Mau Daftarkan Anak ke Bimbel? Ini 4 Hal Penting yang Harus Jadi Pertimbangan

Kamu yang sekarang udah jadi orang tua dan punya anak yang udah di usia sekolah, pasti mulai harus memikirkan soal bimbingan belajar (bimbel) anak. Apa aja yang dipikirkan? Ya tentu saja yang pertama adalah perlu atau gaknya anak kamu ikutan bimbel dan setelah itu, bimbel mana yang akan dipilih.

Memang, bimbel itu jadi salah satu tempat yang efektif buat bantu anak kamu dalam memahami materi pelajaran di sekolah seperti matematika dan Bahasa Inggris. Apalagi, kalau dirasa pengajaran yang diberikan guru di sekolah dirasa belum cukup bikin putra dan putri kamu memahami suatu materi.

Tapi, gak selamanya seperti itu juga. Karena terkadang, pelajaran yang disampaikan di sekolah justru sangat lengkap dan mendetail. Sehingga, fungsi ikut bimbingan belajar lebih kepada gimana membiasakan anak-anak dalam mengerjakan soal-soal. Sebab, umumnya pengajar di bimbel akan memberikan cara-cara praktis menyelesaikan soal.

Yap, bimbingan belajar memang kayaknya sangat bermanfaat membantu proses belajar si kecil. Tapi pertanyaannya sekarang, apakah itu berarti kamu harus segera mendaftarkan anak kamu di bimbel demi prestasi yang lebih gemilang sejak awal?

Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan sebelum kamu memutuskan buat memasukkan si kecil ke bimbel. Yuk simak ulasannya seperti dikutip dari Swara Tunaiku.

Baca juga: Gaji Guru Honorer Kecil, 4 Pekerjaan Ini Bisa Kasih Pendapatan Tambahan

1. Apakah usia si kecil dirasa cukup buat ikut bimbingan belajar?

bimbingan belajar
Sudah cukupkah usianya? (Shutterstock)

Kalau kamu perhatikan, ada lho anak-anak usia di bawah 5 tahun yang belajar di bimbingan belajar. Alasan orangtuanya udah bisa ditebak sih. Mereka kemungkinan besar kepengin anaknya udah bisa lancar baca tulis dan berhitung sebelum masuk sekolah dasar.

Keinginan seperti itu sih sah-sah aja. Tapi, sebenarnya anak di bawah usia 5 tahun itu alangkah baiknya masih disibukkan dengan kegiatan fisik dan sosial seperti bermain bersama teman-temannya. Kalaupun belajar, masih sebatas pengenalan huruf dan angka saja.

Baca juga: 5 Pengusaha Muda Indonesia yang Memulai Usaha dari Bisnis Kecil

2. Menjelang ujian kelulusan atau masuk sekolah lanjutan

bimbingan belajar
Saat jelang ujian kelulusan atau tes masuk sekolah. (Shutterstock)

Perlu tidaknya si kecil ikut bimbingan belajar itu sebenarnya tergantung pada kebutuhan dia. Ya, demikian baiknya menurut psikolog anak dan remaja di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. Misalnya saja, bimbel akan diperlukan ketika anak kamu mau menghadapi ujian kelulusan dari SD, SMP, atau SMA. Atau, bisa juga ketika anak kamu mau menghadapi ujian masuk ke jenjang yang lebih tinggi, seperti perguruan tinggi misalnya.

Baca juga: Lulusan SMA Juga Bisa Dapat Gaji Tinggi, Coba deh 10 Pekerjaan Ini

3. Jika dirasa anak tertinggal pelajaran di sekolah

bimbingan belajar
Kalau dia terlihat kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah. (Shutterstock)

Bimbel sangat disarankan untuk diikuti oleh anak yang ketinggalan pelajaran di sekolah. Kenapa seorang anak tertinggal bisa bermacam-macam alasannya. Bisa jadi karena kurang mampu menangkap setiap materi yang diajarkan sehingga amat perlu latihan tambahan agar bisa mendalaminya. Selain itu, bisa juga karena mengalami sakit dalam waktu lama. Kehadiran Bimbel bisa menjadi solusi terbaik untuk mengatasi problematika tersebut.

Baca juga: 5 Usaha Franchise non Makanan dan Minuman Paling Menjanjikan

4. Orang tua gak bisa mendampingi belajar

bimbingan belajar
Ketika orangtua gak sanggup berikan pendampingan. (Shutterstock)

Seharusnya sebagai orangtua, udah jadi kewajiban untuk mendampingi anak saat belajar. Toh, kalau anaknya berprestasi di sekolah yang bangga tentu orangtua. Selain itu, anak pun akan merasa mendapat dukungan dan perhatian penuh dari orangtua mereka.

Tapi, berhubung ada kesibukan pekerjaan, maka waktu yang tersedia jadi tidak banyak. Akhirnya bimbingan belajar yang jadi solusinya, asalkan bukan sebaliknya ya.

Nah, jadi yang perlu jadi bahan pertimbangan di sini adalah apakah dengan ikut bimbel itu, anak jadi merasa terbantu, atau malah sebaliknya, jadi beban yang bikin mereka stres. Jadi, pastikan bimbel itu benar-benar membantu mereka, bukan membebani pikiran mereka.

Langkah terbaiknya, pilih satu atau dua pelajaran saja untuk mereka ikuti dalam bimbel. Pilih saja pelajaran-pelajaran yang benar-benar belum mereka kuasai. Dengan demikian, anak akan lebih fokus dan tidak dibuat capek dengan rutinitas lain di luar sekolah.

Bukan cuma itu, luangkan waktu untuk mencari tempat bimbel yang baik. Pastikan pengajar di bimbel tersebut tersertifikasi. Perhatikan juga metode belajar yang ditawarkan. Setelah itu, pilih jam belajar yang proporsional dan tidak membuat anak kelelahan. Nah, bagaimana, jadi mendaftarkan anak kamu di bimbingan belajar?