Mengenali Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari Dua Sisi yang Berbeda

Dari sekian produk bank, mungkin kredit tanpa agunan (KTA), atau yang kerap pula disebut sebagai personal loan, paling tersohor. Produk ini memungkinkan nasabah dapat meminjam sejumlah dana tanpa harus menggadaikan aset sebagai jaminannya. Tak perlu sertifikat tanah, rumah, BPKB, atau emas.

Bank biasanya menjajakan produk ini ke kaum profesional dan pekerja. Golongan ini dinilai berisiko rendah karena memiliki pendapatan tetap tiap bulan. Meski tak tertutup kemungkinan juga menyasar pada wiraswasta sepanjang memenuhi syaratnya.

Mengenali KTA sebagai produk perbankan

Kredit tanpa agunan (KTA) di Indonesia mulai populer sejak 1996 ini menuai  respons bagus dari masyarakat. Tak heran jika bank-bank lain pun kepincut sehingga menelurkan produk serupa dengan kemasan berbeda.

kredit tanpa agunan
KTA mulai populer di tahun 1996. Melihat fenomena ini, banyak bank yang akhirnya gencar mengkampanyekan produk ini (uang tunai/Metalware Online)

Bahkan belakangan ini, bank lagi jor-joran menjajakan KTA. Tak peduli apakah yang disasar produk itu sedang butuh pinjaman atau tidak, tetap saja jadi target pemasaran selama sudah berpenghasilan. Dengan kata lain, KTA sudah dianggap sebagai komoditas yang dijajakan bank.

Lantas apa yang mendasari bank begitu semangat menjajakan produk ini?

Pertama, solusi di saat pertumbuhan kredit konsumer lagi lesu.

Di mata bank, bisnis pinjaman satu ini dianggap lebih menggiurkan di saat pertumbuhan kredit sedang lesu. Tengok saja data survei perbankan di Indonesia yang dikutip dari situs bi.go.id di mana pada tahun 2013 pertumbuhan kredit hanya 20,8 persen saja atau lebih rendah dari target sebesar 22,3 persen.

Bank menilai menggenjot KTA bakal mengatasi pelemahan pertumbuhan kredit konsumer lainnya seperti kredit multiguna maupun kendaraan bermotor.

Kedua, imbal hasil yang besar dalam waktu singkat.

Tak sedikit bank yang menggantungkan pertumbuhan kredit konsumernya pada KTA. Andalan bank bukan hanya pada besaran suku bunga yang dikenakan saja, tapi juga sejumlah biaya provisi yang merupakan biaya yang harus dibayar nasabah saat pencarian kredit. Selain itu, KTA juga menjadi senjata ampuh bagi bank untuk menarik masyarakat membuka rekening sebagai nasabahnya.

Mengenali KTA sebagai solusi keuangan nasabah

Sementara dari sisi konsumen, KTA menjadi solusi singkat mendapatkan dana segar. Prosesnya terbilang mudah dan cepat. Bahkan ada beberapa bank yang menjanjikan pinjaman langsung cari dalam tempo 60 menit! Tentunya dengan syarat semua persyaratan terpenuhi.

kredit tanpa agunan
Kalau uangnya udah sebanyak ini gak usah ajuin KTA ya (Syeh Puji/ Santri Clumut)

Detailnya, di bawah ini ada tujuh keuntungan mengajukan KTA.

1. Persyaratan mudah dan proses yang cepat karena tidak seribet apabila kita apply produk kredit yang berbasiskan bunga efektif. Dalam beberapa kasus, bank biasanya yang proaktif menawarkan nasabahnya untuk mengajukan KTA.

2. Tak perlu jaminan agunan atau aset

3. Calon pemohon bebas mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan

4. Suku bunga tetap sepanjang masa kredit

5. Jangka waktu pinjaman disesuaikan dengan keinginan pemohon

6. Angsuran bisa dilakukan lewat autodebet

7. Beberapa bank memberikan perlindungan asuransi gratis dari setiap pemohonan KTA yang disetujui

Di samping itu, persaingan yang ketat antarbank dalam memenangi pertarungan bisnis KTA turut menguntungkan konsumen. Sebagai pemain, tentunya masing-masing bank mengklaim produknya sebagai yang terbaik. Baik dari segi layanan, kualitas, sampai kemudahan.

Bahkan ada di antaranya menawarkan suku bunga dan biaya provisi yang menggiurkan. Tak jarang, ada bank yang menyodorkan potongan dan cashback bagi nasabah yang permohonan KTA-nya disetujui.

Hanya di balik kemudahannya, ada beban bunga yang cukup tinggi yang dikenakan. Atas dasar itu, perlu dipertimbangkan masak-masak untuk menerima tawaran KTA. Mungkin biar gampangnya bisa dilihat dari ilustrasi berikut ini.

Anggap saja bunga KTA yang ditawarkan bank A sebesar 1,5 persen per bulan  secara flat. Maka perhitungannya bisa dilihat, tentunya belum termasuk biaya provisi yang di kisaran 1 persen dari besaran pinjaman yang disetujui.

kredit tanpa agunan
Yuk hitung-hitung dulu bunganya biar gak kaget nanti (kalkulator / Reference)

Pinjaman KTA: Rp 100 juta

Bunga KTA: 1,5% per bulan

Jangka waktu: 4 tahun

Cicilan per bulan: Rp 3.583.334

Total pembayaran: Rp 172.000.032

Dari situ bisa dicermati jika pinjaman Rp 100 juta ke bank maka kita membayarnya total sampai Rp 172 juta. Tentunya makin panjang jangka waktunya, maka beban bunga makin besar. Atas dasar itulah, pertimbangkan untuk mengambil KTA untuk hal-hal yang mendesak saja.

Sekarang ini pun, pengajuan KTA semakin dibuat gampang, bahkan sudah disediakan di berbagai platform online seperti DuitPintar.com. Produk-produk KTA yang ada di pasaran pun dapat saling dibandingkan agar pengguna dapat memilih yang paling tepat. Anda bisa menseleksi daftar bank dan besaran suku bunga pinjaman yang ditawarkan dalam satu tempat. Jika sudah menemukan bank dan suku bunga yang sesuai, lalu tinggal mengajukan aplikasi saja lewat fitur yang sudah disediakan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kamu Boleh Ngajuin KTA Kalau…]

[Baca: Mengapa Kartu Kredit Penting Sebelum Mengajukan KTA? Ternyata Ini Jawabannya]

[Baca: Tanpa Jaminan Bisa Dapat Pinjaman Ratusan Juta Rupiah, Gimana Caranya?]