Menkeu Khawatir Bonus Demografi Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Banyak pihak memandang Indonesia bersiap mendapatkan bonus demografi. Maksudnya, komposisi penduduk negeri ini sekitar 67 persennya berusia di kisaran 29-30 tahun. Komposisi ini sangat ideal lantaran komposisi populasi yang didominasi angkatan muda menjadi bonus demografi bagi Indonesia. 
 
Meski begitu, Menteri Keuangan M Chatib Basri mewanti-wanti untuk tetap mengendalikan bonus demografi. Bila itu tak dikontrol, dia khawatir hanya akan menghambat pertumbuhan ekonomi. 
 
Pernyataannya berdasarkan studi yang dilakukan oleh Bloomberg dan Modigliani tentang life cycle hypothesis. Studi itu menerangkan penduduk berumur antara 8 sampai dengan 15 tahun bersifat  mengonsumsi capital income, sehingga akan menyebabkan negative saving.  
 
Lain halnya penduduk berumur 15 sampai dengan 65 tahun mulai bergabung dengan pasar tenaga kerja untuk mulai mencari penghasilan sendiri dan tetap konsumtif. Terakhir, penduduk berumur lebih dari 65 tahun yang sudah pensiun sudah tidak bekerja tetapi tetap konsumtif.   
 
Benang merah dari penggolongan penduduk berdasarkan usia itu adalah umur emas bagi penduduk produktif adalah sekitar 15 sampai dengan 65 tahun. Jika itu usia itu mendominasi populasi maka dengan sendirinya konsumsi menjadi sangat kuat.
 
 
http://www.kemenkeu.go.id/Berita/menkeu-pertumbuhan-ekonomi-tergantung-pada-pola-demografi