Menabung Itu Tak Melulu Simpan Duit di Bank

Menabung memang kebiasaan baik dan perlu dipupuk sejak dini. Ada tiga hal yang mendasari mengapa menabung ini perlu dipraktikan. Misalnya saja sebagai cara belajar hidup hemat, mencegah berutang, dan ketersediaan uang di saat butuh uang cepat. Pendek kata, menabung bisa menjadi alat untuk mengantisipasi ketidakpastian masa depan.

 

Meski begitu, menabung itu jangan diidentikkan dengan menyisihkan uang untuk disimpan di bank. Sebaiknya lebih manjur jika menabung dalam bentuk aset. [Baca: 5 Lokasi Investasi Tanah yang Patut Dilirik]

 

Mengapa? Menabung dalam bentuk uang jelas akan mengalami depresiasi nilai. Apalagi kalau bukan karena faktor inflasi. Pendek kata, menabung tidak memberi hasil yang memadai karena nilai uangnya bakal tergerus inflasi.

 

Tambahan lagi, menabung di bank juga tidak gratis. Ada deretan biaya-biaya yang dikenakan bank terhadap rekening tabungan.

 

Sebut saja biaya administrasi bulanan yang besarnya tergantung dari jenis tabungan, kena pajak penghasilan, kena biaya lagi jika saldonya di level minimum, dan lain sebagainya. Memang sih ada bunganya, tapi itu sangat kecil sekali.

 

Maka itu, pakar perencanaan keuangan lebih menganjurkan untuk menabung dalam bentuk aset. Penjelasan mendasar sekali di mana tabungan tidak akan menambah nilai uang secara signifikan.

 

Beda kasus jika menabung dalam bentuk aset, sebagai contoh emas. Maksudnya di sini emas dalam bentuk batangan atau logam mulia bukan perhiasan. [Baca: Untung Rugi Beli Emas Tunai dan Kredit]

 

Menabung emas bisa menjadi solusi mempertahankan nilai kekayaan. Emas adalah benda yang memiliki nilai intrinsik tetap. Di samping itu, perawatan emas sangat mudah karena tak bakalan berubah bentuk dan warna akibat reaksi udara, zat cair, dan logam lainnya.

 

Keunggulan lainnya, emas selalu kebal inflasi. Nilainya Menabung Itu Tak Melulu Simpan Duit di Banktidak pernah lebih rendah dari rata-rata inflasi.

 

Selain itu emas juga bersifat likuid sehingga bisa diuangkan kapan saja saat kondisi butuh uang cepat.

 

Risiko dari emas paling banter kehilangan saja. Itu pun bisa diantisipasi dengan menyimpan emas di safe deposit box.

 

Asyiknya lagi menabung emas adalah bisa dimulai dari nilai yang terkecil. Sekarang ini emas batangan dijual dengan berat mulai dari 5 gram.

 

Jadi tak perlu modal besar hingga jutaan rupiah untuk menabung emas. Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Bukankah begitu?

 

Kalau pun merasa kurang yakin dalam disiplin menabung emas, tak ada salahnya memilih opsi kredit emas. Sudah banyak bank sampai Pegadaian yang menawarkan jasa kredit emas.

 

Memang kredit emas berisiko sewaktu-waktu harga emas turun, tapi toh tujuan menabung emas lebih ditujukan untuk jangka panjang daripada sekadar berspekulasi.