Mengembangkan Bisnis dengan Kredit Modal Kerja

Mendirikan dan menjalankan usaha milik sendiri, siapa yang tidak tergiur? Ada kebanggaan tersendiri ketika kita dapat menghasilkan sesuatu dari yang sudah kita upayakan.

Namun jangan buru-buru berpuas diri manakala bisnis yang Anda jalankan telah menampakkan titik cerah. Pertumbuhan suatu bidang usaha sebaiknya diikuti dengan upaya mengembangkan bisnis.

Sekiranya yang dapat ditempuh dengan cara membuka cabang di tempat lain, memperluas bidang usaha dan menambah produk atau layanan yang ditawarkan. Untuk merealisasikan tujuan itu tentu saja diperlukan tambahan modal yang dapat diupayakan melalui pinjaman dari lembaga keuangan (bank).

Salah satu produk pinjaman bank yang dapat Anda gunakan untuk mengembangkan usaha yaitu Kredit Modal Kerja (KMK), dan layanan ini telah ditawarkan oleh sejumlah bank ternama, baik swasta maupun milik pemerintah dengan syarat dan ketentuan yang wajib dipenuhi oleh para peminjam.

KMK adalah salah satu bentuk pinjaman / kredit modal kerja dalam mata uang asing maupun rupiah yang dicairkan guna memenuhi kebutuhan modal kerja dalam jangka waktu maksimal 1 tahun dan dapat diperpanjang. Beberapa kelebihan KMK jika dibandingkan dengan kredit lainnya adalah:

1. Anda dapat menarik atau mengambil dana ketika Anda membutuhkannya melalui rekening pinjaman bank

2. Pinjaman modal kerja yang belum digunakan dan masih tersimpan dalam rekening pinjaman tidak dikenakan bunga pinjaman.

3. Kredit modal kerja dapat dilunasi menjelang jatuh tempo kredit

Namun tak jarang kredit modal kerja malah menjadi bumerang bagi peminjam yang tidak dapat memanfaatkan dana pinjaman dengan bijaksana. Bahkan ada beberapa bisnis yang terpaksa gulung tikar dan berpindah tangan karena menderita kerugian akibat harus membayar angsuran pinjaman bank dalam jumlah yang melebihi pendapatan/ laba bersih usaha.

Apakah metode yang tepat dalam menggunakan dana kredit modal kerja agar hal serupa tidak terjadi pada usaha yang saat ini sedang kita geluti? Berikut beberapa tips untuk Anda yang berencana untuk mengajukan kredit modal kerja sebagai tambahan modal.

1. Perencanaan

Buatlah perencanaan tentang apa saja yang akan Anda lakukan dengan menggunakan dana pinjaman/ kredit modal kerja, dan hanya gunakan dana KMK untuk membiayai segala aktifitas yang mendukung pengembangan bisnis. Misalnya untuk membeli perangkat produksi, membeli bahan mentah, atau untuk membeli barang-barang grosir yang akan Anda jual kembali.

2. Pisahkan Dana

Selalu pisahkan dana kredit modal kerja dari uang pribadi agar Anda terhindar dari kesalahan memanfaatkan dana pinjaman untuk keperluan konsumsi.

3. Mengangsur

Sisihkan sebagian hasil usaha untuk mengangsur KMK dan jangan pernah menggunakannya untuk keperluan apapun.

4. Catatan Transaksi

Buatlah catatan tentang semua transaksi yang Anda lakukan dengan menggunakan dana KMK. Catatan ini akan membantu Anda untuk mengetahui apakah KMK benar-benar diserap untuk keperluan usaha atau malah terbuang sia-sia.

5. Usaha Lain

Jangan gunakan KMK untuk membiayai usaha lain yang sedang Anda rintis. Hal ini karena bidang usaha rintisan masih belum stabil dalam hal pemasukan, dan kita juga belum mengetahui prospeknya di masa depan.

6. Laba

Meskipun Anda telah memperoleh keuntungan dari bidang usaha yang saat ini sedang dijalankan, usahakan tidak menghabiskan semua laba untuk membiayai konsumsi. Anda dapat memisahkan sebagian keuntungan sebagai tambahan modal.

Kami dapat membantu Anda mencari kreditur yang tepat dan aman untuk Anda, untuk informasi selengkapnya silakan isi aplikasi Anda di DuitPintar.com.