Mau Sukses Buka Waralaba? Jauhi Perusahaan dengan 6 Kriteria Ini

Bisnis franchise atau waralaba memang kerap jadi solusi buat mereka yang baru ingin membuka usaha, karena modal awalnya yang terjangkau. Tapi jangan salah, pengusaha juga bisa merugi lho jika asal-asalan dalam memilih waralaba.

Sejatinya, dengan membeli waralaba, seorang pengusaha telah membeli sistem bisnis yang diharapkan bakal mencetak keuntungan. Dia gak perlu lagi memikirkan gimana caranya promosi, dan mengembangkan merek dagangnya. Yang dia lakukan cuma jualan dan jualan.

Tapi pada kenyataannya, gak semua waralaba bisa menguntungkan para mitranya. Walaupun mereka menjanjikan keuntungan dengan nominal besar dalam jangka waktu pendek, nyatanya masih ada aja yang rugi atau gak balik modal.

Kalau pembeli waralabanya adalah orang awam atau yang baru mulai usaha, bisa jadi mereka malah kapok sama metode bisnis kemitraan seperti ini.

Asal kamu tahu, jelas atau tidaknya sebuah franchise waralaba itu bisa diketahui dengan cara yang sangat mudah. Pokoknya, kalau memang kamu ingin terjun ke bisnis franchise, jangan pilih perusahaan dengan enam kriteria ini.

1. Yang menawarkan bisnis franchise tapi belum teruji kesuksesannya

bisnis franchise
Kalau masih baru, gimana bisa mereka ngeyakinin kamu kalau mitranya bisa untung? (viva)

Modal awalnya sih kecil, bisa di bawah Rp 5 juta terus peluang untungnya katanya bisa balik modal hanya dalam dua bulan. Pertanyaannya adalah, apa sih merek waralaba itu?

Kalau mereknya saja baru diluncurin dua bulan yang lalu dan belum punya mitra sama sekali, gimana analisa keuntungan yang mereka berikan bisa dipercaya? Ibarat beli kucing dalam karung saja.

Dari sisi brand, tentu saja belum ada yang familiar sama brand baru. Masa iya, kamu juga yang harus berjuang buat bikin brand waralaba ini terkenal? Mestinya hal ini jadi urusan kantor pusat perusahaan penjual waralaba dong. Mitra ya jelas tugasnya cuma jualan.

Itulah sebabnya, alangkah lebih baik untuk memilih hanya franchise yang sudah lumayan terkenal. Walau investasi awalnya sedikit tinggi, mereknya tentu sudah terkenal dan pelanggan setianya sudah banyak.

2. Yang sudah terlalu mapan dalam bisnis franchise

bisnis franchise
Kalau modalnya masih minim, jangan pilih franchise gede dulu (Liputan 6)

Lho, kenapa kok perusahaan seperti ini juga harus kita jauhi? Bukannya mereka sudah teruji soal jual-beli waralaba dengan mitranya ya?

Sebenarnya, gak ada yang salah dengan perusahaan dengan kriteria ini. Hanya saja, perusahaan ini terlalu mapan, otomatis gak cocok lagi buat mereka yang baru mau mencoba bisnis franchise dengan modal kecil. Setuju gak?

Perusahaan-perusahaan ini sudah punya merek waralaba yang dikenal baik oleh masyarakat. Otomatis modal awal kemitraannya juga gak kecil. Belum tentu juga mekanisme kerja sama yang mereka berlakukan benar-benar fair atau adil buatmu.

Kalau memang kamu masih awam dalam dunia bisnis seperti ini, lebih baik urungkan dulu niatmu untuk membeli waralaba dari mereka. Pilih yang lain saja.

3. Franchise dari luar negeri

bisnis franchise
Repot ngurusnya guys (Tirto)

Udah bukan rahasia lagi, membeli bisnis franchise dari luar tentu butuh modal besar. Selain itu, bakal banyak hal-hal lain yang harus diurus oleh mitra.

Ketimbang pusing sendiri dan berujung kerugian di kemudian hari, mending pilih yang lain deh.

Waralaba asing juga belum tentu laris di Indonesia lho. Selain itu, gak menutup kemungkinan mereka punya sistem kerjasama yang berbeda dengan perusahaan waralaba lokal.

4. Perusahaan yang gak punya website resmi

bisnis franchise
Yaelah masa situs aja gak ada (linkedIn)

Ketika kamu mengetik peluang usaha di kolom pencarian Google, maka banyak perusahaan-perusahaan waralaba yang muncul menawarimu bisnis franchise. Nah dari sekian banyak perusahaan, kira-kira gimana caranya mengetahui mana yang kredibel?

Untuk mencari tahu tentang itu semua, kamu tentu harus main ke situs resmi perusahaan atau merek waralaba tersebut bukan? Lantas apa jadinya kalau situs resmi saja mereka gak punya?

Udah gak punya situs, nomor telepon yang dicantumkan juga gak bisa dihubungi. Bye aja deh. Tinggalin aja yang kayak gitu.

Masa iya, mau menjalin kemitraan tapi situs saja gak ada. Gimana mereka mau buat promosi secara online?

Jika kamu menemukan perusahaan seperti ini, sebenarnya bukan berarti mereka gak laris. Hanya saja, mereka masih menggunakan metode konvensional dalam memasarkan waralabanya.

Kalau strateginya aja udah begini, tentunya perusahaan itu sendiri yang bakal kesulitan dalam meningkatkan brand awareness. Bisa jadi produk-produk mereka gak bakal ngetop di masa depan.

5. Belum mendaftarkan merek dagangnya

bisnis franchise
Gimana mau cari partner kalau merek aja gak punya (kompas)

Kalau merek dagangnya aja belum didaftarin, otomatis perusahaan itu bakal dianggap gak punya merek dong? Gimana cara dia nawarin bisnis franchise ke calon-calon mitranya.

Untuk mengecek apakah merek dagangnya udah terdaftar atau belum, kamu bisa kunjungi situs Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Cari tahu dulu deh ya, biar gak salah pilih nantinya.

6. Yang tidak punya akun medsos

bisnis franchise
Masa iya gak ada medsos (Kompas)

Selain website atau situs, memiliki media sosial tentunya adalah hal yang wajib dilakukan oleh sebuah brand. Apalagi jika brand itu adalah brand ritel atau consumer goods, yang target produknya langsung ke konsumen perorangan.

Aneh gak sih kalau perusahaan atau merek seperti itu gak punya medsos? Apalagi ini adalah zaman now gitu lho. Gimana caranya mereka promosi kalau medsos saja gak punya? Masa iya mau pasang iklan di majalah atau televisi? Bujet iklan seperti itu bisa jauh lebih mahal ketimbang bikin medsos.

Itulah enam kriteria perusahaan yang bakal merugikan mereka yang ingin bisnis franchise. Sebagai calon pembeli waralaba, kamu juga harus lebih jeli lagi soal yang satu ini.

Tentunya, kamu gak cuma harus mengenal jenis perusahaan-perusahaan yang nawarin bisnis ini. Kamu harus tahu juga siapa pendirinya. Coba saja iseng-iseng tanya siapa yang mendirikan usaha ini, lalu kamu stalking deh medsosnya.

Hal itu tentunya bakal sangat bermanfaat. Dengan mengetahui pendirinya, maka cukup terbayang deh masa depan merek yang dia waralabakan bakal jadi seperti apa.