Menghilangkan Kebiasaan Terlambat Ternyata Bisa Bikin Karir dan Keuangan Membaik, Gak Percaya?

Telat sampai kantor pasti dianggap lumrah. Biar lolos dari teguran, sudah disiapkan deretan alasan pembenaran. Jarang yang ngaku bangun kesiangan. Kalau itu yang dipakai, siap-siap saja dengar ceramah panjang kali lebar dari manajer SDM.

Padahal disadari atau tidak, telat tiba di kantor bisa menjadi catatan buruk yang bisa merusak karir. Dengan mudahnya bos menganggap mereka yang telat ngantor sebagai orang yang tak disiplin. Bila sudah dicap begini, urusannya jadi repot.

Padahal datang tepat ke kantor hukumnya wajib. Bahkan ada sebagian kantor yang menerapkan sanksi pemotongan tunjangan atau gaji jika frekuensi telat ngantor sudah parah.

Enggak usah jauh-jauh. Pegawai negeri sipil saja sekarang sudah tak bisa sesuka hati tiba di kantor. Bila masih nekat, deretan sanksi sudah disiapkan. Dari pemotongan gaji sampai ditunda kenaikan pangkat.

[Baca: Jangan Segerakan Resign Bila Karir Tak Berkembang]

Praktis, kebiasaan ngaret begini jelas merusak karir ke depannya. Bisa disebut, kebiasaan ngaret bisa dikategorikan penyakit lho. Bukan fisik sih, tapi lebih ke sakit kepribadian.

Lebih parah lagi, dampak kebiasaan ngaret begini tak juga merugikan dari sisi karir tapi juga keuangan.

menghilangkan kebiasaan terlambat
Lagi disetrap atasan

Biar jelasnya, berikut ini dampak kenapa orang yang  telat ngantor itu sebenarnya sedang menyiapkan ‘kuburan’ bagi karir dan keuangannya sendiri.

Makanya, segera deh menghilangkan kebiasaan terlambat jika ingin karir berjalan mulus. Gagal mengatasi sama saja memperkuat penilaian dianggap orang yang kurang profesional dalam bekerja atau pun bisnis.

1.Suasana kerja tak kondusif

Ngaret sampai kantor bisa bikin suasana kerja tak kondusif. Utamanya berpengaruh terhadap kolega di kantor. Mereka bisa marah karena yang telat dianggap tak profesional. Bukan itu saja, kebiasaan telat sampai di kantor bisa menular ke yang lain.

2. Sanksi

Orang bekerja itu dibayar karena keahlian dan waktunya. Jangan lupakan itu. Ketika kantor membayar seseorang bekerja selama delapan jam sehari, maka itu wajib dipenuhi.

[Baca: Ada Hal yang Bisa Diminta Karyawan ke Perusahaan yang Menyangkut Skill]

Sebaliknya, bila jam kerja selama itu tak bisa dipenuhi karena telat, wajar dong kalau kantor juga enggak mau bayar sesuai perjanjian awal. Jadi jangan buru-buru maki-maki kantor ketika lihat slip gaji di akhir bulan jumlahnya tak sesuai harapan. Masih untung diberi sanksi pemotongan gaji, lha kalau sampai dipecat? Itu sama saja kehilangan pendapatan bulanan!

menghilangkan kebiasaan terlambat
Pakainya sih jam tangan beneran. Tapi kalau mentalnya udah jam karet gimana?

3. Tidak dipercaya

datang tepat waktu di kantor saja gagal, gimana mau dikasih kepercayaan lain. Padahal bisa jadi kepercayaan itu sebagai bentuk promosi. Yang namanya promosi itu biasanya berkaitan dengan nominal tambahan doku di slip gaji.

Selain itu, si bos juga enggak mau ambil risiko berikan promosi bagi karyawan yang suka telat. ‘Apa kata dunia?’ Ini sama saja membiarkan api dalam sekam. Nanti yang lain bisa bilang,”Yang  telat saja dapat promosi, kenapa harus tepat waktu ngantor?”

Benang merahnya, telat ngantor itu yang rugi bukan perusahaan tapi diri sendiri. Telat ngantor juga tak sekadar merusak karir tapi juga keuangan. Bayangkan betapa ruginya kalau promosi tertunda sampai bonus tak maksimal.

Kebiasaan telat ngantor ini juga menjadi bibit-bibit menular pada ketidakdisiplinan di urusan keuangan. Karena telat sudah menjadi darah daging, kewajiban dalam urusan keuangan berpotensi porak poranda.

[Baca: Lakoni 15 Kebiasaan Ini Biar Selamat di Urusan Keuangan]

Misalnya menunda bayar kartu kredit bisa diganjar denda. Telat bayar listrik, bakal diancam PLN untuk putuskan aliran listrik. Telat bayar pajak, siap-siap saja menguras isi dompet lagi karena kenda pinalti.

menghilangkan kebiasaan terlambat
“Bentar ya, 5 menit lagi deh.”

Intinya, punya kebiasaan telat itu jelas-jelas merusak. Baik dari segi karir dan keuangan. So, segeralah lakukan sesuatu agar sembuh dari kebiasaan telat.

 

Image credit:

  • https://pbs.twimg.com/media/BQ_AnR3CAAE1kfn.jpg
  • http://4.bp.blogspot.com/-nnAFiZh0Q8w/VMcRtaoIarI/AAAAAAAACE4/1UAqqLd_sns/s1600/jam%2Bkaret.png
  • http://cdn.klimg.com/vemale.com/headline/650×325/2013/02/sering-terlambat-ke-kantor-atasi-dengan-4-cara-ini.jpg