Mau Jadi Orang Terkaya di Asia? Ini 5 Kunci Suksesnya

Sudah update posting-an Facebook pagi ini? Gak usah ditanya, jawabannya pasti udah!

Nah, kalau soal majalah Forbes yang menobatkan Hui Ka Yan sebagai orang terkaya se-Asia, gimana? Update atau kudet nih?

Hui Ka Yan adalah Chairman China Evergrande Real Estate Group, dengan estimasi kekayaan mencapai US$ 42,4 miliar. Dia pun sukses merebut gelar orang terkaya se-Asia dari Ma Huateng, pendiri Tencent Holdings Limited yang memiliki harta senilai US$ 39,1 miliar.

Walau sosok Hui Ka Yan dan Evergrande kurang familiar, gak berarti bisa diremehkan lho! Apalagi ternyata Hui Ka Yan harus melewati jalan hidup yang cukup berliku hingga bisa berada di posisinya saat ini.

[Baca: Belajar Jadi Pengusaha Sukses Dari Bos Zara Amancio Ortega]

Nah, kalau mau terima tantangan sukses seperti Hui Ka Yan, bisa dicoba lima cara ini:

1. Berani

orang terkaya di Asia
Berani kalau ketemu yang beginian? Harus berani dong, kenapa musti takut sih? Eh tapi serem juga ya hiiiy! (Ketemu Setan / blogspot)

Ayah Hui Ka Yan adalah mantan tentara revolusi Tiongkok (Cina) dan ibunya meninggal saat dia baru berusia satu tahun.

Saat lulus SMA, Hui Ka Yan berani mendobrak tradisi kala itu untuk menetap di desa kelahirannya dan bekerja di sana. Alih-alih, dia bekerja sebagai supir traktor hingga akhirnya mencari peruntungan di kota sebagai satpam restoran.

Terkadang kita harus berani mengambil sebuah keputusan jika merasa itu demi sesuatu yang lebih baik. Sampaikan argumen yang jelas dan bisa diterima. Kalau selalu takut dan ragu, bagaimana bisa mengembangkan kemampuan diri di tengah persaingan yang ketat?

2. Pantang menyerah    

Hui Ka Yan mau menjalani beragam pekerjaan demi masa depan yang lebih baik. Mulai dari jadi supir traktor, sampai jadi satpam restoran di kota. Semua dilakukannya untuk bisa keluar dari desa dan hidup di kota.

Belajar dari pengalaman tersebut, kita pun jangan malas meniti karier dari bawah demi masa depan cemerlang. Mengambil setiap kesempatan, bisa jadi sarana belajar yang bagus lho. Jangan juga menyerah demi cita-cita. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian kan?

orang terkaya di Asia
Ayo pejuang cinta jangan menyerah ya, terus berusaha sampai titik darah penghabisan hehehe (Pejuang Cinta / blogspot )

[Baca: Pindah Kerja dan Menekuni Bidang Baru Boleh Aja Asalkan]

3. Pendidikan itu penting

Saat berprofesi sebagai satpam restoran, Hui Ka Yan merasa gak puas dan memutuskan untuk berhenti. Setelah setahun menganggur, dia pun bertekad untuk mengenyam bangku kuliah. Itulah mengapa di tahun 1976 ia mencoba mendaftar masuk universitas, walaupun akhirnya gagal.

Gak menyerah, Hui Ka Yan memutuskan untuk kembali mengikuti kelas di bangku SMA dan belajar lebih banyak lagi demi bisa diterima di universitas. Usahanya gak sia-sia. Setelah lima bulan berjuang, Hui Ka Yan akhirnya diterima di Wuhan Institute of Metallurgy.

Kesuksesan berkarier atau berbisnis memang gak selalu ditentukan oleh seberapa tingginya level pendidikan formal. Tapi, bukan berarti menyelesaikan pendidikan formal gak penting dan gak bermanfaat. Biar bagaimanapun, pendidikan formal bisa menjadi amunisimu untuk mendapat pekerjaan dan meraih sukses di masa depan.

4. Mengasah jiwa entrepreneur

Jiwa kewirausahaan Hui Ka Yan ternyata sudah muncul sejak dia lulus SMA. Waktu itu, dia pernah mencoba menjual bubuk kapur di desanya. Walaupun akhirnya gagal karena gerobak yang ia pakai terguling, Hui Ka Yan rupanya gak kapok mencoba berbisnis lagi hingga akhirnya jadi orang terkaya di Asia seperti sekarang.

Gak usah takut gagal, jiwa entrepreneur itu emang harus dibangun sedini mungkin. Kalau gak, emang mau hidup jadi karyawan terus? Kalau mau sukses kayak Hui Ka Yan, ya mulai dong dibangun mental pengusahanya dan coba jalanin bisnisnya dari sekarang.

orang terkaya di Asia
Mau sukses kayak almarhum Om Bob Sadino? Ya tiru dong komitmen dan perjuangan beliau! (Bob Sadino / myin4link)

[Baca: 4 Hal Tentang Entrepreneur yang Bisa Dipelajari Dari Spiderman]

5. Gak cepat puas

Salah satu hal yang membuat Hui Ka Yan bisa sesukses sekarang adalah karena sifatnya gak cepat puas. Saat ia berprofesi sebagai sales real estate selama lima tahun dengan gaji 3.000 yuan per bulan (sekitar Rp 6 juta-an di tahun medio 1997), Hui Ka Yan merasa gak puas.

Ia pun berhenti dan mendirikan perusahaan propertinya sendiri, yaitu Evergrande yang kini menjadi perusahaan real estate ternama di Tiongkok.

Saat merasa sudah mencapai sesuatu, jangan pernah cepat puas. Pacu diri untuk terus melakukan hal-hal yang jauh lebih baik lagi. Tantang diri untuk melakukan sesuatu yang berisiko tapi menjanjikan hasil yang lebih fantastis.

Kegagalan pasti akan selalu membayangi ke mana kaki melangkah. Tapi kalau gak berani menjalani, maka kita gak akan mengetahui sejauh mana kemampuan diri.

Jadi, sudah siap mengikuti jejak sukses Hui Ka Yan buat jadi orang terkaya di Asia?