Mau Temenan Sama Bos di Medsos? Ini Poin Positif dan Negatifnya

Gak semua karyawan beruntung bisa punya atasan yang baik, sebagian dari kita mungkin harus kerja di bawah kepemimpinan si “tangan besi”.

Hubungan antara atasan dengan bawahan memang tergantung dari sang atasan. Ada yang sengaja jaga jarak dan benar-benar profesional, ada juga yang free style.

Nah, gimana ya kalau si bos pengin gak hanya menjalin hubungan profesional di kantor, tapi juga berteman di media sosial atau medsos?

Simak dulu nih poin-poin positif dan negatif saat kita memutuskan untuk berteman dengan atasan di dunia maya.

Positif:

1. Hubungan jadi lebih luwes

Berteman di medsos dengan si bos bisa banget bikin hubungan kita dengannya jadi lebih luwes. Apalagi kalau kita dan si bos termasuk orang yang aktif di medsos. Berbalas komentar pasti lama-kelamaan bikin hubungan jadi lebih akrab.

Tapi selama berbalas komentarnya bukan yang ngajak berantem atau debat kusir ya. Kalau kayak gitu sih bukan tambah luwes, bisa jadi ujung-ujungnya hubungan makin renggang.

bertemen sama bos di medsos
Hubungan makin harmonis dan makin asyik tentu kamu juga makin nyaman kan (atasan dan bawahan/Fotolia)

Medsos bisa dibilang ekspresi kepribadian yang jujur. Jadi saat kita berteman dengan atasan, baik kita maupun atasan jadi lebih mengetahui kepribadian dan kehidupan di luar pekerjaan masing-masing itu seperti apa.

2. Jadi bisa lebih “baca” suasana hati si bos

Sekarang tuh medsos gak hanya buat berekspresi menuangkan pendapat atau cari teman, tapi juga sudah jadi semacam pengganti buku diary, alias tempat curhat. Gak sedikit pengguna medsos, baik laki-laki maupun perempuan, tua ataupun muda, semuanya suka curhat.

Nah, saat si bos sedang gak enak hati dan menuangkannya ke dalam akun medsosnya, saat besok bertemu si bos di kantor dan bermuka muram atau bete, kita sudah tahu penyebabnya.

Kita jadi lebih berhati-hati saat menanyakan tentang pekerjaan atau pas berpapasan. Kasih info juga ke rekan-rekan kerja buat gak berulah juga di kantor. Gak mau bikin suasana hati bos jadi tambah kacau, kan? Jadi bisa jaga sikap pas ada di kantor.

3. Lebih mengenal karakter si bos

Banyak pengguna medsos yang benar-benar jujur dalam setiap postingan-nya, tapi banyak juga sih yang kebanyakkan bohong. Intinya, apa yang ada di medsos kita kurang lebih bisa memberi gambaran kepribadian bagi semua teman yang melihat. Istilahnya, akun medsosmu adalah refleksi diri.

Berteman sama si bos di medsos dan mengamati aktivitasnya di dunia maya, kurang lebih bakal bikin kita jadi lebih mengenal lagi kepribadiannya.

Lihat saja postingan seperti apa yang ada timeline-nya, dari situ terlihat deh. Misalnya, jika si bos lebih sering nge-share berita-berita politik, kita jadi lebih tahu bagaimana pandangan politiknya.

Negatif:

1. Gak leluasa berekspresi, terutama ngeluh soal kerjaan

Gak enaknya berteman sama bos di medsos pastinya adalah jadi gak leluasa mengekspresikan diri, terutama saat kita lagi bete banget sama pekerjaan.

bertemen sama bos di medsos
Mau curhat soal kerjaan di medsos? Sama aja gantung diri guys (Gantung diri/Okezone)

Namanya juga manusia, wajar kalau sesekali ada rasa bosan, bete, dan stres dengan tekanan pekerjaan di kantor. Nah, mau curhat ke medsos jadi harus hati-hati kalau gak mau diinterogasi si bos. Bukan gak mungkin kalau keseringan posting tentang hal-hal gak baik tentang kerjaan, kita bisa dipecat. Waduh, sadis bro!

2. Bos jadi lebih tahu kehidupan pribadi kita

Siap-siap si bos jadi tahu segala gerak-gerik kita di medsos. Semua aktivitas kita di luar kantor yang kita posting di akun media sosial bisa jadi direkam dalam memorinya. Dengan kata lain, bos jadi lebih tahu kebiasaan kita di luar kantor.

Yang bikin malas itu kalau bos menggunakan hal-hal yang jadi kehidupan pribadi kita buat bahan bercandaan di kantor atau “senjata”. Misalnya, tiba-tiba jadi suka nyeletuk di kantor soal seseorang yang lagi pdkt sama kita.

Rekan-rekan kantor yang tadinya gak tahu, ujug-ujug jadi ikutan kepo dan kita sukses jadi bahan ledekan percintaan di kantor.Nha, siap gak kehidupan pribadi kita jadi bahan perbincangan teman-teman kantor?

3. Membuka “channel” baru buat si bos untuk ngomongin kerjaan

Kebayang gak sih kalau punya atasan yang gila kerja? Tipe atasan yang kayak begini juga kemungkinan gak akan perduli yang namanya “ruang pribadi”.

Kapanpun si bos mau ngomong soal kerjaan atau diskusi soal kerjaan, mau via chat, komentar di Facebook dan bahkan posting di timeline-nya dengan mention nama kita pun bisa jadi bakal dilakuin.

bertemen sama bos di medsos
Ngelihat notifikasi nongol di screen sumeringah karena dikira gebetan, pas dibuka eeh taunya si bos nanya weekly report. (Bos/HRM Online)

Sudah siap dengan konsekuensi yang kayak gini? Pastinya hidup kita jadi gak tenang dan bukan gak mungkin jadi stres karena gak pernah bisa punya waktu buat bersantai sejenak.

Ada yang bilang berteman di dunia nyata dengan dunia maya itu beda. Tapi sebenarnya sama saja kok. Intinya berteman itu senyamannya kita saja mau sama siapa. Kita berhak memilih teman. Saat mau berteman dengan atasan di media sosial, ada hal-hal yang harus kita pertimbangkan.

Jika kita tipe orang yang aktif di medsos dan gak mau urusan pekerjaan dicampuradukkan dengan urusan pribadi, ya lebih baik urungkan niat berteman dengan bos di medsos. Tapi kalau kamu emang pengin lebih mengenal karakter si bos di luar kantor, ya silakan saja berteman dengan mereka di dunia maya.

Intinya, kalau mau berteman dengan bos di media sosial, bijaklah dalam menggunakan platform ini supaya gak merugikan kariermu.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 4 Cara Menghadapi Bos yang Gak Bisa Lihat Kamu Santai Dikit]

[Baca: Gak Usah Mimpi Jadi Bos Deh Kalau Masih Punya 7 Mental Ini]

[Baca: Nih, 5 Kesalahan Bos yang Bikin Bawahan Resign]