Meski KPR Murah, Tetap Pertimbangkan Asuransi Rumah

Satu syarat memperoleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah memiliki asuransi. Lazimnya adalah asuransi kebakaran atau bencana. Syarat itu penting karena selama masa kredit, maka rumah itu masih menjadi aset bank. Pastinya bank tak mau ambil risiko jika asetnya hilang karena suatu musibah.

 

Makanya, komponen biaya asuransi biasanya sudah termaktub di luar biaya-biaya lain yang ditetapkan bank. Ada dua asuransi yang disodorkan, yakni asuransi jiwa dan asuransi kerugian/kebakaran.

 

Asuransi kerugian merupakan bentuk asuransi untuk memproteksi jaminan rumah, sedangkan asuransi jiwa lebih ditujukan untuk melindungi risiko jika terjadi gagal bayar akibat kematian.

 

[Cekidot Infographic: Mengenal Jenis-Jenis Asuransi Lewat Gambar]

 

Sayangnya, masih sedikit bank yang mensyaratkan asuransi jiwa. Padahal, asuransi ini penting untuk memproteksi risiko kegagalan dalam membayar akibat kematian selama masa angsuran.

 

Jika tak memiliki ini, maka yang terjadi kewajiban penyelesaian angsuran beralih ke ahli waris sampai lunas. Jika tidak, maka rumah itu bakal disita bank.

 

Lantaran benefit itu, ada baiknya saat mengambil KPR juga menyertakan asuransi jiwa KPR. Dengan memiliki asuransi jiwa ini maka ketersediaan dana akan terjamin jika pengangsur meninggal dunia di tengah-tengah masa angsuran.

 

Di samping itu, asuransi jiwa KPR juga sebagai tanda cinta kepada keluarga. Mereka sudah tak punya lagi kewajiban melunasi angsuran selama masa pinjaman karena risiko itu sudah diambil alih pihak asuransi. Asuransi jiwa KPR membebaskan ahli waris dari segala kewajiban yang ditinggalkan pengangsur yang meninggal dunia.

 

Tambahan lagi, asuransi jiwa juga memproteksi pihak bank. Bank akan mendapat kepastian siapa nanti yang bertanggung jawab dengan pinjaman KPR jika yang bersangkutan meninggal dunia. Meski tahu manfaatnya, tapi tak semua bank yang memiliki produk KPR mewajibkan nasabah memiliki asuransi jiwa KPR.

 

Alasan utamanya karena rumah bisa dipindahtangankan. Selama masa angsuran, maka status rumah itu masih milik bank. Jika sewaktu-waktu kreditor meninggal dunia, maka bank bisa menjual rumah tersebut.

 

Opsi lainnya adalah menawarkan kepada ahli waris kreditur untuk meneruskan angsuran. Bila pihak ahli waris menolak, maka bank bisa saja menawarkan kepada pihak lain yang bersedia.

 

Hanya yang perlu dicatat, asuransi jiwa KPR tidaklah murah. Bahkan semakin tua usia kreditor, maka premi yang dibebankan semakin besar. Makanya jangan heran jika biaya-biaya yang melekat saat pengajuan KPR itu bakal ada komponen biaya yang berasal dari bank dan biaya asuransi.

 

Di sinilah pentingnya untuk tak mengenal lelah mencari informasi KPR murah dan asuransi rumah. Saat memilah produk KPR sebuah bank, perhatikan juga dengan seksama biaya asuransi yang wajib ditanggung pemohon.