ada di luar negeri, tapi juga Indonesia. Oscar Yura Dompas berhasil menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta. Kelulusan itu diganjar rekor MURI.

Oscar juga menulis buku berjudul “Autistic Journey” dan “The Life Of the Autistic Kid Who Never Give Up”. Dari judulnya kita udah tahu kalau buku ini bicara soal autisme.

Buku ini cukup berpengaruh dan menginspirasi banyak orang buat gak nyerah. Terbukti setelah terbit yang berbahasa Inggris, buku ini diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul “Menaklukkan Autis”.

[Baca: Kisah Inspiratif 5 Orang Ini Bisa Membangkitkan Daya Juang Meraih Kesuksesanmu]

Itu dia lima orang penyandang autis yang berhasil membuktikan kalau keterbatasan bukan menjadi penghalang buat sukses. Intinya mereka sama aja kok sama kita. Sama-sama punya kesempatan buat maju.

Jadi mulai sekarang jangan anggap lagi penyandang autis sebelah mata, ya.