Mau Lebih Mengenal Bisnis Waralaba Indonesia yang Mendunia? Ini Dia di Antaranya

Finansialku

Waralaba (franchise) merupakan badan usaha yang diberi hak untuk menggunakan kekayaan intelektual atau ciri khas yang ditemukan oleh pencipta waralabanya. Ini nih yang bikin bisnis ini jadi peluang usaha yang cukup praktis terutama bagi para pebisnis pemula.

Bisnis ini juga sudah mulai berkembang di Indonesia, jadi gak perlu jauh-jauh mencari peluang waralaba di luar negeri. Yuk belajar mengenal bisnis waralaba Indonesia yang mendunia.

1. Kebab Turki Baba Rafi

Salah satu bisnis waralaba yang berkembang pesat di Indonesia dan telah merambah ke luar negeri adalah Kebab Turki Baba Rafi. Waralaba makanan khas Turki ini merupakan bisnis waralaba yang dibangun oleh Hendy Setiono pada 2003.

Berawal dari sebuah gerobak sederhana di Surabaya, bisnis ini mulai diwaralabakan pada 2005 karena perkembangannya yang menjanjikan. Pada 2009, Kebab Turki Baba Rafi membuka outlet pertama di luar negeri, yaitu Malaysia, dan kini sudah memiliki lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di Indonesia dan mancanegara.

2. J.CO

JCo
Gak cuma donat, J.CO juga menawarkan banyak varian minuman (J.CO/ kayelangit)

Johnny Andrean, pemilik usaha salon dan penata rambut memulai bisnis waralabanya dengan mengambil inspirasi dari donat di Amerika lalu membuka J.CO, usaha donat yang kini sudah berkembang di seluruh Indonesia.

Pada 2007, bisnis donat ini berhasil melebarkan sayapnya dengan membuka gerai di Singapura, Australia, dan Hongkong. J.CO kini juga menawarkan berbagai jenis makanan lain, seperti kopi dan frozen yoghurt.

3. Es Teler 77

Siapa sangka ya sebuah warung tenda milik Murniati Widjaja yang menjual es teler bisa berkembang pesat menjadi sebuah bisnis waralaba Es Teler 77. Bisnis ini mulai diwaralabakan pada 1987 dan bisa dibilang menjadi pelopor bisnis waralaba Indonesia.

Es Teler 77 mulai go international pada 1998 dengan mendirikan gerai pertama di Singapura. Kini, Es Teler 77 telah memiliki 180 gerai di Indonesia dan 6 gerai di mancanegara.

4. Bumbu Desa

Restoran dengan konsep tradisional ini berdiri sejak 2004 di Laswi, Bandung. Dalam waktu singkat, restoran yang menawarkan makanan sunda ini berkembang pesat dan membuka lebih dari 10 gerai di wilayah Jabodetabek. Karena potensinya yang besar, akhirnya Bumbu Desa mampu membuka gerai internasional di Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia.

5. Ayam Bakar Mas Mono

Pria kelahiran Madiun, Pramono atau akrab disebut Mas Mono awalnya mengadu nasib di Jakarta dengan menjadi seorang office boy di perusahaan besar. Dengan usaha dan kerja kerasnya, dia mengembangkan keterampilan dan akhirnya berhasil diangkat menjadi seorang supervisor.

Karena gajinya gak cukup untuk membiayai pengobatan orangtuanya, akhirnya dia memulai usaha dengan menjual ayam bakar dengan bermodalkan sebuah gerobak. Siapa sangka usaha ayam bakarnya berkembang pesat. Kini, setelah berjalan selama 16 tahun, usaha ayam bakar Mas Mono telah sampai di Malaysia dan akan segera ada di Singapura.

ayam bakar mas mono
Siapa yang sangka usaha dari gerobak bisa merambah sampai ke mancanegara? (mas mono/ openrice)

6. Pecel Lele Lela

Rangga Umara, penemu usaha Pecel Lele Lela awalnya hanyalah seorang karyawan di sebuah perusahaan yang mengalami krisis keuangan. Karena takut akan dipecat, Rangga berpikir bahwa dia harus membuka usaha sendiri agar gak perlu mengalami pemecatan di kemudian hari.

Dia membuka usaha lele karena lele merupakan makanan kesukaannya. Tapi, awal mula bisnis ini ternyata sulit karena lele bukan jenis makanan yang banyak digemari orang. Namun Rangga gak menyerah dan kini bisnis lelenya telah memiliki 42 cabang di Indonesia dan Malaysia.

7. Es Batok 212

Berdiri sejak 2008, es yang dinamai 212 ini terinspirasi dari Wiro Sableng 212. Es batok memiliki keunikan tersendiri, yaitu disajikan di dalam batok kelapa dan mengusung konsep booth. Bisnis es batok ini mulai diwaralabakan dan berhasil memiliki lebih dari 100 booth pada 2010.

Es Batok 212 juga mulai merambah ke mancanegara dengan booth pertamanya di Malaysia, dan berencana untuk melebarkan sayap ke beberapa negara lainnya seperti Filipina, Brunei, Thailand, dan Taiwan.

8. California Fried Chicken

cfc
Siapa bisa tahan kalau disuguhin yang kayak gini (CFC/ chippeido)

California Fried Chicken atau sering disebut CFC ini ternyata berasal dari Indonesia, walaupun mengusung nama California, salah satu kota di Amerika. Perusahaan ini berdiri sejak 1989 dan mulai diwaralabakan di Cina pada tahun 1996. Kini, CFC sukses dengan 20 gerai di Cina.

9. Ayam Bakar Wong Solo

Sebelum mengembangkan usahanya di luar negeri, Ayam Bakar Wong Solo memulai usahanya di Medan, Sumatera Utara. Puspo Wardoyo, pendiri Ayam Bakar Wong Solo adalah seorang pebisnis kelahiran Solo yang mencoba peruntungannya di Medan. Usaha yang awalnya hanya berupa warung kaki lima kini telah memiliki 100 outlet di seluruh Indonesia dan bahkan merambah ke Malaysia.  

10. Alfamart

Bisnis minimarket ini tentu sudah gak asing lagi ya. Bisnis ini sudah berkembang pesat hingga memiliki lebih dari 10.000 jaringan minimarket yang mencakup minimarket sendiri dan yang diwaralabakan di Indonesia. Berdiri sejak 1989 dalam naungan PT Alfaria Trijaya, Alfamart kini telah merambah ke Filipina dengan jumlah gerai mencapai 190 buah.

Gimana, tertarik untuk menjadi mitra usaha yang mendunia tersebut? Jika ingin membuka sebuah usaha namun belum menemukan ide cemerlang, mungkin bisnis waralaba dapat menjadi solusinya. Kita bisa menjadi salah satu mitra usaha bisnis waralaba yang telah sukses tersebut dan ikut merasakan kesuksesannya.

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Punya Modal Besar Pilih Waralaba atau Produk Sendiri Ya]

[Baca: Mau Bikin Usaha Gak Usah Nunggu Modal Cukup]

[Baca: Lebih Enak Jadi Pebisnis atau Entrepreneur]