Menyiapkan Dana Pensiun Gak Cuma Urusan Cowo Loh, Kamu yang Perempuan Juga Wajib

“Kalau udah pensiun mau ngapain, Ta,” tanya Rita kepada Susan, kawannya. “Jadi ibu rumah tangga aja, capek.”

Jawaban Susan di atas mungkin sama kayak jawaban perempuan lainnya. Ada kecenderungan para wanita memilih beristirahat cari duit setelah pensiun kerja.

Berbeda dengan para pria, yang umumnya masih gatel pengin kerja. Seakan-akan masa kerja selama berpuluh tahun itu belum cukup.

Yang jadi pertanyaan buat kaum hawa, apakah tabungan setelah kerja itu cukup untuk hidup? Memang, sih, ada BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), tiap pengusaha wajib mengikutsertakan pegawainya ke program BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu layanan dalam program itu adalah jaminan pensiun.

Dengan ikut program itu, nanti saat sudah pensiun bisa dapat dana untuk hidup di usia senja. Tapi, apa dana pensiun dari satu sumber saja cukup?

Menyiapkan dana pensiun wajib dilakukan karena menyangkut kehidupan setelah kerja, yang artinya gak ada lagi pemasukan rutin. Pasti hidup jauh lebih berbeda daripada sebelumnya. Ini berlaku bagi pria dan wanita.

Ada sederet cara untuk menyiapkan dana pensiun buat para ibu. Berikut ini di antaranya:

keuangan rumah tangga

1. Melatih keterampilan

Selagi masih aktif bekerja, hobi dikembangkan juga. Pengembangan hobi ini bisa dimanfaatkan untuk mencari penghasilan setelah pensiun.

Caranya, buka usaha dari keterampilan itu. Misalnya hobi masak, ya cobalah sering-sering ikut seminar masak. Atau yang lebih sederhana, rajin-rajinlah masak tiap hari.

Dari kebiasaan ini, bisa kita ambil fokus buat bisnis. Mungkin masakan Sunda yang dibuat lebih enak ketimbang Chinese food, buka aja warung Sunda. Jangan lupa sering minta pendapat ke orang sekitar soal masakannya, ya, kalau mau buka warung.

[Baca: Jangan Cuma Buat Isi Waktu, Ini Cara Memanfaatkan Hobi Buat Menambah Pundi-Pundi]

2. Tanam duit

Tanam duit alias investasi bukan lagi kata yang terdengar canggih. Bahkan anak SMA juga bisa berinvestasi kalau mau, apalagi kita para mommies.

Yang paling simpel, investasi emas. Caranya, beli emas saat harganya turun. Lalu jual ketika harganya naik. Sesederhana itu. Tapi, kita harus tahu seluk-beluk investasi emas sebelum memutuskan terjun ke dalamnya.

Misalnya soal jenis emas yang paling direkomendasikan untuk investasi. Kemudian tips dan trik agar investasi mendatangkan hasil maksimal.

[Baca: Jangan Ragu Berinvestasi, Ini Investasi yang Menguntungkan Walau Bukan Investor]

keuangan rumah tangga

3. Potong pengeluaran

Selagi belum pensiun, sebisa mungkin potong pengeluaran yang gak perlu-perlu amat. Misalnya biaya iuran keanggotaan di komunitas-komunitas tertentu.

Ikut arisan, misalnya, jangan semuanya. Ikut yang sekiranya paling penting saja, misalnya arisan rumah demi sosialisasi.

Memang, arisan itu kayak nabung yang hasilnya didapat giliran. Tapi dalam proses itu ada biaya yang keluar. Masak, kumpul-kumpul tanpa makan-minum.

4. Nabung

Ini cara yang paling umum. Nabung duit pensiun juga adalah cara termudah. Yang sulit biasanya membuat menabung jadi kebiasaan.

Untunglah di banyak bank tersedia layanan tabungan rencana. Lewat layanan ini, kita dipaksa nabung dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian. Kalau telat nabung atau ambil tabungan sebelum waktunya, bakal kena penalti.

Ada juga deposito, cara nabung yang lebih gede hasilnya. Konsepnya mirip dengan tabungan rencana, tapi dana yang dibutuhkan lebih besar. Jangan khawatir. Bunganya juga lebih besar kok ketimbang tabungan.

[Baca: Investasi Deposito Bank Pasti Untung, Asal Gak Main-main Soal 4 Hal Ini]

Berkat Kartini, S.K. Trimurti, dan para pejuang emansipasi wanita lainnya, kini kaum hawa di Indonesia bisa unjuk gigi. Gak jarang ditemui suatu perusahaan dipimpin oleh seorang wanita.

kerja utama dan usaha sampingan

Hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki sama di tempat kerja. Termasuk dalam soal dana pensiun.

Jangan sampai kita terlena selagi masih kerja, terus ambruk ketika pensiun. Bahkan seorang pemimpin perusahaan bisa saja bangkrut setelah gak kerja, jika gak menyiapkan dana pensiun.

Image credit:

  • http://www.omegasoftindo.net/images/news/laporan-keuangan.jpg
  • http://kemandirianfinansial.com/wp-content/uploads/2015/02/Siapa-Mengatur-Keuangan.jpg
  • http://www.pubinfo.id/foto_beritaumum/12fokus_kerja.jpg