Mau Jadi Working Mom yang Kerja Remote, Pertimbangkan 5 Hal Ini Dulu Deh

Menggeluti karir gak melulu harus di kantor dan berbusana semi-formal lho! Dengan makin modernnya zaman dan berkembangnya industri kreatif, kini kita bisa lebih leluasa mengekspresikan diri dan memilih waktu kerja yang lebih fleksibel.

Nah, bagi para perempuan yang sudah menikah dan punya anak namun tetap ingin berkarya, kini bisa melakukan dua peran sekaligus: mengawasi tumbuh kembang anak di rumah sambil berkarier.

Namun, segala sesuatu tentu punya kelemahan dan kelebihan, begitu juga saat ibu memilih menjadi working mom yang kerja dari rumah.

Biar gak penasaran dan galau berkepanjangan, simak dulu nih 5 hal yang harus jadi pertimbangan saat ibu memilih bekerja di rumah:

1. Distraksi

working mom yang kerja remote
Walaupun kerja remote bisa di mana aja, tapi kamu harus tahu kalau gangguan itu bakal ada kapan saja. Beda sama di kantor di mana kamu bisa lebih fokus (ibu/she knows)

Namanya juga kerja di rumah, pasti gak akan bisa menghindar dari yang namanya distraksi alias gangguan. Mulai dari anak yang minta perhatian sampai para tetangga yang ngerumpi. Apalagi kalau ibu punya anak yang usianya masih balita. Walau sudah pakai jasa asisten rumah tangga atau babysitter, tetap saja anak bakal nempel deh sama ibunya.

Sama halnya dengan para tetangga, bawaannya pasti pengin bersilaturahmi. Mulai dari sekadar bertegur sapa, ngajak ngobrol sampai bertandang ke rumah. Mau ditolak gak enak juga ya, nanti digosipin sombong dan anti sosial.

Ini gak masalah saat kerjaan gak terlalu banyak dan mendesak untuk diselesaikan. Tapi kalau sebaliknya? Banyaknya gangguan bisa membuat kerjaan tak kunjung selesai. Dan bukan gak mungkin performance kerja jadi kelihatan jelek karena sulit menepati deadline.

2. Nunda-nunda pekerjaan

Saat memilih untuk bekerja di rumah, biasanya ibu suka gak bisa diam saat melihat ada yang gak beres di sekitar rumah. Misalnya, asisten rumah tangga pekerjaannya kurang rapi atau gak sesuai dengan instruksi kita. Mau gak mau yang namanya ibu pasti turun tangan.

Sama halnya saat babysitter sedang mengurus anak kita lalu si anak rewel, mom pasti bakal ikut mengendalikan. Kalau hal kayak gini sering terjadi, bukan gak mungkin kerjaan jadi tertunda karena fokus ibu terpecah, antara ingin menyelesaikan pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah.

3. Bosan

working mom yang kerja remote
Kalau sudah bosan, jangan terus ditinggal pergi ya kerjaannya (bosan/Apptamin)

Yang namanya rasa jenuh atau bosan gak bisa dihindari, sewaktu-waktu bisa datang menerjang. Buat yang kerja kantoran dan ketemu banyak rekan kerja saja bisa terserang rasa bosan, apalagi buat para ibu yang kerja di rumah?

Sehari-hari ketemunya mungkin sama orang yang itu-itu aja ya: tukang sayur, tetangga, atau bahkan sales door-to-door. Terus saja seperti itu. Suasana yang serupa dari hari ke hari bisa banget bikin mom jenuh dan gak produktif.

4. Susah cari inspirasi

Bekerja juga butuh banget yang namanya ide. Nah ide tentu saja diperoleh dari inspirasi. Suasana dan kondisi rumah yang itu-itu aja mungkin banget bikin kita kesulitan mendapat inspirasi.

Saat kehabisan inspirasi, bukan gak mungkin kita jadi stres atau bahkan frustrasi. Terlebih lagi kalau pekerjaan kita terkait dengan industri kreatif. Ujung-ujungnya bisa uring-uringan dan malah bikin orang di rumah jadi pelampiasan kekesalan.

5. Suasana rumah bikin malas kerja

working mom yang kerja remote
Sebisa mungkin cari tempat di rumah yang benar-benar nyaman buat kerja. Kerja di kamar ya bawaannya pasti males-malesan melulu (tidur/huffington post)

Kerja di rumah itu enaknya emang bisa santai. Mulai dari suasananya yang private, gak harus pakai baju formal, dan jauh dari kesan resmi layaknya sebuah kantor.

Nah, bahayanya suasana yang santai kayak gini bisa juga bikin kita jadi malah malas buat kerja. Bawaannya pengin santai, tiduran di sofa, nonton film. Terus kerjanya kapan?

Bekerja di kantor, di rumah, atau di cafe sekalipun yang terpenting adalah kualitasnya. Jadi jika kamu memutuskan untuk menjadi working mom yang bekerja dari rumah, pastikan kondisi ini tidak menghalangimu menyelesaikan tugas sebagai karyawan.

Walaupun bekerja dari rumah, kamu bisa bekerja di ruang kerja dengan pintu tertutup untuk menghindari distraksi. Lebih baik lagi jika kamu bekerja sambil mendengarkan musik dengan headphone atau headset, sehingga konsentrasimu pun tidak pecah.

Intinya, komit dengan keputusanmu bekerja dari rumah dan tetap profesional. Seperti kata pepatah, “Di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan”.

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Santai Sih Tapi Pastikan Kamu Punya 6 Hal Penting Ini Sebelum Bekerja Remote]

[Baca: 5 Komentar Nyinyir Tetangga yang Sering Bikin Pekerja Kreatif Dongkol]

[Baca: Gak Semua Cafe Cocok Jadi Tempat Kerja Pilih yang Seperti Ini]