Mau Hemat, Bisa Belanja Grosir Murah di Tempat-Tempat Ini

“Duh, belanjaan dikit kok keluar duitnya banyak…” Pernah gak keluar kata-kata itu sesaat setelah bayar belanjaan di kasir?

 

Jumlah dan harga belanjaan memang gak seiring sejalan. Bisa saja beli satu barang tapi keluar duit lebih dari Rp 10 juta. Beli laptop Apple terbaru, misalnya.

 

Tapi ada sistem belanja yang menjanjikan penghematan kalau beli barang banyak sekalian. Grosir namanya.

 

Belanja grosir bisa lebih hemat lantaran harga satu item barang lebih tinggi ketimbang beli banyak sekaligus. Lihat saja mi instan. Harga satuan dengan satu dus beda.

 

Yang satuan misalnya Rp 1.500. Tapi yang satu dus isi 40 bukan lantas harganya dikalikan segitu menjadi Rp 1.500 x 40 = Rp 60.000. Tapi harga satuan menjadi hanya Rp 1.300, sehingga total harga satu dus Rp 1.300 x 40 = Rp 52.000.

 

Di Indonesia, grosir sering disebut juga kulakan. Yang biasa belanja barang grosiran adalah pedagang, soalnya gak mungkin dong beli ciki satu-satu untuk dijual lagi.

 

Tapi, tempat belanja grosir murah gak hanya akan melayani pedagang. Konsumen rumah tangga juga dilayani.

Berikut ini tempat belanja grosir murah yang biasa dikunjungi demi penghematan:

 

1. Indogrosir

Pastinya tahu Indomaret, dong. Nah, Indogrosir bisa dibilang sebagai abangnya si Indomaret. Indogrosir menjual barang secara grosir dan eceran, sedangkan Indomaret hanya eceran.

 

belanja grosir murah 2

Swalayan grosir ini jadi tempat yang praktis buat berbelanja kebutuhan bulanan

 

 

Harga grosiran di Indogrosir sangat miring, bahkan lebih miring ketimbang supermarket grosir lainnya. Namun buat sebagian orang, kenyamanannya mungkin kurang.

 

Biar lebih hemat lagi, bikin kartu member sekalian. Ada dua jenis kartu, yaitu buat pedagang dan konsumen biasa.

 

[Baca: 4 Kartu Kredit Supermarket yang Bukan Sekedar Alat Pembayaran Belanja Bulananmu]

 

Ada program-program menarik dari tiap-tiap kartu. Tapi, yang lebih menjadi fokus Indogrosir adalah pedagang, sehingga program buat konsumen biasa lebih sedikit.

 

2. Lottemart

Dulu tempat grosiran ini namanya Makro. Lottemart bukan asli Indonesia, melainkan dari Korea Selatan. Belanja grosir di Lottemart bisa dibilang lebih nyaman, tapi prosesnya memang sedikit rumit.

 

Pertama, kita harus punya kartu member dulu. Kartu ini gratis, kok. Bisa dibuat di Lottemart langsung sebelum belanja. Tapi, domisili di KTP harus sama dengan lokasi Lottemart itu.

 

belanja grosir murah

Raksasa grosir Asia ini sudah tersebar di berbagai negara, jadi gampang ditemuin di setiap daerah

 

 

Lalu, gak ada kantong plastik buat belanjaan. Ada sih, tapi kita harus bayar. Soalnya itulah kebijakan mereka untuk mengurangi penggunaan plastik yang susah terurai.

 

Kalau gak mau bayar, bawa sendiri tas dari rumah. Mereka juga menyediakan kardus gratis buat bungkus, sama kayak Indogrosir.

 

3. Pasar Tradisional

Di pasar tradisional, ada juga tempat untuk beli grosiran. Bahkan banyak. Tapi ya itu, sistemnya berbeda dengan supermarket modern seperti Indogrosir dan Lottemart.

 

Biasanya yang beli di sana adalah pedagang eceran di warung-warung kecil. Konsumen biasa juga ada sih, tapi lebih sedikit.

 

bahaya memiliki utang

Hayo, pasti pada males kan datang ke pasar tradisional? Padahal nggak cuma murah, tapi bisa nawar sepuasnya

 

 

Jika beli di pasar, sediakan duit cash. Mungkin baru segelintir yang menyediakan mesin EDC buat nerima pembayaran via kartu debit atau kartu kredit.

 

[Baca: Cara Kerja Mesin EDC: Ngambil Duit Gak Perlu ke ATM, Cukup Gesek Kartu]

 

Tapi, secara umum harga barang grosir di pasar tradisional lebih murah ketimbang di supermarket modern. Mungkin karena target konsumennya beda. Selain itu, biaya operasional pedagang pasar lebih minim ketimbang toko-toko besar di tengah kota itu.

 

Mau belanja di Indogrosir, Lottemart, pasar, atau tempat grosiran lainnya, yang penting utamakan penghematan. Sebab sebenarnya harga grosir gak menjamin kita bisa hemat, lho.

 

Misalnya biasa makan mi instan sebulan 10 bungkus. Suatu ketika beli 1 dus sekalian karena lebih murah. Nah, karena merasa ada banyak stok di rumah, banyak-banyaklah kita makan mi sampai lebih dari 10 bungkus.

 

Ini berarti melanggar rutinitas pengeluaran. Dari yang biasanya keluar duit untuk 10 bungkus mi jadi lebih banyak.

 

Karena itu, harus selalu disiplin dalam mengatur keuangan. Kalau mau lebih hemat, sering-seringlah tengok situs informasi diskon.

 

Siapa tahu lagi ada diskon gede. Sudah hemat beli grosiran, masih ditambah diskon lagi. Tambah hematlah kita.

 

[Baca: Yuk Ngirit, Pantau Terus 12 Website Diskon di Indonesia Ini!]

 

 

 

Image credit:

  •  http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/lotte-retail.jpg
  • http://www.indogrosir.co.id/media/kcfinder/images/banner-sub-about-us-620×300.png
  • http://www.liputanaceh.com/wp-content/uploads/2015/09/Harga-Komuditas-Sayuran-Pasca-Lebaran-050814-ADB-2.jpg