Meski Gaptek, Generasi X Lebih Jago Atur Duit Ketimbang Milenial Lho!

Generasi X disebut-sebut sebagai generasi gaptek alias gagap teknologi. Berbeda dengan generasi milenial yang kabarnya punya pemikiran cepat dan mampu mengikuti perubahan apa pun di sekitarnya. Urusan teknologi adalah hal enteng bagi mereka.

Sekalipun benar, kemampuan mengelola uang milenial allias generasi Y ternyata masih kalah sama generasi sebelumnya. Kelebihan-kelebihan milenial di atas malah dapat jadi bumerang buat kondisi keuangan mereka.

Pernah lihat milenial yang tampak fancy di luar tapi kelimpungan cari utang? Atau mereka yang sering posting jalan-jalan tapi barang-barang yang dipakai mayoritas pinjaman?

Walau gak semuanya gitu, tapi kecenderungan besar pasak daripada tiang ini lebih sering terjadi pada milenial dibanding generasi pendahulunya.

Penelitian Financial Finesse, sebuah perusahaan pendidikan keuangan di California, menunjukkan generasi X punya skor kesehatan finansial tertinggi dibanding baby boomer dan milenial. Milenial sendiri mendapat skor terendah.

Buat menyamakan persepsi, dilansir dari Business Insider, istilah generasi X yang dipakai di sini merujuk pada mereka yang lahir pada 1965 sampai 1980, sedangkan milenial lahir pada 1981 sampai 1996.

Jadi, gimana cara generasi milenial bisa seperti generasi X agar bisa bahagia dan sentosa tanpa perlu pinjam sana sini?

1. Punya rencana keuangan

generasi X
(Image: WiseGeek)

Mayoritas milenial cenderung fokus pada perencanaan keuangan jangka pendek. Alhasil hidup pun pakai siklus dari gaji ke gaji. Artinya, gaji yang dimiliki bakal habis buat kebutuhan dan aktivitas konsumtif tanpa tersisa buat tabungan dan kepentingan masa depan.

Apalagi pada milenial yang menganut prinsip YOLO (you-only-live-once) and FOMO (fear-of-missing-out). Mumpung masih muda, wajib dong coba semuanya. Bisa malu kalau sampai ketinggalan tren.

Kalau ditanya soal dana pensiun, dana pendidikan anak, dana darurat, dan lainnya. Bisa-bisa jawabannya “Eh, makhluk macam apa itu?”

Hal ini beda banget sama generasi X.Dilansir dari Fox Bussiness, 76 persen generasi X udah mulai nabung buat dana pensiun bahkan sejak usia 20an. Mereka juga udah sadar mengenai pentingnya dana pendidikan anak bahkan sebelum berkeluarga.

2. Memilih properti sebagai aset finansial

generasi X
(Image: pinterest)

Buy experiences not things. Gitu caption foto liburan para milenial. Jalan-jalan lebih menggiurkan daripada impian punya hunian.

Gak ada yang sih salah dengan hal tersebut. Ada benarnya malah. Tapi tanpa pengendalian yang tepat, cara pikir itu bisa jadi penyesalan di kemudian hari.

Beda dengan milenial, generasi X masih memprioritaskan punya rumah. Bagi generasi X, rumah gak cuma buat dihuni, tapi juga sebagai investasi.

Kepemilikan rumah dapat menjadi aset jangka panjang yang menguntungkan di masa depan. Sama halnya dengan jenis properti lain seperti tanah.

3. Gak tergantung pada credit card

Generasi X
(Image: pursuingpoints)

Jika generasi X menganut konsep nabung dulu biar bisa beli sesuatu, milenial kini akrab dengan konsep “beli aja dulu, kan bisa nyicil”. Jadi barang lebih cepat dimiliki, tapi utang juga cepat menanti.

Gak seperti zaman dulu, kini memiliki kartu kredit dapat dilakukan jauh lebih mudah dan cepat. Milenial yang baru masuk dunia kerja bahkan bisa dengan mudah mengajukan kartu tanpa mempelajari seluk beluknya terlebih dulu.

Di sisi lain, saat ini mayoritas pelaku bisnis kartu kredit membidik segmen usia milenial.  Akibatnya, berjamuran promo-promo kartu kredit yang bikin mereka tergiur.

Gak salah sih sebetulnya punya kartu kredit, asal paham cara pakainya. Gak semua kebutuhan atau keinginan dibayar dengan kartu kredit, apalagi buat kebutuhan konsumtif.

4. Gak belanja secara impulsif

Salah satu studi menunjukkan milenial punya sikap impulsif dan gak sabar dalam berbelanja. Sebanyak 30 persen dari mereka menganggap penting pengiriman di hari yang sama. Cuma 19 persen generasi X yang menganggap hal tersebut penting.

Di sisi lain, milenial cenderung menggunakan gadget saat pengin berbelanja. Proses belanja jadi bisa terjadi kapan pun, di mana pun. Hal ini bikin milenial gak punya jeda buat memikirkan matang-matang barang yang bakal ia beli.

Sedangkan generasi X cuma menggunakan gadget buat meriset produk yang pengin dibeli dan memilih tetap ke toko offline dalam bertransaksi.

5. Punya jiwa pengusaha

Menurut David Melynk, penasihat keuangan Verus Wealth Management di Florida, generasi X punya jiwa pengusaha yang lebih kuat dibanding milenial.

Walau kelihatannya banyak startup baru yang digagas oleh milenial, sebuah penelitian di MIT malah menemukan rata-rata usia pendiri startup di AS adalah 42 tahun.

Generasi X percaya bahwa pekerjaan yang memberikan jaminan kemapanan paling aman adalah dengan bekerja buat diri sendiri alias jadi pengusaha.

Jika generasi milenial cenderung mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion mereka, generasi X berusaha menciptakan pekerjaan yang bakal mereka sukai.

generasi X
(Image: millennialmoneymakeover)

Sebagai milenial, jika merasa telah memiliki poin-poin di atas, artinya kamu udah ada di jalur yang tepat.

Tapi kalau belum, coba terapkan karakter generasi X di atas dan lihat bedanya pada kondisi keuanganmu nanti.