Mau Sukses Menjalankan Bisnis? Ikuti 5 Tips dari Rachmat Gobel Ini

Menjalankan bisnis tentu gak semudah membalikkan telapak tangan, oleh karena itu kamu perlu tips jitu dari para pakar, siapa lagi kalau bukan Rachmat Gobel.

Pria yang sempat menduduki kursi menteri di Kabinet Kerja ini, adalah seorang pengusaha top Tanah Air. Sejak kecil, Gobel memang dididik untuk menjadi pewaris usaha keluarganya yang merupakan perintis industri elektronik Indonesia.

Bayangin saja, sejak masih sekolah, Rachmat Gobel harus ke pabrik untuk menjalani training kerja seharian di masa liburan. Ayahnya, Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel, merupakan seorang pekerja keras. Oleh karena itu, dia gak mau anaknya malah jadi malas-malasan.

Usai lulus SMA, Rachmat memutuskan untuk kuliah di Jepang dan Amerika Serikat. Negeri Sakura memang jadi pilihannya lantaran Rachmat memiliki misi untuk memperkuat relasi dengan rekan bisnis Kelompok Usaha Gobel, Matsushita Group (Panasonic).

Dan kerennya nih, pada saat itu dia pun magang di Matsushita. Namun bersamaan dengan itu, ayahnya meninggal dunia.

Sepulangnya ke Indonesia, Rachmat Gobel meneruskan usaha keluarganya dengan menjadi Asisten Presiden Direktur PT National Gobel (sekarang PT Panasonic Manufacturing Indonesia). Bisa dibilang, ini adalah perusahaan joint venture antara Jepang dan Indonesia pertama di bidang manufaktur elektronika lho.

Di tahun 1990, Rachmat akhirnya resmi dimasukkan ke dalam dewan direksi perusahaan. Hingga akhirnya dia sendirilah yang memimpin perusahaan itu tahun 1993. Dan singkat cerita dia pun berhasil jadi Ketua Kadin hingga Menteri Perdagangan.

Kamu tahu kan seberapa larisnya produk Panasonic. Mungkin sebagian dari kamu menjadi pengguna produk elektronik ini.

Ingin tahu soal tips-tips membangun dan menjalankan bisnis dari beliau? Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

1. Dana akan masuk ketika produk berkualitas

Menjual produk berkualitas (Ilustrasi).

Apa sih yang dialami pengusaha ketika membangun bisnis? Tentu saja modal usaha bukan?

Gak dipungkiri bahwa masalah permodalan memang kerap jadi kendala utama bagi seseorang yang ingin memulai usaha. Namun Rachmat Gobel justru bilang kalau jangan menjadikan hal itu sebagai masalah.

Intinya, seorang harus bisa menciptakan produk yang berkualitas terlebih dulu, pada akhirnya keuntungan juga akan menghampirimu.

Rachmat pun menegaskan, dalam menciptakan produk, usahakan agar apa yang kita buat memiliki nilai lebih terhadap produk lain. Dan tentunya menguntungkan bagi konsumen.

2. Ketika Rupiah lemah, jual produk ekspor

Uang tunai (Ilustrasi by Pixabay).

Semua tentu tahu bahwa ada berkah di balik menguatnya Dolar Amerika Serikat dan melemahnya Rupiah. Tapi hal itu memang gak diketahui oleh banyak orang termasuk kita yang ingin buka usaha.

Menurut Rachmat Gobel, alangkah lebih baiknya bagi para pengusaha kecil menengah untuk mendorong produk ekspor. Apakah kamu tertarik untuk melakukan ini? Atau gak ngerti caranya?

Ekspor itu sejatinya bisa dilakukan dengan berjualan produk-produk dalam negeri di situs jual beli asing. Transaksinya pakai Dolar bukan?

Mungkin PR selanjutnya adalah kamu bisa belajar tentang bagaimana mekanisme transaksi jual beli di situs tersebut. Dan tentunya menyediakan produk lokal dengan kualitas dunia.

Banyak sekali situs-situs jual beli asing yang bisa kamu coba. Sebut saja seperti Alibaba, dan sebagainya.

3. Semua bisa dikerjakan di negara sendiri

Apapun bisa dijual di Indonesia (Ilustrasi).

Indonesia itu merupakan pasar yang besar, dan semestinya banyak produk juga yang bisa dilahirkan di negara sendiri. Oleh karena itu, gak usah jualan produk yang bahan bakunya didatangkan dari luar negeri deh.

Memang benar, apapun bisa kamu buat di Indonesia. Sepatu pun bisa, kerajinan tangan bisa, apapun pokoknya.

Ingat saja di poin kedua, ekspor tentu bisa membuatmu lebih untung. Terlebih lagi sekarang nilai Rupiah sedang melemah terhadap Dolar Amerika Serikat.

Apakah kamu gak mau memanfaatkan momentum ini?

4. Harus punya relasi yang kuat

Relasi bisnis (Ilustrasi).

Sebagian dari kamu mungkin tahu bahwa bisnisnya Rachmat Gobel bukan cuma Panasonic saja. Dan memang benar, ketika dia jadi pengusaha sukses, maka yang dia lakukan adalah menciptakan sebuah gurita bisnis.

Tahun lalu, dia justru mendirikan sebuah toko kue bernama Chateraise, yang gak lain adalah toko kue asal Jepang. Jepang lagi, Jepang lagi ya, tapi gak apa-apa itu tandanya pak Rachmat memang punya relasi yang baik dengan perusahaan-perusahaan di sana.

Apalagi, toko kue yang satu ini kabarnya sudah ada sejak 1954 silam. Berkat bujukan Rachmat Gobel, toko kue ini sepakat untuk membuka cabang di Indonesia, lebih tepatnya di Plaza Senayan.

Hal ini merupakan fakta bahwa relasi bisnis Rachmat memang gak bisa dipandang sebelah mata. Ketika kuliah di Jepang, dia gak sia-siakan waktu untuk membangun relasi.

Dan nikmatnya pun bisa di rasakan di masa depan saat dia mau mengembangkan usahanya.

5. Jangan lupa untuk berikan yang terbaik buat karyawan

Karyawan kantor (ilustrasi).

Usaha yang sukses tentu juga bisa memberikan yang terbaik bagi karyawannya dong. Rachmat Gobel menganut filosofi serupa yang diterapkan oleh pengusaha Jepang yaitu Monozukuri.

Filosofi tradisional Jepang ini juga dianut oleh Honda dan Toyota lho. Apa sih arti dari filosofi ini?

Mereka yang menganut filosofi ini, pasti mempersiapkan pelatihan dan pendidikan yang memadai buat para karyawannya. Dengan begitu produk yang bakal dihasilkan oleh perusahaan ini benar-benar jempolan, dan karyawan pun mendapat bekal ilmu yang gak mungkin dia dapatkan di mana-mana selain di perusahaan tempat mereka bekerja.

Memberikan training yang sederhana itu bisa kamu lakukan dengan mudah. Kamu bisa saja mengirim karyawan-karyawan untuk ikut training atau workshop yang diselenggarakan oleh organisasi atau asosiasi tertentu.

Atau, bisa juga kamu keluarkan biaya khusus bagi mereka untuk menjalani kursus keterampilan. Tentu mereka senang karena selain dapat gaji, mereka juga bakalan dapat ilmu baru.

Itulah tips singkat dari Rachmat Gobel ketika mulai menjalankan bisnis. Terlihat sepele tapi sebenarnya hal ini tentu gak mudah dilakukan.

Dan gak dipungkiri bahwa niat saja gak cukup untuk bisa melakukan ini lho. Kamu butuh perjuangan ekstra untuk mewujudkan semuanya, termasuk memiliki usaha yang terbilang settle dan bisa bertahan seiring dengan berjalannya waktu.

Tertarik mencoba tips-tips dari Rachmat Gobel ini? Semoga berhasil ya dan jangan menyerah di tengah jalan. (Editor: Winda Destiana Putri).